Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Alex dan Andri bertengkar


__ADS_3

Tak berselang lama acara pun di mulai, mereka semua duduk sesuai kosan masing-masing. Kemudian mereka berdoa dan menikmati hidangan yang ada. Saat sedang asyik menikmati hidangan datang lah preman proyek itu. Ia kemudian menyalami Leo dan adik-adiknya, lalu Leo menyuruh mereka menyalami pak ustad dan juga kiyai setempat. Kemudian Alex menyuruh seorang dari kos putri untuk mengambilkan bungkusan makanan. Alex juga memberi mereka sekaleng kopi murni yang mereka buat sendiri serta dua lembar uang biru untuk mereka lembur menjaga Rio. Setelah menerima makanan mereka langsung kembali ke basecamp, tak lupa mereka berpamitan pada pak kiyai dan juga ustad setempat. Kemudian mereka kembali menikmati hidangan makan itu, sesekali bercerita tentang urusannya masing-masing. Tiba-tiba pak RT bertanya pada Leo tentang luka yang ia alami. Leo pun menjawab bahwa luka itu karena jatuh dari motor. Tapi seluruh warga kampung tidak percaya akan cerita mereka. Setelah di bujuk maka Leo menceritakan apa adanya pada mereka. Mereka pun tercengang mendengar cerita itu. Karena zaman sudah modern tapi masih menggunakan jasa dukun untuk menyakiti orang. "Jadi yang kemarin kesurupan itu gara-gara dia nak." tanya pak ustad. "iya pak betul. kejadian itu di sebabkan oleh dia dan dia di perintah oleh seorang yang sudah lama mengincar nya. Tapi kami mohon dari pihak keluarga jangan sampai menaruh dendam pada nya. Karena ia sudah aman bersama kami." kata Leo. "maaf nak kami tidak bisa seperti itu kami akan menuntut atas apa yang telah ia perbuat pada anak kami." jawab ayah dari gadis itu. "mohon maaf pak, apa yang di katakan kakak saya itu benar karena jika sampai hal ini di jadikan dendam maka tidak dapat menyelesaikan masalah, justru memperkeruh keadaan. Jadi sekali lagi kami mohon untuk tidak memberitahu hal ini pada keluarga pelaku, juga jangan sampai kalian menyimpan dendam pada mereka, bahkan ingin membalas dendam pada nya." tegas Alex. "kami akan memberitahukan hal ini pada keluarga dan juga akan menuntut mereka supaya bertanggungjawab atas apa yang anak mereka lakukan pada anak kami." kata ayah gadis itu tak kalah tegas. Tiba-tiba Andri pun membanting piring di depannya membuat seluruh pasang mata melihat kearah Andri. "pak buk tolong hargai kami, tadi kami hampir menjemput ajal bertempur dengan dukun itu. Kami mati-matian bertarung dengan mereka demi anak ibu supaya tidak di ganggu oleh mereka. Kami terluka seperti ini karena ingin melindungi anak ibu dan bapak. Sekarang kalian seenaknya tidak menuruti konsekuensi dari kami. Kami bertiga tidak butuh imbalan dari kalian, tidak butuh di puji oleh kalian, juga tidak butuh di hormati kalian. Kami butuh kalian berdua menuruti apa yang kami sampaikan tadi. Jika kalian tidak menuruti persyaratan itu, maka maaf kami akan kembali melepaskan Rio dan juga akan kami tunjukan pada nya tempat dukun yang lebih sakti dari dukun itu. Jangan sepelekan kami, kami sudah mengenal beberapa dukun. Karena sebelum anak kalian dulu kami juga sering melawan dukun tersebut. Mohon di mengerti dan hargai perjuangan kami." kata Andri dengan lantang. Semuanya pun terdiam mendengar perkataan Andri, mereka menyadari apa yang telah mereka lakukan. "jika begitu kami sebagai orang tuanya meminta maaf karena perkataan kami. Kami juga sangat berterimakasih pada kalian karena telah melindungi anak kami." ujar ibu dari gadis itu dengan merendah. "Halah basi tau nggak." kata Andri kemudian bangkit dan masuk ke rumah dengan membanting pintu. Semuanya hanya terdiam melihat kelakuan Andri yang sedikit bar-bar. Kemudian pak RT menengahi masalah itu dan menyarankan pada mereka untuk mengikuti perkataan kakak kosan anaknya.


Tak berselang lama Andri pun keluar dengan membanting pintu. Leo yang terkejut pun lantas memarahi Andri. "eh goblok rusak pintu nya ntar. Otak di pake ngapa." kata Leo kesal. Setelah itu ia menelpon seseorang dan mengatakan jika Rio di lepaskan saja kemungkin ia menelpon preman proyek itu. Setelah itu ia seperti terburu-buru memakai jaketnya dan hendak menaiki motor, melihat itu Leo pun bertanya padanya. "heh mau kemana loe." tanya Leo. "mau ke basecamp buat ngebebasin Rio terus gua antar ke tempat dukun itu." kata Andri sewot. "heh ngapain loe kaya gitu udah biarin aja kan bisa besok." kata Leo mencegah. "besok kelamaan biar orang tuanya ngeliat aja anaknya kesurupan. Terus kalau mereka dendam kan ada alesannya." kata Andri kemudian menyalakan motornya. "ndri masuk rumah." kata Alex pada Andri. "apaan sih bang ribet loe ya." sahut Andri. "kata masuk rumah, masuk rumah. Jangan ampe gua kesel nih." gertak Alex. "loe ngapain sewot ama gua bang. Loe kalau sewot ama mereka noh ngapain ama gua." kata Andri sewot. "sekarang loe mau masuk rumah apa gua habisin loe." kata Alex mengancam. Sepetinya Andri sedikit luluh pada Alex ia pun dengan kesal mematikan motornya dan melepaskan jaketnya kemudian melempar jaket itu dan masuk ke rumah. Alex dan Leo hanya geleng-geleng kepala. Sementara semua yang hadir sedikit merasa takut dengan pertengkaran saudara itu. Mereka semua diam dan menghentikan makan mereka. Sementara kedua orang tua gadis itu hanya menunduk karena ulah mereka menjadikan acara yang syahdu menjadi kacau. Kemudian mereka angkat bicara pada pak RT untuk meminta maaf padanya. Juga mereka meminta maaf pada Leo dan adik-adiknya karena perkataan mereka yang seolah menyinggung hati leo dan kedua adiknya. Mereka pun hanya menganggukkan kepala kemudian loe menyuruh semuanya untuk menghabiskan hidangan yang ada. Ia juga meminta maaf pada semuanya khususnya pak RT, pak ustadz dan kiyai karena ulah adiknya. Juga pada seluruh warga kampung yang hadir di acara itu. Mereka semua pun memaklumi hal itu karena mereka menganggap itu wajar jika Andri marah karena ia juga mengalami luka yang cukup parah di wajah dan tangannya sebab bertarung dengan dukun itu. Kemudian Alex pamit pada Leo karena ada janji. "bang gua pergi dulu ya. Udah hampir mulai soalnya." kata Alex pada Leo. "loe mau kemana, ngelayap aja loe dah tau capek bukanya istirahat malah pergi." kata Leo pada Alex. "gua ada janji siang tadi jadinya mau gak mau harus pergi." kata Alex sedikit memaksa. "ya udah jangan lama-lama ya." pesan Leo. Kemudian Alex pun berpamitan pada seluruh warga yang hadir untuk pergi. Setelah itu ia memanggil gadis yang tadi pagi meminta tolong padanya. Setelah itu mereka menuju parkiran motor dan segera pergi. Namun baru saja mereka hendak keluar gerbang Andri keluar dan memakai Alex. "woi ngapain loe pergi. Tadi gua mau pergi loe larang sekarang loe sendiri malah pergi. Dasar brengsek." kata Andri pada Alex. Alex pun kemudian berhenti dan langsung menghampiri Andri. "heh anjing tarung aja yuk. Bangsat loe ya." kata Alex sembari menghampiri Andri. "loe tuh yang anjing, gonggong sendiri keberisikan sendiri." kata Andri tak kalah lantang. "gak usah banyak bacot maju sini loe." tantang Alex. Andri pun keluar dan langsung menyerang Alex untung nya Leo segera mencegah mereka. "heh udah kalian kalau mau tarung besok aja ini lagi ada acara. Bikin suasana tambah keruh aja." kata Leo. "ini bang sewot aja dari tadi. Kesel gua jadinya." kata Alex. "lepasin gua bang biar gua hajar dia. Brengsek emang dia bang." kata Andri berusaha melepaskan diri dari Leo. Karena tenaganya terlalu kuat Andri pun terlepas kemudian ia langsung menyerang Alex. Tapi sebelum itu Leo kembali mencegah. "woi berhenti nggak kalian kalau gak mau berhenti gua hajar kalian." kata Leo mengancam. Kali ini dia berhasil membuat Andri berhenti menyerang. Ia kemudian kembali kerumahnya dengan kesal. Setelah itu Leo pun langsung menyuruh Alex untuk segera pergi karena waktu sudah larut malam. Alex pun kembali ke motornya dan segera pergi ke acara gadis itu. Melihat situasi semakin tidak kondusif pak RT lantas menyuruh warganya untuk segera berpamitan. "maaf nak Leo kami ijin kembali ke rumah karena sudah malam. Kami juga berterimakasih untuk jamuannya." kata pak RT pada Leo. "oh iya pak silahkan saya juga meminta maaf atas kejadian tadi. Juga atas tidak nyamannya acara ini." kata Leo sedikit malu-malu. "iya tidak apa-apa. Ya udah kami pamit dulu." kata pak RT kemudian bangkit di susul oleh warga yang lain. Kalian kalau mau lanjut lanjut aja gak apa-apa. Saya mau pulang dulu. Terimakasih atas jamuannya dan juga minta maaf atas segala kejadian yang mewarnai acara ini. Saya pamit dulu assalamualaikum." kata Leo kemudian dia masuk ke rumah.


__ADS_2