Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Sudah ada yang punya


__ADS_3

Liana dan adiknya pun segera memasuki rumahnya saat telah sampai. Mereka lantas menuju tujuan masing-masing, kemudian mereka langsung duduk karena kecapean. Baru saja Liana duduk tiba-tiba ponselnya berbunyi, Liana lantas melihat ponselnya tersebut dan langsung membuka aplikasi hijau miliknya. Ia sangat senang karena mendapat pesan dari pria itu. Pria itu menanyakan apa yang harus dia bantu. Liana pun lantas menceritakan semuanya dan langsung pada intinya. Pria itu sedikit menanggapi cerita Liana. "kak, apa kakak bisa bantu aku." tanya Liana pada nya. "ya lihat aja besok kalau saya tidak sibuk." sahut pria itu kemudian langsung menutup teleponnya. Liana pun sangat kesal denan perilaku pria itu yang sangat cuek kepadanya. Namun ia juga memendam rasa cinta pada pria itu dan ingin rasanya mengenal sosok pria yang di kaguminya itu lebih dalam. Namun ia baru teringat jika ia mendengar seperti ada keributan di sana, namun bukan suara laki-laki yang ia dengar melainkan suara seperti gadis. Ia pun langsung membayangkan sesuatu yang membebani pikirannya. Ia mengira jika pria itu sedang ada di acara hajatan, atau mungkin dia lah orang yang membuat hajatan itu. Namun semua pikirannya itu ia tepis lantaran ia juga seperti sudah menyetujui permintaan Liana. Setelah itu Liana langsung pergi ke warung depan rumahnya dan lantas mempersiapkan semua bahan untuknya berjualan esok hari. Tepat setelah ia selesai mempersiapkan bahan itu adzan isya pun berkumandang. Ia pun segera mengambil air wudhu kembali dan langsung melaksanakan sholat isya. Setelah selesai shalat ia kemudian berdoa untuk kelancaran dagangannya esok hari. Setelah itu ia langsung menghubungi semua temanya menanyakan apakah mereka jadi jalan malam itu. Semua pun mengatakan bahwa mereka akan jadi untuk pergi malam itu dan mereka sepakat untuk bertemu di simpang depan komplek. Setelah mengiyakan pesan dari semua temanya itu Liana pun langsung bersiap untuk itu. setelah dandan Liana langsung berpamitan pada ibunya untuk pergi, tak lupa pada ayahnya yang sedang di ruang kerja. Mereka berdua pun mengizinkan Liana pergi namun berpesan jangan pulang terlalu malam. Setelah Liana mengiyakan ia pun segera menuju ke garasi rumahnya dan segera menyalakan motor miliknya. Ia pun tak lupa membuka pintu garasi itu karena sudah tutup mulai sejak ayahnya pulang dari kantor. Setelah itu Liana langsung meluncur ke arah simpang itu. Sesampainya di sana ternyata semua temanya telah berkumpul. Setelah itu mereka langsung pergi ke tujuan mereka yaitu taman kota. Tujuan mereka ke sana karena di sana ada penjagaan jadinya mereka merasa lebih aman ketimbang di alun-alun kota. Mereka bercanda ria melepas kepenatan dan masalah yang sedang mereka hadapi walau untuk sesaat saja. Setelah merasa penat mereka kemudian duduk di dekat bangku taman tersebut, setelah itu salah seorang dari mereka langsung membeli beberapa minuman untuk mereka. Mereka pun bercerita sembari bersenda gurau seperti anak pada umumnya. Setelah minuman datang mereka langsung meminum nya dan segera melanjutkan tujuan mereka selanjutnya.

__ADS_1


Di saat mereka hendak menyebrang jalan, tiba-tiba ada sebuah motor sport yang melintas cukup kencang. Mereka pun segera mengindari takut tertabrak olehnya. Laila yang paling cerewet di antara mereka langsung mengumpat motor itu dengan segudang umpatan. Namun Liana terus memperhatikan motor itu, ia seperti kenal dengan plat nomor motor itu, namun ia mengabaikannya karena ia harus segera menyebrang jalan. Kemudian mereka menuju ke sebuah kafe di sana mereka langsung masuk ke dalam karena saat itu kondisi kafe sedang sepi. Setelah itu karena Liana seperti ingin buang air maka ia meminta Dian untuk menemaninya, sementara Laila dan maura stay di meja kafe itu. Kemudian Laila dan maura mendengar deruan suara motor. Dian langsung mengira itu motor milik orang yang tadi hampir menabrak mereka. Namun Maura menepis jika yang mempunyai motor seperti itu sangatlah banyak. Setelah mesin motor itu mati munculah seorang gadis berjilbab dan langsung menghampiri semua temanya. Namun gadis itu seperti tidak di terima di kumpulan temanya itu. Ia selalu di bully dan di kucilkan oleh mereka bahkan mereka menjaga jarak dengan gadis itu. Maura dan Laila yang melihat kejadian itu lantas merasa iba dengan gadis itu. Tiba-tiba datang lah seorang pria dengan jaket warna hitam yang di hiasi dengan gambar seekor naga. Pria itu lantas duduk di dekat gerombolan orang itu seperti ingin menguping. Sesaat kemudian pria itu langsung pergi dari kafe tanpa memesan sesuatu apapun. Kemudian pandangan mereka tertuju kembali pada gadis tersebut. Dari ekspresi mukanya ia seperti marah sekali pada semua temanya, namun ia memendam amarah itu karena ia hanya sendirian. Kemudian datang lah seorang pria dengan memakai jaket ojek. Laila dan maura yang melihat nya lantas mengenali wajah pria itu. Laila pun lantas berbisik pada Maura, "eh Ra itu kaya cowok yang tadi siang pincang itu kan, terus yang ngelawan gerombolannya Sigit." kata Laila. "masa sih aku gak ingat lho." kata Maura sembari mengerutkan dahinya. "kalian lagi ngomongin apaan sih, kaya asyik banget." kata Liana dengan tiba-tiba setelah dari toilet. "waduh pas nih. Kak itu cowok tadi siang kan." kata Laila pada Liana. "mana sih." tanya Liana pada Laila. Kemudian Laila pun menunjukan posisi pria itu berada. Mata Liana pun langsung berbinar melihat pria itu, pada saat ini. Ia begitu terpesona dengan pria itu, namun ia sedikit agak geli saat melihat jika ia datang dengan jaket ojek miliknya. Namun Liana tetap menaruh hati pada pria itu walaupun ia seorang driver ojek. Namun kesenangannya tiba-tiba pupus karena ia mendengar dengan jelas jika pria itu memanggil seorang gadis yang sedang berkumpul bersama temanya dengan panggilan "sayang". Mendengar ucapan pria itu membuat Liana langsung terduduk lemas ia seperti kehilangan separuh hidupnya. Ia kemudian memesan minuman hangat kepada pelayan yang kebetulan melewati meja tempat ia duduk. Hati Liana terasa remuk saat ia mengetahui jika pujaan hatinya sudah memiliki pasangan. Setelah pesanannya di antarkan Liana langsung meminumnya hingga tandas. Ia kemudian menjatuhkan uang kertas berwarna biru dan langsung pamit pergi pada semua temanya. Melihat Liana pergi Laila, Dian dan maura langsung bergegas menuju kasir untuk membayar pesanan mereka dan segera mengajar Liana.

__ADS_1


Ternyata di parkiran Liana sedang menangis tersedu-sedu melihat kenyataan pahit yang melihat pujaan hatinya telah mempunyai pasangan. Ia seharusnya paham akan hal itu karena dengan menghindari dirinya terus menerus berarti ia telah punya pasangan. Namun Liana tidak menyadari hal itu ia justru menaruh perasaan pada nya terlalu dalam sehingga mengakibatkan sakit yang teramat pedih di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2