Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Syifa sangat ribet


__ADS_3

Setelah selesai menikmati hidangan itu Alex memberikan sedikit nasihat kepada semua yang hadir. Ia berpesan pada mereka supaya tidak lagi keluar dari jalan yang benar. Alex sangat berharap jika merekalah yang akan menjadi penerusnya untuk menyebarkan agama di seantero jepang. Ia juga berpesan supaya mendidik anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke lembah kemaksiatan. Setelah memberi nasihat itu Alex langsung izin pamit untuk pulang ke apartemennya. Alex langsung bangkit dari tempat duduknya dan segera berjalan menuju ke tempat sepedanya berada. Namun ia di tawari oleh Genki uchida agar dia mengantarnya pulang. Alex pun mengiyakan karena ia sudah terlalu kenyang jadinya tidak mungkin untuk mengendarai sepeda menelusuri jalan yang cukup jauh ke apartemennya. Genki pun langsung bergegas menuju rumahnya untuk mengambil mobil miliknya. Setelah mobil itu datang Alex langsung berpamitan dan mengucapkan salam pada semua orang. Ia juga menyuruh Ichi kazama untuk mengantarkan sepedanya esok hari di apartemen yang telah ia beri tahu tadi. Kemudian Alex memasuki mobil milik Genki dan mobil itu langsung melaju di kendarai olehnya. Sepanjang jalan Alex hanya terdiam saja, hal itu membuat Genki sedikit canggung dan ia pikir gurunya itu masih marah kepadanya. "sensei-sama maaf kan aku perihal yang tadi, itu semua karena aku tidak mau di cap sebagai orang yang melalaikan orang lain dalam masalah agama." kata Genki pada Alex. "udah lupakan saja, hal sekecil itu tidak usah di permasalahkan. Lagian itu sudah terjadi aku tidak bisa menyalahkan takdir." sahut Alex. "oh iya anda kapan datang ke jepang dan ada tujuan apa." tanya Genki pada Alex. "aku di panggil ayahku untuk suatu hal dan itu semua tidak bisa di bicarakan di telepon jadinya aku datang ke sini." jawab Alex. "oh iya tadi berapa tagihan resto berapa jumlahnya biar aku ganti saja." tanya Alex pada Genki. "sudahlah aku saja yang membayari semua itu. Hitung-hitung sedekah dan permohonan maaf kepada sensei-sama." jawab Genki. "apakah karena rasa bersalahmu itu yang menyebabkan kamu mau bersedekah." tanya Alex pada Genki. "iya sensei-sama." jawab Genki. "jika kamu mau bersedekah, niatkan lah untuk berdakwah. Maka insyaallah kamu akan mendapat manfaat dan pahala dari apa yang kamu sedekahkan itu." jelas Alex pada Genki. "baik sensei-sama mulai seterusnya jika saya bersedekah maka akan saya niatkan untuk dakwah seperti apa yang sensei-sama perintahkan." sahut Genki menyetujui Alex. "baiklah jika demikian. Nanti pertigaan itu kamu belok ke kiri ya. Di situ apartemen saya." kata Alex memberi instruksi. Kemudian Genki membelokan mobilnya dan langsung berhenti di sebuah apartemen yang cukup mewah. Setelah itu Alex turun dan mengucapkan terimakasih pada Genki serta menawarkan ia untuk mampir sejenak. Dengan rasa hormat Genki menolak ajakan Alex karena istrinya sudah menyuruh dia supaya pulang cepat. Setelah itu Genki langsung berpamitan dan meluncur kembali ke rumahnya. Sedangkan Alex langsung menuju ke lantai apartemen yang ia tinggali untuk segera beristirahat. "assalamualaikum bunda." kata Alex sembari mengetuk pintu. "waalaikum." sahut adiknya yang kemudian membukakan pintu. "kakak dari mana." tanya Syifa pada Alex. "habis dari masjid, kalian sudah makan." tanya Alex pada Syifa. "sudah lagian kakak lama sih pulangnya jadinya kami tinggal deh." sahut Syifa. "ya udah kakak tidur dulu ya. Capek soalnya." kata Alex pada Syifa kemudian ia pun langsung menuju ke kamarnya. Alex kemudian memainkan ponselnya di atas kasur karena ia belum bisa tidur. Ia mendapati pesan yang cukup banyak di aplikasi hijau miliknya itu. Kebanyakan pesan itu dari Mika. Namun ia belum sempat membalasnya karena ia lupa jika belum mengganti bajunya. Alex pun segera keluar kamar dan menuju ke toilet untuk mengganti pakaian dan bersih-bersih badan. Setelah itu ia keluar namun ia tidak mendapati ayah dan bundanya ada di apartemen mereka. "Syifa ayah dan bunda kemana." tanya Alex pada Syifa."lagi di apartemen sebelah, nggak tau lagi ngapain." jawab Syifa. "ohh gitu." jawab Alex singkat. Kemudian ia langsung kembali ke kamar untuk menaruh baju kotor nya. Tak lama kemudian ayah dan bunda Alex datang dan menanyakan keberadaan Alex pada Syifa. "nak kakak mu sudah pulang." tanya bunda pada Syifa. "sudah baru saja pulang, tuh dia lagi di kamar." jawab Syifa. "kak bunda bawa kue moci nih mau enggak." tanya bunda pada Alex. "apa Bun." sahut Alex sembari keluar kamar. "bunda bawa kue moci pemberian tetangga mau enggak." tanya bunda pada Alex. "enggak ah bun." sahut Alex sembari menyomot kue moci dan memakannya. "huh katanya gak mau tapi di makan juga." kata Syifa sewot. "biarin. Bunda masak apa Bun." tanya Alex pada bunda. "itu ada pepes ikan sama sayur tempe." sahut bunda. Alex pun melihat masakan bundanya dan segera mengambil piring untuk ia makan. "eh kak bukanya kakak bilang tadi udah makan ya." tanya Syifa pada Alex. "hah kamu bawel deh. Kakak juga gak bilang kalau kakak sudah makan." sahut Alex sembari menaruh lauk dan sayur ke atas piring. "lha tadi kan kakak bilang mau tidur capek katanya. Terus bilang udah makan." sahut Syifa. "ah bohong. Kamu mau makan lagi. Nih kakak suapin." kata Alex sembari menyodorkan tangan berisi makanan pada Syifa. "ah enggak lah. Ntar aku gendut lagi." ujar Syifa pada Alex. "ya elah Udah gendut aja sombong." kata Alex meledek."hih apaan sih aku langsing begini kok malah di katain gendut." ujar Syifa kesal. "udahlah berisik aja. Kakak lagi makan nih." kata Alex pada Syifa. "makan tinggal makan kok ribet." ujar Syifa pada Alex. Kemudian Alex memakan makanan itu dan sesekali memainkan ponselnya. "oi one-chan ini lihat kak Alex baru makan." kata Syifa pada Mika setelah ia berhasil menghubungkan telepon video pada nya. "oi Alex Kun apa betul kamu baru makan jam segini. Kamu pasti juga baru pulang kan." tanya Mika pada Alex. "oi nggak udah lama aku pulang. Ini makan aku yang ke dua." sahut Alex. "eh kamu ribet banget ya, segala menghubungi Mika." omel Alex pada Syifa. "biarin biar kakak ngaku kalau tadi udah makan." ujar Syifa. "Mika-chan cepat tidur udah malam nih." kata Alex menyuruh Mika. "nanti lah nunggu kamu dulu tidur juga. Pokoknya kita sleep call malam ini." kata Mika pada Alex. "maaf kuota aku hampir habis. Jadi tidak bisa sleep call." kata Alex memberi alasan. "pokoknya harus. Kalau nggak aku bakalan ngambek." sahut Mika dengan mulut manyun.


__ADS_2