Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Memecat pelayan


__ADS_3

Kebetulan sekali pada saat yang sama pelayan itu hendak mengantarkan minuman ke meja sebelah mereka. Setelah menyajikan pesanan konsumen maka pelayan itu langsung di panggil oleh Dio. "iya pak ada yang bisa saya bantu." tanya pelayan itu pada Dio. "kamu di panggil oleh pemilik kafe ini yaitu bapak Alex, dan beliau ini orang nya." kata Dio menjelaskan. Awalnya pelayan itu sedikit terkejut karena orang yang tadi ia bantah adalah pemilik kafe tempat ia berada. "selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu." kata pelayan itu. "tolong kemasi barang-barang kamu dan segera keluar dari kafe ini." kata Alex pada pelayan itu. "maaf pak sebelumnya kenapa saya kok di pecat." tanya pelayan itu. "masih nanya kenapa kamu di pecat. Tadi saya minta sama kamu untuk panggilkan manager kafe ini tapi kamu bantah habis-habisan. Saya paling gak suka jika ada karyawan saya yang membantah. Paham." kata Alex pada pelayan itu. "tapi pak saya hanya menjalankan prosedur kafe ini, bukan maksud untuk membantah bapak." kata pelayan itu membela diri. "gak ada alasan, kamu mau pergi sendiri atau saya seret secara kasar." kata Alex mengancam. "tapi pak, beri saya kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki kinerja saya." kata pelayan itu memelas. "iya pak, dia termasuk karyawan yang ulet di sini dan cuma dia yang rela di bentak oleh konsumen hanya untuk mengikuti tertib yang ada di kafe ini. Mohon pertimbangkan lagi pak." kata Dio membela karyawan itu. "kamu sudah mulai berani melawan saya Dio. Kamu mau saya pecat juga, atau kamu saya jadikan pelayan menggantikan dia. Mau kamu Dio." ancam Alex pada Dio. "maaf pak bukan maksud saya untuk…….", "diam." kata Alex memotong ucapan Dio. "tunggu apa lagi segera kemasi barang kamu." kata Alex pada pelayan itu. "baik pak jika demikian saya permisi." kata pelayan itu kemudian kembali ke belakang untuk membereskan barang-barangnya. Ia sedikit meneteskan air mata saat meninggalkan kafe itu. Melihat pelayan itu pergi dengan berderai air mata Dio pun segera mengejarnya untuk memberi uang sisa gaji nya dan juga uang pesangon. Namun ia di tahan oleh Alex karena Alex ingin memberi pelayan itu bonus, Alex pun mengeluarkan sebuah amplop dari saku nya dan memberikan pada Dio. Dio lantas mengejar pelayan tadi dan memberikan semua uang itu pada nya. Ia seperti cukup senang menerima uang itu, dengan menghapus air matanya ia lalu berpamitan pada Dio karena ojek online yang dia pesan sudah datang. Setelah pelayan itu pergi Dio lantas kembali ke tempat Alex berada.

__ADS_1


"semua uang itu telah saya berikan pada nya pak. Maaf ada yang bisa saya bantu lagi." ujar Dio pada Alex. "semua pesanan di meja ini saya yang nanggung. Sekalian mulai dari sekarang sampai kafe ini tutup makanannya di gratiskan semua." kata Alex pada Dio. "iya baik pak semua perintah bapak akan saya laksanakan." kata Dio paham akan tugasnya. "oh iya Dio besok pagi kamu datang ke rumah saya. Terus soal yang tadi gratisan kamu jangan bilang ke konsumen. Tapi saat mereka ke kasir baru kamu kasih tau. Semua pelayan juga boleh menikmati traktiran saya ini." kata Alex menambahkan. "siap pak, saya akan melaksanakan semua perintah bapak." kata Dio pada Alex. "ya udah silahkan kembali bekerja." kata Alex pada Dio. "baik pak, kalau begitu saya permisi." ujar Dio kemudian dia kembali ke ruangannya.

__ADS_1


Setelah Dio pergi Alex kembali menatap semua teman gadis itu. Ia tersenyum licik kepada mereka semua. "gimana, mau adu kesombongan lagi sama saya." tanya Alex pada mereka. Mereka semua hanya diam karena mereka tau ternyata Alex bukan tandingan mereka. "untung saya masih punya hati kalau tidak habis kalian di tangan saya." kata Alex pada mereka. Mereka semua hanya menunduk tidak ada yang berani menatap Alex. "gimana bapak manager yang terhormat, masih ingin beradu kesombongan dengan saya. Terus anak orang kaya, masih mau membandingkan orang tua kamu dengan saya." kata Alex menjatuhkan mental mereka semua. "kenapa diam bisu ya." kata Alex meledek mereka. Kemudian ia bangkit dan mengajak gadis itu untuk pulang karena waktu sudah larut malam. Mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dan meninggalkan mereka yang masih terdiam. Gadis itu pun hanya terdiam mungkin dia juga kaget ternyata Alex bukan pemuda sembarangan, ia adalah usahawan muda dan beberapa perusahaan miliknya ada di luar negri. Mulai saat itu dia jadi sadar diri jika Alex bukanlah orang yang tepat untuk dirinya. "woi kenapa kok ngelamun." kata Alex membuyarkan lamunan gadis itu. "enggak kok kak." sahut gadis itu. "maaf ya tadi aku sempat bentak-bentakin orang di depan kamu." kata Alex pada gadis itu. "iya kak gak apa apa kok. Maaf kak kita langsung pulang aja ya soalnya aku udah ngantuk." kata gadis itu kemudian ia menguap. "gak mau ah aku mau nongkrong dulu sama teman aku." kata Alex mengerjai gadis itu. "kakak plis anterin aku pulang dulu." kata gadis itu memelas. "gak mau kamu harus ikut aku dulu." kata Alex mengerjai gadis itu. Gadis itu sedikit cemberut, matanya pun sembab karena rasa ngantuk yang amat sangat. Melihat itu Alex hanya tersenyum dan langsung memasangkan helm pada nya. Kemudian ia menaiki motornya dan diikuti oleh gadis itu.

__ADS_1


Saat di pertengahan jalan ia melihat ada tukang martabak favorit nya. Karena ia ingin membeli maka ia segera berhenti. Karena ia mengerem motornya secara mendadak membuat gadis itu berteriak kaget. Kemudian ia di pukuli oleh gadis itu beberapa kali karena kesal. "aduh kok kamu mukulin aku sih."kata Alex kesakitan. "lagian kakak bikin aku jantungan aja." protes gadis itu pada Alex. "mau martabak apa enggak." tanya Alex pada gadis itu

__ADS_1


__ADS_2