Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Tawanan berbuat ulah


__ADS_3

"tapi aku tidak biasa makan dengan tangan." kata gadis itu terus menolak. "sudah lah jika kamu ingin makan segera makan, namun jika tidak maka jangan salahkan kami kalau perutmu nanti sakit." ujar ketua mafia itu kesal. Dengan terpaksa ia mencoba mengambil makanan dengan tangannya. Sebetulnya ia merasa risih namun apalah daya perutnya juga sudah mulai keroncongan dan dia juga mencium aroma masakan yang sangat harum membuat air liurnya ingin menetes. Ia mencoba beberapa kali makan dengan menggunakan tangan. Sampai pada akhirnya ia mulai terbawa suasana, karena semua orang yang sedang makan bersamanya juga menggunakan tangan. "emm nikmat juga ya makan menggunakan tangan." gumam gadis itu. "ya iya lah nikmat, sekarang ngomong gitu, tadi rewel banget." ujar seorang yang makan di sisi gadis itu. "ya kan ini juga aku terpaksa, coba kalau ada sumpit pasti aku lebih baik makan dengan sumpit biar tidak terlihat rakus." ujar gadis itu. Memang di jepang makan menggunakan tangan di anggap tindakan yang rakus. Oleh sebab itu masyarakat di sana selalu menggunakan sumpit untuk memakan apapun walaupun semangkuk sup. Mereka juga terbiasa pada saat memakan makanan yang berkuah mereka selalu menyeruput kuahnya terlebih dahulu. Karena hal itu di anggap menghormati juru masak dan menandakan masakannya enak.

__ADS_1


Mereka pun makan dengan sangat lahap sehingga semua merasa kenyang. Gadis itu pun juga ikut kenyang sehingga ia mengeluarkan sendawa. Namun setelah itu ia baru sadar jika dia sedang melaksanakan diet. Ia kemudian memekik mencela dirinya yang bodoh dan lupa akan dietnya itu. Namun celaan pada dirinya di potong oleh Alex. Ia mengingatkan jangan terburu-buru mencela dirinya karena sebelumnya dia akan mati karena bunuh diri. Mendengar sangkalan dari Alex gadis tadi pun segera menatapnya dengan tatapan sinis. Kemudian ia berpaling dan berkata, "jika demikian mendingan aku kembali saja ke Aokigahara." ujar gadis itu. Alex hanya tersenyum menanggapi perkataan gadis itu. Kemudian ia bangkit dan segera mencuci tangannya. Gadis itu pun mengikutinya dari belakang dan ia juga yang menuangkan air ke tangan Alex. Kemudian Alex duduk di sebuah sofa dan ia segera menyeruput kopi yang telah di buatkan untuknya. Lagi-lagi gadis itu duduk di sebelah Alex, ia selalu mengikuti Alex kemanapun ia pergi. Ia seperti tidak mau lepas dari sisi Alex dan ingin selalu bersamanya. Tapi itu membuat Alex merasa risih padanya. Ia takut jika sewaktu-waktu Mika datang ke situ melihat Alex sedang berduaan dengan wanita lain. Itu hanya bisa membuatnya cemburu dan mungkin akan marah kepadanya.

__ADS_1


Sesaat kemudian datang lah ketua mafia itu ke hadapan Alex. Ia segera membungkuk dan memberikan hormat pada Alex. Setelah di persilahkan untuk duduk ia segera duduk di sisi alex dan langsung menanyakan apa gerangan ia di panggil ke tempatnya. "oh iya, saya akan membuat rencana untuk memberi pelajaran pada pemilik resto nona ini." kata Alex mengawali pembicaraan. "oh begitu seperti apa rencana anda tuan." tanya ketua mafia pada Alex. Alex pun segera mengutarakan ide nya dan ia meminta pendapat dari ketua mafia itu dan juga gadis tadi. Mereka saling memberikan usul satu sama lain dan pada akhirnya mereka sepakat untuk melancarkan aksinya pada hari Minggu. Namun gadis itu memberitahukan satu hal, bahwa jika hari Minggu ada sekelompok gangster yang juga nongkrong di tempat itu. Ia merasa akan menjadi pertikaian dan bos dari restoran gadis itu akan menggunakan mereka untuk melawan mafia milik Alex. Namun Alex tidak sedikit pun mau membatalkan rencana itu. Ia sudah bertekad bulat untuk mendatangi restoran itu pada Minggu siang.

__ADS_1


__ADS_2