
"yah mungkin aku besok langsung kembali aja ke Indonesia, lagian aku juga udah bereskan urusannya di sini." kata Alex di tengah acara makan mereka. "lho buru-buru banget, emang lagi ada apa sih kamu di Indonesia, kaya gak bisa di tinggal gitu." tanya ayah pada Alex. "enggak ada sih yah. Cuma ya kasihan aja kosan di tinggal lama lagian aku juga udah hampir seminggu ninggalin kosan. Kasihan bang leo". jelas Alex. "lha kan ada Andri, dia kan bisa bantuin Leo." ujar sang ayah. "Andri lagi ke Rusia yah nemuin ayahnya." sahut Alex. "oh iya ayah lupa dia kan satu kerjaan sama kamu besok." kata ayah pada Alex. "tapi bunda juga gak setuju sih nak kamu pulang besok. Ya gimana ya bunda masih kangen sama kamu soalnya." kata bunda membujuk Alex. "ya elah Bun, bunda aja yang ikut aku kembali ke Indonesia, biar gak kangen lagi." kata Alex pada bundanya. "lha terus kalau bunda ikut kamu ayah sama Syifa gimana." ujar sang ayah. "ya elah ayah udah gede ini." jawab Alex. Mereka semua kemudian tertawa mendengar jawaban Alex. Namun berbeda dengan mika ia justru kebingungan karena mereka semua menggunakan bahasa Indonesia ketika mengobrol jadi mika tidak tau arah obrolan mereka. "kalian lagi ngobrolin apa sih." tanya mika dalam bahasa jepang. "ini kak Alex mau pulang besok katanya." sahut Syifa. "Nani(apa)." kata mika dengan terkejut mendengar penuturan Syifa. "benar apa yang di katakan Syifa." tanya mika pada Alex. "iya, emangnya kenapa." tanya Alex. "gak boleh pokoknya kamu gak boleh pulang besok." kata mika sembari memegangi tangan Alex. "lho aku kan di Indonesia mau kuliah juga masa aku tinggal terus. Nanti aku gak lulus gimana." tanya Alex pada Mika. "lho kita baru saja ketemu lho masa mau pisah lagi. Pokoknya aku gak mau kamu pulang besok." ujar Mika tegas. "aku yang pulang kok kamu yang rewel sih." kata Alex pada Mika. "pokoknya kamu gak boleh pulang besok, kalau kamu tetap pulang aku bakalan nyusul kamu ke Indonesia." ancam Mika kepada Alex. "udah makan dulu nanti aja ngebahas itunya. Sekarang buruan habisin makanan masing-masing." kata bunda menengahi pertengkaran anak dan calon menantunya itu.
__ADS_1
...****************...
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka pun telah selesai menyantap makan siang buatan bunda. Kemudian ayah Alex langsung menuju ke kamarnya untuk beristirahat sejenak. Sedangkan Syifa dan bunda membereskan sisa makanan yang ada dan mencuci piring yang kotor. Mika juga ikut membantu mereka karena ia telah menganggap mereka bagian dari keluarganya. Setelah semuanya beres Mika langsung menuju ke ruang tengah tempat Alex berada. Di sana Mika melihat Alex sedang berbicara dengan seseorang di teleponnya. Mika lantas berjalan pelan mendekati Alex supaya ia tidak mengganggu nya bertelepon. Sesaat kemudian Alex pun selesai menelepon dan langsung berbaring di paha Mika. Mika pun menyambutnya dengan senang, lalu mereka berpandangan beberapa saat dengan saling melempar senyum satu sama lainnya. Setelah itu Mika langsung mencium kening Alex dan mengelus lembut kepalanya beberapa kali. Kemudian mereka berbincang tentang keseharian mereka di tempat masing-masing, tentang suka dan duka mereka saat harus terpisah dan baru bertemu lagi saat ini.
__ADS_1
Sepanjang jalan mereka beberapa kali berjumpa dengan polisi setempat yang sedang berjaga dan juga berpatroli. Alex sesekali menyapa mereka dan sesekali berbincang dengan mereka. Alex sudah sangat akrab dengan para polisi di jepang itu. Karena dulu setelah Alex Lulus SMA di sana Alex bergabung dengan geng mafia sehingga ia juga pernah menjadi kejaran polisi di jepang. Mika dan Alex pun kembali menyusuri jalan menuju taman yang mereka tuju. Alex memilih sebuah taman yang lebih dekat dengan masjid supaya ia tidak terlalu jauh datang ke masjid saat adzan telah berkumandang. Tak butuh waktu lama Alex pun sampai di taman itu. Kemudian ia langsung memarkirkan sepeda nya di parkiran yang sudah di sediakan pemerintah setempat. Setelah sampai Mika langsung menuju ke minimarket terdekat untuk membelikan Alex minuman serta cemilan kecil. Kemudian mereka duduk di kursi sebelah kursi taman yang sangat indah itu. Mereka melanjutkan perbincangan mereka di taman yang sempat tertunda tadi. Saat di sana sesekali ada orang yang menyapa Alex dan Mika. Maklumlah Alex sudah cukup terkenal di sana ia pernah menjadi buah bibir di jepang saat ikut rombongan geng mafia itu.
__ADS_1
Saat sedang asyik berbincang-bincang Alex mendengar suara letusan senjata api. Ia pun segera berdiri dan melihat sekitar, namun ia tidak mendapati seseorang yang mencurigakan di sana. Alex pun kembali duduk dan melanjutkan obrolannya dengan Mika. Namun Mika seperti ketakutan sehingga ia langsung memeluk Alex. Alex pun mencoba menenangkan Mika yang ketakutan itu. Ia mengajak Mika untuk pindah tempat karena merasa tidak aman. Mereka kemudian membereskan semua sampah yang mereka bawa dan di buang ke tempat sampah terdekat. Kemudian Alex pun berjalan menuju ke parkiran sepeda miliknya dan Mika membuntutinya dari belakang. Namun saat di parkiran mereka di cegat oleh lima orang yang entah siapa dan apa tujuan mereka. Namun Alex tidak menghiraukan mereka dan langsung menerobos saja. Tapi mereka malah menghalangi Alex dan Mika menuju parkiran. "kalian dari mana." tanya salah seorang dari mereka yang mungkin itu adalah ketuanya. "kami dari taman ini dan hendak pulang." sahut Alex santai. "oh begitu. Apakah kamu memiliki beberapa yen untuk aku membeli minuman." tanya ketua itu lagi. "aku tidak membawa uang dan pacar ku ini telah habis uangnya untuk membeli minum dan sedikit camilan tadi." sahut Alex pada mereka
__ADS_1