Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Ternyata bukan saudara kandung


__ADS_3

Sesampainya Liana di pasar ia langsung menuju ke toko milik budenya. Ia biasa membeli di tempat itu sekaligus menjadi pelaris budenya. "bude terigunya 5 kg sama telurnya 3 kg aja bude." kata Liana pada budenya. "iya nduk sebentar." sahut budenya Kemudian ia mencari semua pesanan Liana dan segera menimbang nya. "apa lagi nduk." tanya budenya barang kali ada yang mau ia beli. "oh iya bude minyak, mie keriting sama penyedap bude sekalian." sahut Liana. Kemudian budenya pun segera mengambilkan semua pesanan Liana. Setelah itu budenya langsung menghitung total semua belanjaannya dan segera menyuruh karyawannya untuk membawakan ke motor Liana. Setelah membayarkan semua belanjaannya Liana langsung pamit untuk pulang. Saat ia pulang tiba-tiba hujan lebat pun turun, Liana langsung menepi dan berteduh di halte bus yang kebetulan ada di tempat itu. Sesaat kemudian Liana pun melihat ada motor sport yang juga berhenti di halte itu. Orang itu pun lantas memarkirkan motornya dan bergegas berlari ke dalam halte itu. Liana pun mengamati motor itu dan pemiliknya. Beberapa saat kemudian ia baru saja mengingat jika motor itu milik salah seorang adik Leo. Liana pun segera bergegas menuju ke tempat pria itu berada, tapi sialnya ia langsung menelpon seseorang dan itu membuat Liana sedikit mengurungkan niatnya. Liana mendengarkan dengan seksama percakapan pria itu dengan seorang di sebrang telepon sana. Sedikit yang Liana dengar ia meminta tolong untuk di antar ke bandara lantaran ia hendak ke luar negeri. Setelah obrolan yang cukup panjang pria itu pun segera mematikan teleponnya dan langsung duduk di halte itu menunggu jemputannya datang. Karena penasaran Liana langsung menghampiri pria itu dan terus menyapanya. "Hay kakak." kata Liana mengawali. "halo ada yang bisa saya bantu." tanya pria itu pada Liana. "maaf apa benar kakak ini adiknya Kak Leo." tanya Liana. "iya benar kamu tau dari mana." tanya pria itu balik. "tadi pagi kak Leo datang ke sekolah katanya di suruh sama adiknya terus dia ngenalin diri ke aku." sahut Liana. "oh kamu yang kemarin minta tolong sama Abang Alex kan." ujar pria itu. "Abang Alex dia siapa." tanya Liana lagi. "itu yang kemarin kamu tabrak. Kamu yang nabrak orang kan malam itu." ujar pria itu. "iya kak jadi yang aku tabrak itu namanya kak Alex ya." tanya Liana seperti menemukan jawaban. "iya dia namanya Alex. Sekarang dia lagi ke jepang jadinya gak bisa nolongin kamu pagi tadi. Tapi kamu aman kan." kata pria itu. "iya aku aman kok." sahut Liana. "bagus lah kalau begitu, ngomong-ngomong kamu dari mana." tanya pria itu pada Liana. "aku dari pasar kak." jawab Liana. "oh, oh iya kita belum kenalan ya. Nama aku Andri adik dari Leo dan Alex. Nama kamu siapa." tanya Andri setelah memperkenalkan diri. "nama aku Liana, salam kenal kak." jawab Liana. "iya salam kenal juga." sahut Andri. "oh iya kakak mau kemana kok kaya buru-buru." tanya Liana. "aku mau terbang nih ke luar negri." sahut Andri. "mau ketemu sama kak Alex ya." tanya Liana lagi. "enggak aku mau ke Rusia, soalnya papa aku tadi nelpon nyuruh aku segera ke sana." sahut Andri.

__ADS_1


Mendengar penuturan Andri Liana sedikit bingung mengapa kakak adik namun mereka berbeda arah tujuannya. "maaf kak kalian kan kakak adik kok ke negara berbeda sih menemui orang tuanya. Soalnya tadi juga kak Leo bilang kalau kak Alex ke jepang mau nemuin ayahnya. sekarang kakak malah ke Rusia nemuin papanya." tanya Liana sedikit kepo dan kebingungan. "iya memang kami Kakak adik tapi kami beda orang tua. Ya hitungannya saudara sepupu lah. Bukan saudara kandung." jelas Andri pada Liana. Liana pun hanya mengangguk pertanda ia paham dengan perkataan Andri. Tak lama kemudian datang mobil yang menghampiri mereka berdua, melihat mobil itu Andri langsung saja berpamitan pada Liana karena sudah di jemput. Sementara motor Andri ia berikan pada seorang untuk mengantarnya. Liana melambaikan tangan saat Andri berjalan jauh menuju bandara. Karena ia rasa hujannya sudah mulai reda maka Liana memutuskan untuk segera pulang. Sepanjang perjalanan ia masih memikirkan cara untuk meminta maaf pada Alex. Karena ia sangat tidak enak pada dirinya. Tapi entah bagaimana caranya untuk meminta maaf pada dirinya. Karena sekarang Liana dan Alex sedang terpisah cukup jauh. Tapi kembali lagi mengingat kejadian semalam membuat Liana masih menyimpan sedikit kekesalannya pada Alex. Namun batinnya memberontak antara ia ingin meminta maaf atau ingin menjauhi Alex untuk selamanya.

__ADS_1


Tak lama kemudian Liana pun sampai di rumahnya. Ia kemudian langsung menurunkan semua barang belanjaannya di warung miliknya. Setelah itu Liana langsung menuju ke rumahnya untuk beristirahat sejenak. Karena sedikit bosan Liana pun langsung menyalakan televisinya. Ia menonton acara yang sebenarnya tidak ia sukai namun karena adanya hanya itu maka ia terpaksa menontonnya. Beberapa saat kemudian ia merasa sedikit lapar, ia pun segera beranjak ke dapur untuk melihat masakan ibunya. Namun baru saja ia bangun dari duduk Liana langsung melihat ibunya masuk ke rumah dengan menenteng sebuah kantong plastik. Ternyata ibu dan adiknya baru saja pergi dari acara kondangan di desa sebelah. Kemudian Liana langsung bertanya perihal tentengan itu pada ibunya. Tanpa menjawab ibunya langsung memberikan tentengan itu padanya, sementara adiknya langsung duduk sembari memainkan televisi untuk mencari acara yang ia suka. Liana pun sedikit tersenyum melihat ternyata ibunya membawa beberapa bungkus bakso. Liana pun langsung menaruh bakso itu ke dapur dan segera mengambil piring dan juga makanan yang ada di meja makan. Kemudian Liana langsung menuju ruang keluarga dan duduk bersama dengan ibu dan adiknya. Melihat Liana tidak memakan bakso yang ibunya bawa, ibunya pun lantas bertanya padanya. "nak baksonya kok gak di makan." tanya ibunya. "nanti aja lah Bu bareng-bareng." sahut Liana. Kemudian ia pun menyantap makanan hingga tak bersisa lalu segera masuk ke kamar.

__ADS_1


Sementara Alex dan keluarga telah sampai di apartemen miliknya. Mereka langsung menuju lantai 12 tempat ibu dan ayahnya tinggal. Syifa pun langsung mengganti pakainya dengan pakaian santai dan segera menghampiri Alex yang sedang membantu ibunya menyimpan perbelanjaannya. Syifa lantas membantu kakak dan ibunya setelah semuanya beres ia mereka langsung menuju ke ruang keluarga. Sebelum itu Alex menyuruh Syifa untuk membuatkannya minuman. Tanpa penyangkalan Syifa pun membuatkan minum untuk kakaknya yang sangat ia rindukan itu. Setelah itu mereka berdua saling mengobrol satu sama lain menceritakan pengalaman mereka selama di tempat masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2