Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Keromantisan Alex dan Mika


__ADS_3

Setelah mereka berjibaku menyelesaikan masakan mereka, mereka semua langsung menghidangkannya di atas beberapa daun pisang yang mereka peroleh dari kebun belakang basecamp. Mereka kemudian duduk menyuruh semua rekanya untuk duduk, tak terkecuali dengan penjaga sel anggota sekte. Mereka semua kemudian duduk sembari menunggu makanan di hidangkan. Sembari menunggu mereka berbincang satu sama lainnya. Sesaat kemudian datanglah Alex yang terlihat masih lemas. Ia di papah oleh dua orang dari kelompok mafia itu. Ia kemudian duduk di tengah depan ketua mafia. "Alex-sama, bagaimana keadaanmu sekarang." tanya ketua mafia pada Alex. "sudah lumayan pulih, namun masih sedikit lemas." sahut Alex. "ya sudah jika anda tidak keberatan sudikah anda untuk menginap di basecamp kami. Mungkin memerlukan waktu dua atau tiga hari anda di tempat ini." tawar ketua mafia itu pada Alex. "terima kasih atas tawaran anda, namun saya harus pulang, di takutkan ayah dan bunda saya mencari-cari saya." kata Alex menolak. "baiklah jika itu kemauan anda, nanti saya akan menyuruh beberapa anak buah saya untuk mengantar tuan hingga apartemen." ujar ketua mafia itu. "oh iya kalian ada lihat ponsel saya tidak. Kemungkinan ia jatuh saat saya berubah wujud tadi." tanya Alex pada mereka. "iya saya menjumpainya. Sekarang sedang saya cas karena tadi sempat mati. Sebentar saya ambilkan dulu." kata seorang dari anggota mafia itu. Kemudian orang itu berlari untuk mengambil ponsel milik Alex, setelah itu ia memberikan padanya. Setelah mendapatkan ponselnya, Alex segera menyalakannya, setelah menyala ia segera membuka aplikasi hijau dan benar saja ada banyak telepon dan beberapa pesan yang mangkrak di sana. Kebanyakan telepon itu dari adiknya dan juga kekasihnya. Ia pun segera menelpon balik Mika dan memberitahu jika ia baik-baik saja. Ia segera menyambungkan telepon milik Mika. Sesaat kemudian teleponnya pun tersambung dan langsung berdialog dengan Mika. "oi Mika Chan, o genki desu ka." tanya Alex pada Mika. "oi, watashiwa genki desu." sahut Mika. "Syifa bagaimana keadaanya sekarang. Apakah ia masih trauma akan hal itu." tanya Alex pada Mika tentang keadaan adiknya. "ya sekarang dia sedang tidur di kamarku. Nampak nya dia sangat kelelahan sehingga dia ketiduran tadi di pelukan ku." sahut Mika. "maaf sebelumnya ya Mika aku sudah merepotkan mu, aku sangat berterima kasih padamu karena sudah menjaga adik ku." kata Alex tak enak hati pada Mika. "iya, lagian aku suka kok menjaga adikmu, Kan dia sudah aku anggap menjadi adik ku sendiri. Jadi sudahlah jangan khawatir, aku akan menjaga dia seperti kamu sudah menjaga ku." ujar Mika membuat Alex salah tingkah. "emm sekarang kamu ada di mana, terus anggota sekte itu apa sudah kamu bereskan." tanya Mika pada Alex. "oh iya dia sudah aku ringkus dan sudah aku bereskan. Sekarang aku sedang berkunjung di basecamp kelompok mafia naga merah dan saat ini aku sedang makan jadi kamu tidak usah mengkhawatirkan aku." kata Alex pada Mika. "oh sedang makan ya, jangan lupa bekal yang sudah aku berikan di makan juga ya. Itu aku sendiri lho yang masak." kata Mika. "iya tenang aja pasti aku makan kok, emm sekali lagi maaf ya karena harus menjaga adik ku kamu jadi tidak berangkat ke kampus." kata Alex pada Mika. "sudah lah jangan merasa bersalah. Seharusnya kan kamu pulang ke Indonesia hari ini, tapi kamu justru masih di jepang karena tidak mau aku ngambek ya kan, sudah lah Alex kita ini sudah cukup lama pacaran hal seperti harus di jadikan alat untuk mempererat hubungan kita." kata Mika sok bijak. "iya deh si paling pintar, sudah dulu ya, aku mau makan ini sudah di tungguin sama anggota mafia, kamu jangan lupa makan juga ya." kata Alex pada Mika. "siap tuan, nanti rencananya aku juga mau masakin bubur buat Syifa biar dia agak sedikit tenang." ujar Mika. "ya sudah kalau begitu, sekali lagi terima kasih. See you by." kata Alex mengakhiri teleponnya. "see you by." sahut Mika sesaat sebelum teleponnya di matikan.


Namun di lain sisi gadis yang Alex tolong merasa iri pada kekasih Alex. Dikarenakan ia tidak pernah mendapat perhatian khusus seperti itu dari orang terdekatnya. Ia justru di kucilkan dan seperti di buang oleh keluarganya. Ia kini hanya murung sembari menundukkan kepalanya karena meratapi nasib nya yang sungguh jauh dari kata bahagia. Alex mengetahui keadaan gadis itu, ia segera menyuruh gadis itu untuk mendekat kepadanya. "Hay nona, mari duduk sini di dekat ku." panggil Alex pada gadis itu. "ya Alex-sama, aku di sini saja tidak enak jika bersebelahan dengan anda." kata gadis itu pada Alex. "sudah lah tidak usah sungkan. Sini mendekat kepadaku aku akan memberikan mu sesuatu sesuai janjiku padamu." kata Alex meyakinkan gadis itu. Kali ini ia berani mendekat dan segera duduk di samping Alex. "kemudian Alex memandanginya sesaat dan tersenyum kepadanya. "sekarang jelaskan kepadaku apa masalahmu sehingga kau ingin bunuh diri tadi." tanya Alex pada gadis itu. "em sebenarnya aku sangat tertekan di restoran tempat aku bekerja, di sana aku selalu mengerjakan sesuatu yang sebenarnya bukan dari kerjaan ku. Aku juga di ancam oleh atasan ku jika tidak mau untuk memuaskannya. Dia mengancam akan memasukan ku kedalam penjara atau industri film dewasa." kata gadis itu menjelaskan masalah yang ia hadapi. "oh sungguh biadab bos kamu itu. Sekarang tolong tunjukan kepadaku di mana kamu bekerja dan apa nama restoran nya supaya aku beri pelajaran pada bos mu itu." kata Alex pada gadis itu. "tidak usah tuan, karena dia juga mengancam jika melaporkan dirinya ke polisi maka dia akan membuat keluarga ku sengsara. Jadi tolong jangan anda melakukan sesuatu padanya." ujar gadis itu seperti ketakutan. "tenang lah aku ini bukan polisi, jadi tidak usah khawatir, intinya kamu harus melawan orang arogan seperti itu dan juga kamu tidak perlu takut kepadanya." kata Alex menenangkan gadis itu. "tapi." kata gadis itu namun Alex segera menutup mulutnya dengan telunjuk tangannya. "sudah tidak usah tapi tapian, sekarang ayo kita makan." ujar Alex kemudian ia melepaskan jari nya dari mulut gadis itu. "oh iya mana mobil ku apa ada yang membawanya ke sini." tanya Alex pada mereka. "ada tuan mobil anda ada di parkiran, apakah ada yang perlu saya ambilkan." tawar seorang dari anggota mafia itu. "iya tolong ambilkan aku sebuah kotak makanan dan bawa kesini." ujar Alex padanya. Kemudian ia segera bergegas mengambilkan kotak makan itu kemudian memberikannya pada Alex. Setelah menerima kotak itu ia segera membukanya dan menuangkan isinya di atas makanan yang akan mereka santap. Kemudian ia segera menyuruh semua anggota mafia itu untuk makan bersama, namun lagi-lagi gadis tadi membuat ulah, dia meminta sumpit untuk makan. "apakah tidak ada sumpit atau sendok." tanya gadis itu. "sudah lah makan saja dengan tangan supaya pencernaan mu sehat." kata ketua sekte itu pada gadis tadi.


__ADS_2