Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Teror semakin menjadi-jadi


__ADS_3

Sementara Liana yang sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Ia seperti terburu-buru setelah mendapat kabar dari temanya. Namun ia tak lupa untuk sarapan dan bercengkrama dengan keluarganya walupun di dalam hatinya masih menyimpan ketakutan yang mendalam. Setelah menyelesaikan sarapannya Liana langsung memanasi motornya sebentar. Setelah itu Liana langsung menuju ke sekolahnya, dia juga memberitahu kepada semua temannya untuk ketemuan di sekolah saja, sepanjang perjalanan pikiran Liana sangat kacau. Ia takut jika arwah Mika juga mengganggu ketenangan semua temannya. Ia pun segera mempercepat langkah menuju ke sekolah. Setelah sampai Liana langsung memarkirkan motornya. Dia mengabari semua temannya jika dirinya sudah menunggu di taman. Liana pun mengalihkan pikirannya dengan memainkan ponsel miliknya. Namun dalam hatinya masih menyimpan rasa takut terhadap teror Mika. Satu persatu temanya pun akhirnya merapat ke taman dan membicarakan tentang teror arwah Mika. " jadi siap yang semalam di teror." tanya Liana. "aku ana." jawab Tasya. "gimana cara dia meneror kamu." tanya Liana lagi. "dia datang dan langsung meminta tolong sama aku untuk pergi ke suatu tempat dan menolong dirinya dari seseorang pria tua." sahut Tasya. "apakah ini sosok yang meneror kamu." tanya Liana sembari menunjukan foto dia dan Mika. "i..iya belut itu sosok yang meneror aku." kata Tasya ketakutan. "emang kakak tau siapa dia." tanya Laila pada Liana. "iya kakak tau, dia adalah teman kakak waktu kakak masih di kampung dulu. Kakak dan dia bahkan sudah menjadi sahabat. Namun dia pergi duluan meninggalkan kakak dengan sejuta kenangan yang juga dia tinggalkan." kata Liana mengingatkan tentang Mika sahabatnya itu. "oh iya aku juga mau sedikit cerita, saat hari dimana Mika meninggal aku juga melihat dia menghadang jalan ku bersama ibuku. Dia menatapku dengan tatapan mata yang kosong serta mukanya yang pucat. Namun aku tidak menghiraukannya, aku menepis penglihatan ku itu, dan mungkin saja aku hanya berhalusinasi karena kesedihanku di tinggal oleh Mika. Namun nyatanya semalam aku juga kena teror olehnya. Ia seperti marah kepadaku dan pada puncaknya di ingin mencekik leherku. Namun untung saja ibu ku saat itu hendak menuju ke kamar mandi sehingga hantu Mika pun menghilang seketika. Namun aku kira itu hanya diriku yang di teror olehnya namun nyatanya tasya juga kena teror oleh sosok Mika." kata Liana menceritakan semua yang terjadi. "terus kita harus gimana Na. Aku gak mau terus-terusan di teror sama dia." ujar Tasya yang mulai sesenggukan. "udah gini aja aku punya kenalan yang namanya Sukma, dia tinggal di desa pancarsari. Dia bisa melihat hal-hal ghaib kalau mau nanti sepulang sekolah kita ke sana menemui dia, kebetulan dia juga sudah gak sekolah lagi." usul Diana. "ya sudah kalau begitu aku setuju, kita minta bantuan saja kepada dia supaya bisa berinteraksi dengan arwah Mika." ujar Liana menyetujui usul Diana. Akhirnya mereka pun sepakat untuk pergi menemui Sukma setelah pulang dari sekolah. Mereka pun memutuskan untuk kembali ke kelas masing-masing karena jam pelajaran hampir di mulai.

__ADS_1


Tanpa terasa jam pulang pun tiba, Liana dan semua teman-teman langsung berkumpul di parkiran untuk segera berangkat ke rumah Sukma. "eh jauh gak sih rumah si Sukma itu." tanya Laila. "ya cukup jauh sih, emangnya kenapa, kamu gak mau ikut." kata Diana. "ya bukanya gitu kalau rumah Sukma cukup jauh mending kita pulang dulu aja, nanti aku minta antar sama supir aku untuk ke sana. Dan kalian semua ikut mobil aku." ujar Laila. "ya udah kalau gitu, jangan lupa jemput kita lho ya." ujar Liana kemudian dia langsung tancap gas pulang ke rumah. Ketiga temanya pun langsung pulang ke rumah masing-masing. Mereka semua mempersiapkan sesuatu untuk menemui Sukma.

__ADS_1


Sedangkan Liana langsung lemas tertunduk dan seketika dia pingsan. Ibunya yang melihat langsung meraih tubuh Liana dan menidurkan dia di pangkuannya.

__ADS_1


__ADS_2