
Kemudian Khanza pun kembali masuk untuk mengambilkan ponsel milik Alex. Sedangkan Alex hanya menunggu di depan pintu rumah kiyai Halim. Dia berdiri di sana sehingga ada beberapa santri putri yang lewat di depan Alex tanpa mereka tahu siapa sosok yang sedang berdiri itu. Kemudian Khanza keluar dengan tas yang berada di bahu kirinya dan juga uminya yang mengikuti dari belakang. "ini ponselmu tapi anterin aku dulu ya ke minimarket." kata Khanza pada Alex. "apaan sih, tinggal ke sono sendiri juga bisa. pesan aja tuh taksi online biar gampang aku mau ketemuan soalnya." sahut Alex. "ya udah kalau gak mau ponsel kamu juga gak aku kembalikan." ancam Khanza. "ya udah situ ambil. Bisa beli lagi aku." kata Alex kesal kemudian pergi dari rumah kiyai Halim sembari menendang ember yang menghalanginya. Melihat Alex semarah itu Khanza pun segera berlari dan langsung memberikan ponsel itu padanya. Namun Alex menepis ponsel nya sehingga menyebabkan ponselnya terjatuh. Alex masih saja berjalan tanpa menghiraukan perkataan Khanza. Khanza hanya bisa menangis melihat tingkah Alex yang cukup keterlaluan itu. Khanza meringkuk memeluk kedua lututnya kemudian ia menangis tersedu-sedu. Istri kiyai Halim tidak bisa berbuat apa-apa, dia bingung harus menyalahkan siapa. Di sisi lain Alex lah yang salah karena dia sudah berlaku tidak wajar di pesantren bahkan terhadap perempuan, namun di sisi lain putrinya lah yang membuat Alex seperti itu sehingga dia sangat marah padanya.
__ADS_1
Namun sejahat jahatnya Alex dia masih punya rasa iba pada perempuan. Dia tidak bisa membiarkan perempuan menangis karena kelakuannya. Alex kemudian mendatangi Khanza dan merebut ponsel dari genggamannya. Kemudian dia duduk menenangkan Khanza dan memberinya sebuah coklat supaya dia lebih tenang. "maafin aku ya soal yang tadi. Hari ini banyak sekali masalah yang menghampiri diriku. Sehingga pikiranku selalu kacau karenanya. Sekarang untuk menebus kesalahanku, mau enggak kamu makan bareng aku di mall. Aku yang bayar nanti." kata Alex membujuk Khanza. Sedangkan Khanza hanya mengangguk mengiyakan ajakan Alex. Dia tidak berani menolaknya, karena ini adalah momen di yang sangat dia tunggu-tunggu. Alex kemudian bangkit dan Khanza juga, mereka berdua lalu berjalan menuju mobil Alex yang di parkiran di dekat masjid. Tak lupa Khanza mengajak ibunya untuk ikut serta karena memang sebenarnya dia hanya mengantar ibunya berbelanja. Khanza kemudian duduk di samping Alex, sementara ibunya di jok belakang. Alex kemudian memundurkan mobilnya lalu dia melaju menuju ke mall yang hendak mereka tuju. Sebenarnya Alex merasa risih jika Khanza duduk di sampingnya. Biasanya di situ hanya ibu, adik dan Mika saja yang mendudukinya. Kali ini perempuan lain yang di mana Alex sangat menghindarinya. Namun apalah daya dia tidak bisa berbuat apa-apa, itu semua dia lakukan untuk menebus kesalahannya tadi.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh Alex pun tiba di tempat yang hendak ia kunjungi. Alex mengajak mereka ke mall Kyoto Avanti, mall yang cukup populer di kota Kyoto. Mereka singgah di tempat itu karena Alex takut mereka pulang ke malaman. Alex pun memarkirkan mobilnya dan menuju langsung menuju ke dalam mall. Suasana yang tadinya gerah kini menjadi sejuk karena AC yang banyak terpasang di mall itu. Alex dan Khanza langsung menuju ke area Resto dan Alex memilih makanan yang halal di sana. Setelah menelusuri beberapa saat dia menemukan resto itu. Alex langsung mengajak Khanza masuk dan juga ibunya. Namun ibunya menolak untuk masuk karena dia hanya ingin berbelanja saja. Alex sudah mengetahui niatan umi Khanza. Namun dia membiarkan uminya Khanza untuk pergi. Namun baru beberapa langkah ada sepasang anak muda yang mengejek penampilan umi Khanza. Mereka mengatai ninja pada umi Khanza karena pakaiannya yang sangat tertutup sehingga hanya terlihat bagian kedua mata miliknya saja. Mendengar ejekan itu Alex langsung berbalik badan dan berdehem pada kedua pasangan itu. Saat melihat Alex mereka langsung menunduk dan segera pergi meninggalkan tempat itu. Setelah kedua orang itu pergi Alex memanggil seorang satpam dan memintanya untuk menemani umi Khanza. Satpam itu sudah cukup kenal dengan Alex sehingga dia mau untuk menemani umi Khanza. Setelah merasa aman Alex dan Khanza langsung masuk ke dalam resto itu untuk memesan makanan.
__ADS_1
"Abang kapan datangnya." tanya Mila pada andri. "belum lama baru aja datang." kata Andri. "Abang di Indonesia ngapain aja kok gak pernah ke sini." tanya Mila. "ya Abang kan kuliah Abang juga ngejaga kosan. Jadinya jarang ke sini." sahut Andri. "lha ngapain Abang ngekos kan rumah kakek besar." kata Mila polos. "lha memang tapi kan itu kosan Abang, bang Leo juga bang Alex yang kami bangun dulu." kata Andri menjelaskan. "oh kosan yang itu, emang masih ada ya. Aku kira bangkrut lho." ujar Mila meledek Andri. "enak aja ya enggak lah masih berdiri Kokoh." ujar Andri. "Abang kuliah udah semester berapa." tanya Mila. "baru semester dua itu pun jarang datang." ujar Andri. "hidih kebiasaan bolos dari dulu." kata Mila. "bang, kosan Abang ada yang cewek enggak." tanya Mila. "ya ada dong masa enggak sih. Tapi mereka Abang pisahin terus tempat mereka juga Abang kasih dinding yang tinggi biar gak ada yang manjat." ujar Andri. "Halah palingan juga masih banyak tuh yang manjat tembok itu. Enggak mungkin kan mereka nurut." kata Mila. "ya tapi bukan cuma tembok doang ada cctv juga jadinya lumayan aman lah." sahut Andri. "jumlah orangnya ada berapa bang yang ngekost di kosan Abang." tanya Mila. "udah lumayan banyak sih. Cukuplah untuk balik modal." ujar Andri. "hasil uang itu langsung di bagi,apa di kumpulin dulu." tanya Mila. "ya langsung di bagi. Mangkanya kami menetapkan pembayaran di satu tanggal doang. Jadi gak bisa kurang dari tanggal itu. Tapi yang lebih ya banyak." ujar Andri. Mila hanya tertawa mendengar perkataan Andri. Tiba-tiba ibu Andri masuk dan tersenyum melihat kedua anaknya sedang asyik berbincang. Ibu Andri langsung duduk dekat dengan mereka. "nak gimana kosan kamu yang kamu bangun waktu itu." tanya ibu pada Andri. "ya gitu lah Bu. Seperti biasa jalan terus." ujar Andri. "tapi itu semua bisa buat kamu makan kan." tanya ibunya. "ya kan aku juga gak bergantung pada kosan doang Bu. Aku juga buka toko sembako buat kebutuhan yang lain. Kalau ngandelin kosan doang mah aku gak bisa bayar kuliah." ujar Andri. "lha emang Abang kuliahnya bayar sendiri." tanya Mila
__ADS_1