
Mereka bertiga betul-betul sangat lemah kala itu, semua tenaga mereka sudah habis mereka juga terluka parah sehingga tidak memungkin kan untuk menyerang dukun itu lagi. Dukun itu pun mendekat sembari melafazkan mantra penghancur Sukma. Mereka bertiga hanya pasrah karena mungkin itu adalah jalan hari terakhir mereka. Mereka hanya terdiam karena sudah tidak berdaya, sementara dukun itu sudah hampir dekat dengan mereka. Sesaat sebelum dukun itu memukulkan jurusnya pada mereka, Alex langsung menyerang dukun itu terlebih dahulu untuk mengulur waktu pemulihan kedua saudaranya. Serangan Alex tepat mengenai dada dukun itu, namun karena serangannya begitu lemah maka hanya membuat dukun itu mundur sedikit. Dukun itu pun sangat geram karena di sisa hidup mereka masih sanggup untuk menyerang. Ia kemudian melafazkan mantra kembali, diiringi dengan angin yang berhembus kencang juga suasana sekitar yang menjadi semakin gelap. Ternyata itu adalah efek dari jurus penghancur Sukma tingkat tinggi. Setelah dukun itu mengangkat tangannya ia pun langsung menghantamkan pada ketiga rivalnya itu. Tapi keajaiban terjadi, tiba-tiba langit kembali terang dan angin berhembus sangat lembut. Dari belakang Leo, Alex dan Andri ada sesosok laki-laki berjubah putih dan memiliki lambang sama seperti lambang jubah pada mereka bertiga. Lelaki itu menatap tajam pada sang dukun, melihat sosok itu seluruh dedemit peliharaan dukun itu langsung berhamburan tak tentu arah. Namun sang dukun tetap pada pendiriannya, ia kembali membacakan mantra dan segera mengeluarkan benda pusaka miliknya. Lalu dukun itu melayang sehingga ia sepadan dengan pria itu dan ia langsung menyerang dengan benda pusaka itu. Serangan dari dukun itu tidak berarti bagi pria itu, karena dengan mudah ia menghindari nya. Dukun itu tidak kehabisan akal dia pun kembali membelah raganya untuk menipu laki-laki itu. Tapi baru saja raganya terbelah ia langsung terkena ajian yang membuat raga tiruannya itu langsung menghilang. Melihat yang demikian dukun itu langsung marah karena dirinya seperti di permainkan. Ia pun langsung menyerang dengan membabi-buta. Tapi laki-laki itu dengan mudah menghindari serangan itu. Setelah cukup dengan permainannya dengan dukun itu laki-laki itu pun langsung balik menyerang dukun itu. Dengan sekali serangan oleh laki-laki itu sang dukun langsung tumbang. Ia terpental menabrak sebatang pohon sehingga pohon itu roboh, Kemudian ia jatuh dalam keadaan tengkurap. Setelah menumbangkan dukun itu si pria langsung menuju ke tempat Leo dan adiknya berada. Mereka sedikit ada rasa takut saat melihat pria itu, karena ia sangatlah kuat sehingga nyalinya hilang seketika. Tapi mereka penasaran dengan sosok laki-laki itu, karena di mata mereka sosok itu tidak lah asing, karena jubah yang ia gunakan sama seperti jubah yang mereka bertiga gunakan. Laki-laki itu semakin mendekat sehingga jarak antara mereka sangatlah dekat. Setelah dekat laki-laki itu langsung membaca sebuah doa dan menghempaskan pada mereka bertiga. Seketika mereka langsung sesak nafas karena mendapat jurus yang dahsyat itu, mereka seketika langsung muntah darah akibat jurus itu. Di sisa-sisa kesadaran mereka, mereka berharap bisa melihat sosok laki-laki itu, tapi pandangan mereka hilang sebelum melihat sosok itu.
Setelah beberapa saat pingsan mereka kembali siuman dan sosok lelaki itu masih berada di sana, sosok itu tengah membakar sesuatu, dari baunya seperti sedang membakar ikan. Setelah mereka siuman mereka langsung duduk, tapi mereka heran karena mereka tidak di apa-apakan oleh laki-laki itu. Setelah laki-laki itu menyelesaikan pembakarannya ia langsung berbalik ke arah mereka bertiga. "syukurlah kalian sudah sadar, maafin Datuk ya karena terlambat datang." kata laki-laki itu. Melihat laki-laki yang ada di hadapannya membuat mereka langsung bangkit dan segera memeluk sosok itu. Ternyata sosok yang menolongnya adalah mendiang datuknya yaitu Datuk puang Abang. Ia adalah Datuk mereka bertiga, ia juga yang telah mengajari silat dan beberapa ilmu Kanuragan yang sangat membantu mereka di kehidupan sehari-hari. Mereka kemudian melepaskan pelukan dari Datuk itu, mereka sangat gembira karena bisa bertemu Datuk kembali setelah sekian lama berpisah. Tapi Leo langsung teringat tentang mereka bertiga, apakah mereka sudah pindah alam dan menyusul Datuk. Karena penasaran Leo pun bertanya pada Datuk, "maaf Datuk apakah kami sudah berpulang dan menyusul Datuk." tanya Leo. "belum cucuku kalian masih bisa kembali ke dunia, ini adalah tempat di antara kehidupan dan kematian. Di alam dunia kalian sedang dalam keadaan pingsan karena efek obat yang telah aku masukan dalam tubuh kalian. Tapi sudah lah yang penting sekarang kalian makan ikan bakar terlebih dahulu." kata Datuk sembari menghidangkan sejumlah ikan serta nasi dan sambal tak lupa lalapan berupa kol yang sangat segar. Mereka kemudian makan hingga mereka kembali bertenaga. sembari makan Datuk menceritakan kehidupan mereka saat mereka masih kecil dan mereka masih belajar silat padanya. Ia juga menanyakan perihal dukun itu pada mereka dan apa yang mendorong mereka untuk melawan dukun itu. "cucuku kenapa kalian melawan dukun itu. Itu cukup beresiko bagi kalian. Karena taruhannya adalah nyawa. Apa yang membuat kalian bertarung dengan dukun itu." tanya Datuk pada mereka. Satu-persatu dari mereka menjelaskan perihal dukun itu pada Datuk. Datuk pun hanya manggut-manggut mendengar cerita dari cucunya itu. Kemudian ia mengelus kepala mereka dan memberi sedikit nasihat. "cu, jika ada yang menjahati kalian maka kalian tidak harus menjahati mereka. Jika ada yang melukai kalian maka kalian tidak usah membalasnya. Karena balasan kalian tidak berarti baginya, tidak memberikan efek jera malah akan menambah musuh bagi kalian. Serahkan semuanya pada yang maha kuasa, dia yang paling berhak untuk membalaskan perbuatan milik hambanya yang beriman. Jadi Datuk minta tolong mulai saat ini kalian berhenti untuk melawan dukun lagi." kata Datuk pada ketiga cucunya itu. "maaf Datuk kamu bukanya mau membantah. Namun itu semua kami lakukan supaya tidak ada korban lagi setelah nya. Kami berharap bisa mengalahkan dukun itu dan supaya tidak ada orang yang mati sia-sia akibat perbuatannya yang terkutuk itu. Namun jika kami yang pergi duluan maka efek serangan kami akan membuat dukun itu kesakitan dalam jangka waktu yang lama dan kemudian dukun akan mati seketika." jelas Alex. "betul Datuk apa yang Alex katakan, kami hanya ingin menjaga anggota kosan supaya mereka aman dan nyaman kemudian kami akan membuat semua orang aman dari perbuatan dukun biadab itu. Karena kami melihat ada banyak arwah penasaran di sekitar rumah dukun itu yang mereka hendak meminta tolong." sambung Leo. "terus kalian mau membunuh dukun itu." tanya Datuk. "tidak, kami akan mengeluarkan semua ilmu miliknya dan membuat dukun itu menjadi orang pada umumnya." balas Andri. Mendengar niat mulia dari cucunya itu sang Datuk hanya manggut-manggut dan seperti setuju dengan mereka.