Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Tentang orang jepang


__ADS_3

"apa maksud kamu nak." tanya bunda pada Alex. "sudahlah bunda, bunda tidak usah tahu misi ku apa. Aku hanya minta sama bunda agar bunda diam dan tidak mencampuri urusan Alex lagi." kata Alex kemudian dia pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya. Setelah selesai membersihkan badan Alex langsung pergi ke masjid dan langsung menuju ke pesantren lagi. Namun dia justru di suruh oleh panitia masjid untuk mengisi ceramah hingga waktu isya tiba. Alex tidak bisa menolak permintaan itu dan setelah shalat dia langsung menaiki mimbar dan segera memberikan ceramah pada jamaah semua. Tak lupa Alex juga memberikan sedikit waktu kepada siapapun yang ingin bertanya perihal agama kepada Alex. Semua pendengar merasa puas dengan ceramah yang Alex berikan kepada mereka. Mereka sangat suka karena pembawaannya yang tidak terlalu serius dan bahkan cenderung santai, sesekali Alex juga melucu supaya jamaah lebih mudah menerima materi ceramah dari Alex. Setelah selesai ceramah Alex mengajak para hadirin untuk memakan jamuan yang telah di sediakan oleh panitia masjid. Mereka sudah hafal jika Alex tidak mau mendapat sepeserpun uang dari mereka, oleh sebab itu mereka berinisiatif untuk membelikan makan saja supaya ada terjalin kerukunan di antara mereka semua. Mengingat para warga di jepang sangat cuek satu sama lainnya. Jangankan bercengkrama dengan tetangga dengan keluarga mereka sendiri saja kadang tidak pernah berbicara bahkan hanya sekedar menyapa pun jarang.

__ADS_1


Seperti biasa mereka bercengkrama satu sama lain dan membagikan pengalaman hidup mereka pada orang lain. Alex sangat terharu melihat keakuran dan keakraban mereka. Dia merasa tidak sia-sia berada di jepang selama ini. Saat sedang asyik-asyiknya makan ayah Alex datang dan langsung duduk di sisi Alex. "halo pak Wildan apa kabar." tanya seorang warga pada ayah Alex. "Alhamdulillah kabar baik. Kalian semua bagaimana kabar kalian hari ini." Alhamdulillah kami baik-baik saja." ucap warga serentak. "silahkan di nikmati saja hidangannya tuan." kata salah seorang panitia masjid yang tak lain adalah karyawan dari ayah Alex. "oh iya terimakasih. Kalau tau ada acara seperti ini tadi saya belikan camilan dulu. Saya jadi gak enak datang pas waktu makan, kalau sudah kenyang langsung pulang." ujar ayah Alex membuat lelucon. "tidak usah repot-repot ayah. Cukup pesankan buat makan aja setelah isya." kata Alex menyindir ayahnya. "oh betul juga ya. Ya sudah nanti saya pesan buat kita makan bersama di sini." kata ayah Alex. "sebelumnya kami mengucapkan terimakasih sekali kepada anda tuan Wildan karena sudah mau memasukan makanan untuk kami." ujar ketua panitia di masjid itu. "iya sama-sama. sekarang kita shalat isya dulu sudah mau masuk waktu soalnya." ujar ayah Alex. Mereka pun serentak langsung pergi ke kamar mandi dan sebagian hanya berwudhu. Sementara Alex hanya duduk menunggu mereka semua selesai. Tiba-tiba ayah Alex mendekatinya, dia langsung bertanya perihal Mika kepada Alex. "nak apa benar tadi bunda membentak Mika." tanya ayah Alex pada nya. "ayah tau dari mana soal itu." Alex balik menanya. "adikmu sudah menceritakannya semua. Ayah juga dengar kalau kamu di usir sama bunda." ujar ayah Alex. "iya itu semua betul, mungkin besok aku bakal pulang ke Indonesia." sahut Alex. "ya sudah jika begitu ayah bakal ngasih kamu berkas yang harus kamu bawa untuk menemui klien ayah. Jangan lupa juga kamu jaga diri ya, kabari kalau sudah sampai di Indonesia." ujar ayah Alex kemudian dia bangkit dan pergi ke tempat wudhu. "ya elah aku kira ayah mau bantuin aku biar gak di usir bunda eh justru dia malah ngebiarin aku gitu aja." kata Alex kesal. Setelah itu adzan berkumandang Alex segera mengambil minuman dan meminum air itu. Setelah itu dia pergi ke toilet dan langsung berwudhu setelahnya. Tidak lama kemudian iqomah pun berkumandang dan Alex mendorong ayahnya untuk menjadi imam.

__ADS_1


Sesudah shalat isya dan berwirid Alex langsung keluar masjid dan mengambil beberapa lembar gorengan yang tersisa. Kemudian dia melihat ada seorang pengantar makanan datang ke masjid itu. Dia menyerahkan beberapa kotak makanan dan Alex langsung menerimanya. Setelah itu dia pun pergi Alex langsung menyuruh salah seorang panitia masjid untuk menyiapkan hidangan itu. Setelah siap semua jamaah di suruh berkumpul di tempat yang sudah di sediakan dan langsung menyantap hidangan yang ada. Sementara Alex dia langsung pamit pergi karena ingin mengambil teleponnya yang tertinggal di rumah kiyai Halim. "bapak-bapak, mohon maaf saya pergi dulu ya. Saya mau ke pesantren soalnya." ujar Alex berpamitan pada semua jamaah. "oh iya nak Alex hati-hati." ujar seorang dari jamaah. "emang mau ngapain ke sana nak." tanya ayah pada Alex. "ngambil ponsel yah tadi ketinggalan di sana." sahut Alex.

__ADS_1


Alex berjalan menuju ke sana dan di sepanjang jalan dia melihat begitu rapinya sandal yang ada di sana. Dia sangat kagum melihat hal itu, begitu mudahnya orang jepang belajar tentang kerapian. Tanpa ada yang menyuruh siapapun yang melihat sandal berantakan langsung saja di rapikan. Ingin sekali Alex menerapkan hal seperti itu di kosan miliknya, namun tidak mudah untuk melakukan hal itu. setelah Alex sampai di depan rumah kiyai Halim Alex langsung mengetuk pintu rumahnya. Terdengar jawaban dari seseorang dan pintu pun terbuka. Ternyata itu adalah putri dari kiyai Halim yang membukakan pintu rumahnya. Melihat itu Alex langsung too the poin supaya tidak berlama-lama di tempat itu. "ponsel ku tertinggal di sini, boleh tolong ambilkan." pinta Alex padanya.

__ADS_1


__ADS_2