
Alex kemudian membawa pria itu ke tempat terpencil dan jauh dari keramaian. Ia menuju ke tempat bernama Aokigahara sebuah tempat di mana semua orang yang hilang akan di cari di tempat itu. Area itu sering di temukan orang bunuh diri, oleh sebab itu semua warga di jepang akan mencari orang yang hilang di area tersebut. Dengan perasaan yang sangat kesal Alex melajukan mobilnya dengan sangat kencang. Sementara pria itu hanya bisa pasrah dan dia menahan rasa sakit akibat pukulan yang Alex berikan. Tak butuh waktu lama Alex pun sampai di Aokigahara sebuah tempat yang begitu terkutuk bagi masyarakat jepang. Setelah ia sampai di situ Alex kemudian langsung menarik pria tadi dan melemparkannya ke sebuah pohon. Setelah itu ia mengikat orang itu di pohon tersebut dan melepaskan semua ikatan di tubuhnya. "tuan tolong lepaskan saya, jika tuan tidak mau menyesal di kemudian hari." ujar orang itu mengancam. "sudah lemah saja masih berani mengancam ya. Ohh apa ini tempat sekte kamu bermarkas, sehingga kamu mulai berani dengan saya." ujar Alex pada pria itu. Tiba-tiba dari kejauhan ia melihat seseorang wanita yang sedang membawa sebilah pisau, wanita itu berjalan tergesa-gesa sembari berteriak dan menangis. Melihat itu Alex pun segera menghampiri wanita tadi, ia khawatir akan ada korban selanjutnya di tempat terkutuk tersebut. Sembari berlari ia mencoba menelpon semua teman mafianya saat dulu dirinya lama di jepang. Syukurlah ketua mafia yang sekarang berhasil ia hubungi, Alex kemudian meminta tolong pada nya untuk mengerahkan semua anak buah yang ia punya supaya segera merapat ke Aokigahara. Ketua mafia itu menyanggupi permintaan Alex, ia begitu semangat untuk menolong Alex karena Alex adalah orang paling penting di kelompok mereka. Setelah menelpon mafia itu Alex kembali mengejar wanita tadi. Sampailah ia di suatu tempat di sisi sebuah pohon yang banyak terdapat boneka bergelantung di sana. Alex pun mendekati wanita itu dengan mengendap-endap supaya ia tidak mengetahui keberadaannya. Tepat di saat Alex sudah sampai di belakang wanita itu ia hendak menusukan pisaunya ke arah ulu hatinya. Namun beruntungnya Alex segera menendang wanita tadi sehingga nyawanya berhasil di selamatkan. Wanita itu kaget berbalik melihat ke arah Alex. Ia menatap Alex dengan tatapan benci padanya. Kemudian ia mengambil pisau miliknya dan langsung saja menikamnya ke arah Alex. Untung saja Alex segera mengindari serangan wanita itu. Kemudian Alex mengambil sebuah ranting pohon dan memukulkan nya pada tangan wanita tadi yang membawa pisau. Pisau itu pun terpental, Alex segera meraihnya dan segera membuangnya jauh-jauh. "nona kenapa anda mau bunuh diri." tanya Alex pada wanita itu. "itu bukan urusan mu, sekarang pergilah dan jangan ganggu aku untuk mendatangi kematian." ujar wanita tadi. "jika anda punya masalah cepat cerita saja dengan saya. Saya pasti akan membantu nona semampu saya." kata Alex menenangkan wanita tadi. "sudah aku mending mati saja. Itu lebih baik dari pada aku hidup terus di sakiti oleh orang di sekitarku." kata wanita tadi sembari menitiskan air mata. "sudah sekarang nona ikut dengan saya dulu. Jika saya tidak bisa membantu nona, nanti nona akan saya antar ke sini lagi, dan itu saya berjanji." kata Alex pada wanita tadi.
Perlahan wanita tadi luluh dengan perkataan Alex. Alex kemudian mendekati wanita itu dan segera meraih tangannya, wanita itu hanya diam tangannya di pegang oleh Alex. Alex kemudian menuntun wanita itu untuk keluar dari Aokigahara dan mengajaknya ke suatu tempat yang mungkin bisa membuat pikirannya menjadi sedikit tenang. Mereka kemudian berjalan keluar dari Aokigahara menuju ke mobil Alex. Namun hal yang tidak terduga terjadi pada mereka. Mereka di hadang oleh sekelompok orang yang mengenakan atribut seperti orang yang ia ikat di pohon tadi. Namun sebenarnya ia sudah menduga hal itu akan terjadi karena itu merupakan markas mereka berkumpul. "oh kamu yang tadi menghabisi salah satu dari anggota kami." tanya seseorang dari mereka. "saya tidak menghabisi teman anda, justru teman anda lah yang minta saya habisi. Karena dia sudah berani mengganggu saya dan keluarga saya. Dia hampir mencelakakan adik saya lagi tadi. Sehingga saya memberi pelajaran padanya agar dia tidak semena-mena dengan keluarga saya." jawab Alex santai. "sombong sekali kamu, kamu tahu tidak siapa yang kamu hadapi saat ini." kata seseorang yang memakai atribut sedikit berbeda dari yang lain, mungkin itu ketua dari sekte itu. "saya tau kalian semua siapa. Tapi apakah kalian semua tau siapa saya." ujar Alex pada ketua itu. "jelas kami tahu, kamu adalah orang sombong yang hanya membawa seorang wanita lemah dan ingin melawan kamu yang berjumlah lebih dari 20 orang. "heh emang berapa jumlah kalian." tanya Alex. "jumlah kami 21 orang, memang kenapa kamu takut menghadapi kami." tanya ketua itu. "ya elah paling 20 lebih 1 saja sombong, soal takut saya tidak begitu selera dengan yang namanya takut, mungkin harusnya saya yang bicara seperti itu pada kalian semua. Kalian gak takut melawan saya." kata Alex pada mereka. "kamu itu cuma sendirian jadi apa yang harus kami takutkan." kata salah seorang dari mereka dengan sesumbar. Alex hanya menyauti omongan itu dengan tersenyum. "sekarang kamu pilih salah seorang dari kami untuk melawan mu terlebih dahulu." kata ketua itu menantang Alex. "serahkan saja yang paling kuat di antara kalian untuk saya ***** dengan tangan saya ini." sahut Alex meledek mereka. Mendengar perkataan Alex semua anggota sekte itu tertawa dan mengira Alex hanya bercanda. "sombong sekali kamu anak muda, kamu mau melawan anggota kami yang paling kuat. Apa kamu mampu." kata ketua itu pada Alex. "jangan kan anggota terkuat kalian, iblis kalian pun bisa aku ***** dengan tanganku ini." Jawab Alex dengan tegas. "oh jika begitu tunjukan kesombongan mu dengan melawan dia." ujar ketua pada Alex. Kemudian orang yang ia tunjuk itu pun segera maju dan mengambil ancang-ancang untuk menyerang Alex. Alex kemudian menyuruh wanita yang ia bawa untuk segera menjauh dari tempat itu dan menuju tempat yang dia rasa aman. Kemudian Alex mengambil ancang-ancang dan segera menyerang anggota sekte itu. Dengan tiga kali gerakan Alex berhasil memukul kepala orang itu. Mendapat pukulan Alex orang itu langsung terpental dan tersungkur. Ketua sekte memuji kemampuan beladiri Alex yang berada di atas rata-rata itu. Ia tidak menyangka jika orang andalannya bisa dia habisi dalam tiga kali gerakan saja.