
"sejauh ini lancar bos, tidak ada kendala apapun." sahut Aldi. "baguslah kalau begitu jadi sepeninggal saya ke Indonesia perusahaan tetap pada prinsip utama jadinya. Baguslah kalau begitu." ujar Alex. "ya udah bos saya pamit pergi dulu." kata Aldi. Baru saja melangkah Aldi di berhentikan oleh teman gadis itu. "eh tunggu. Kok kamu manggil dia bos sih. Bukanya dia hanya tukang ojek ya." tanya nya pada Aldi. "tukang ojek dari mana. Beliau ini bos saya. Direktur besar di PT Alexander sejahtera." jelas Aldi padanya. "tapi kan katanya tadi jadi tukang ojek. Kok bisa jadi bos perusahaan sih, ini yang bener yang mana." kata teman yang lainya dengan heran. Seketika Alex mengeluarkan dompet dari sakunya, kemudian ia mengambil sebuah kartu nama dan segera memberikan pada teman gadis itu. Mereka sedikit terkejut melihat kartu nama itu. Ternyata memang benar jika Alex adalah pemilik dari perusahaan itu. Mereka sedikit canggung karena telah menghina Alex. "kenapa kalian kaget. Setelah tau saya itu bukan orang sembarangan. Ingat saya bisa tuntut mulut kalian yang telah menghina saya tadi." kata Alex dengan tegas. Mereka semua terdiam karena merasa bersalah telah menghina orang besar seperti Alex. Tiba-tiba tukang ojek tadi datang ke kafe itu dan meminta jaketnya kembali karena ia mau pulang. Alex pun mengembalikan jaket itu tak lupa ia menyelipkan sejumlah uang di dalam jaket itu. Setelah mendapatkan jaketnya tukang ojek itu pun langsung pamit untuk pulang. Setelah itu Alex mengambil sebuah kursi dan ia duduk di dekat gadis itu. "ya udah pak saya permisi dulu." kata Aldi kemudian ia pun pergi. Kemudian Alex memanggil seorang pelayan dan memesan beberapa makan. "pak Alex kami semua minta maaf karena kelakuan kami tadi. kalau kami tau siapa anda sebenarnya maka kami tidak akan berperilaku seperti itu." kata pacar dari teman gadis itu. "basi tau enggak. Saya bukan tipe orang yang mudah memaafkan. Percuma kalian minta maaf tapi di lain tempat dan di lain orang kalian melakukan hal seperti itu. Buat apa maaf kalian ke saya." kata Alex pada mereka. "tapi kami benar-benar menyesal akan perbuatan kami tadi." ujar teman yang lainnya. "gak butuh. Oh ya katanya kamu manager ya di perusahaan. Sekarang kamu bisa bayarin saya kan makan di sini." kata Alex pada pria tinggi di depannya yang tadi sempat mengaku sebagai manager. Bukanya menjawab pria itu justru diam, ia sepertinya ragu dengan akan membayarkan Alex karena sebenarnya dia adalah karyawan biasa. "gimana kok bengong." tanya Alex lagi. "i…iya pak saya yang bayarin bapak." sahut pria itu.
__ADS_1
Tak lama kemudian dia pelayan itu pun datang membawakan pesanan dari Alex. Ternyata Alex memesan makanan yang cukup elite pada malam itu. Demi totalitas nya untuk berakting ia kemudian menyuapkan makanan pada gadis yang meminta tolong padanya. Pria itu sangat kaget melihat hidangan yang cukup mahal itu. Ia hanya planga-plongo karena bingung untuk membayarnya. "lho kalian kok gak memesan makanan, pesan aja ada manager yang kaya nih kan lumayan bisa traktir kalian." kata Alex yang membuat muka lelaki itu menjadi pucat. Mereka pun ingin memesan sesuatu namun di cegah oleh manager gadungan itu lewat pesan yang di kirim ke ponselnya. Alex pun bisa melihat ekspresi nya saat itu. Di dalam hatinya ia tertawa terpingkal-pingkal melihat muka orang sombong yang jatuh karena kesombongan nya sendiri. Alex dan gadis itu makan dengan lahapnya, sementara yang lainya hanya diam sembari menikmati hidangan yang telah mereka pesan. Tak butuh waktu lama pesanan Alex pun habis tak bersisa. Ia kemudian memanggil pelayan untuk meminta sebotol air mineral dan not pembayarannya. Kemudian ia pun pergi untuk mengambil air mineral dan juga menuliskan not pembayarannya. Tak butuh waktu lama ia pun kembali ke tempat Alex dan memberikan semua pesanan itu padanya. Alex pun menerima semua itu dan langsung melihat jumlah semua pesanan itu. Ternyata totalnya cukup besar yaitu 5000.000 rupiah, tapi sebelum dia memberikan not tersebut, alex menyuapkan minuman pada gadis itu. Mereka terlihat sangat mesra pada malam itu, gadis itu menjadi sangat canggung dan baper tentunya. Ia tak menyangka di balik sifat baiknya, jahatnya ternyata kakak kosannya itu sangat romantis terhadap perempuan. Sungguh beruntung orang yang bisa menjadi kekasihnya kelak. Gadis senyum-senyum sendiri melihat tingkah kakak kosnya itu. Namun di benak hatinya yang paling dalam ia sangat berharap jika ia bisa menjadi pendamping nya kelak.
__ADS_1
Kemudian alex memberikan not pembayaran itu pada manager itu. Ia sangat terkejut melihat nominal yang tertera di not itu. Terlihat dari mukanya yang pucat karena ia bingung harus dengan apa ia membayarnya, sebab ia hanya membawa sedikit uang itu pun dari tabungannya. Dengan merendah dan menurunkan gengsinya, ia pun meminta pada Alex untuk membayarkan separuhnya saja. Mendengar permintaan itu Alex hanya tersenyum, kemudian ia memanggil pelayan tadi dan berkata padanya untuk segera memanggilkan manager kafe itu. "maaf pak ada kepentingan apa ya bapak memanggil manager kafe ini. Karena jika tidak ada kepentingan maka saya tidak akan memanggil manager kafe ini, di karenakan beliau sibuk." kata karyawan itu. "udah panggilkan dulu saja ada hal yang mau saya bicarakan dengannya." kata Alex sedikit menekan. "maaf pak sesuai prosedur kami seperti itu. Karena beliau tidak ingin di ganggu. Jika kamu tidak mau memanggil dia ke sini saya akan obrak-abrik tempat ini." ancam Alex pada pelayan itu. Karena ia takut jika tamunya itu melakukan seperti yang ia katakan maka ia segera bergegas untuk memanggil manager itu.
__ADS_1
"maaf pak sebelumnya, selain cctv itu saya mempunyai sedikit bukti yang lain, yaitu catatan tentang para konsumen yang komplain." kata Dio pada Alex. "mana sini." kata Dio. Dio pun kemudian berlari ke ruangan nya dan segera mengambil buku miliknya yang berisi tentang semua komplain yang ia dapatkan. Tak butuh waktu lama ia pun kembali ke tempat Alex berada untuk memberikan daftar komplain itu padanya. Setelah Alex menerima buku itu ia pun segera membukanya dan benar saja ada daftar komplain dari para konsumen kafe itu. Kemudian memberikan buku itu lagi ke Dio dan melihat cctv kafe itu. Ternyata benar ia melihat Dio sedang mendengarkan komplain dari salah seorang konsumen dan juga ia pernah bertanya sendiri pada konsumen tentang kafe itu. Setelah melihat itu Alex sedikit kagum dengan kinerja Dio kemudian ia menyuruh Dio untuk memanggilkan pelayan yang tadi memanggilnya.
__ADS_1