Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Mereka bertiga terluka


__ADS_3

Ia pun segera menaiki tangga dan kemudian membuka pintu. Namun saat dia hendak masuk tiba-tiba ia terpental cukup jauh dari rumah itu. Ia pun keheranan dan seketika ia menerawang apa yang membuatnya terpental. Ternyata rumahnya telah di segel dengan doa-doa, ia tidak tahu siapa yang telah mensegel rumahnya itu, yang pasti dia kesulitan untuk memasuki rumah itu. Ia pun mengeluarkan sebuah jurus yang bisa membuka segel itu, karena dalam penglihatannya segel dari rumah itu sangatlah rapuh dan tipis. Ia pun langsung membaca mantra untuk membuka segel itu, setelah mantra nya selesai di baca ia kemudian seperti melempar sesuatu pada rumahnya. Namun bukanya terbuka justru kekuatannya tidak dapat menyentuhnya sedikitpun. Ia pun keheranan karena kekuatannya melemah, ia baru tahu jika seluruh jimat dan rajah miliknya ada di dalam rumah itu ia hanya membawa beberapa untuk pegangan namun itu juga menyambung pada sebuah boneka setan yang ada di rumah nya itu. Ia menjadi kesal dan marah karena sudah di permainkan oleh 2 bocah sialan itu. Namun dia tidak tahu harus berbuat apa karena dia pun masih lemah akibat bertarung di dimensi lain yang sangat menguras tenaga. Ia pun merangkak ke sebuah batu, tubuhnya yang sudah renta itu di sandarkan pada batu itu. Ia pun merenung karena kehabisan akal, kali ini ia tidak terima harus kalah dengan bocah ingusan itu. Saat sedang merenung netranya tak sengaja melihat ke arah Rio yang sedang terikat. Mbah dukun itupun langsung membulatkan matanya, ia berusaha bangkit dan segera berjalan menuju tempat Rio di ikat. Melihat dukun itu berjalan ke arahnya mata Rio pun berbinar-binar, ia menyangka jika dukun itu masih setia padanya dan akan segera melepaskan dari ikatan itu. Namun kenyataanya tidak seperti harapannya, dukun itu langsung mencekik leher Rio saat ia sampai di tempat itu. Rio pun kesakitan dan meminta dukun itu untuk melepaskan cekikannya. Namun ia justru semakin mempererat cekikannya itu membuat Rio susah bernafas.

__ADS_1


Tiba-tiba dukun itu pun di serang oleh Andri dari samping. Serangan mendadak itu membuat di dukun melepaskan tangannya dari Rio dan dia langsung terjerembab. Dukun itu dan Rio pun terkejut melihat sosok berjubah yang ada di depannya itu. "siapa kamu berani sekali kamu menyerang ku." tanya dukun itu padanya. Tanpa pikir panjang sosok itu pun membuka tutup kepalanya dan ternyata itu adalah Andri. Kemudian ia mengeluarkan sebuah botol berisi air dari balik jubahnya. Melihat lelaki itu Rio langsung teringat jika ia adalah orang yang merebut kekasihnya. Ia tidak menyangka ternyata orang yang ia lawan bukan orang sembarangan. Kemudian Andri langsung mencipratkan sedikit air itu pada sang dukun. Seketika kulit sang dukun yang terkena cipratan air itu langsung melepuh. Kali ini dukun itu tidak berani melawan karena akan sangat beresiko pada nya. "wahai anak muda tolong ampunilah aku. Aku berjanji tidak akan melakukan ini lagi dan aku akan meninggalkan praktik perdukunan mulai saat ini. Tapi tolong jangan kau apa-apakan aku." ujar dukun itu memelas. "wahai manusia yang bersekutu dengan iblis, seluruh bualan mu itu tidak ada yang dapat di terima. Kamu pasti sedang merencanakan sesuatu untuk bisa mengalahkan ku. Namun seluruh tipu daya mu tidak ada yang mampu untuk ku." kata Andri sembari melaju selangkah ke arah dukun itu. Dukun itu pun segera mundur karena ia tidak ingin terkena air itu lagi. "kau telah membuat kedua saudara ku terluka dan mereka sedang pingsan sekarang. Kau juga yang telah membuat keributan di tempat kos yang kami kelola. Kau telah membuat kosan kami menjadi sangat tidak nyaman saat kau mengirim dedemit sialan itu. Sekarang saatnya aku yang akan membuatmu menderita seperti mana kau telah membuat banyak orang menderita dengan ilmu busuk mu ini." gertak Andri pada dukun itu. Dukun itu tidak melakukan apapun selain mendengarkan ucapan dari Andri. Dalam pikirannya hanya terlintas bagaimana cara melawan pria itu. Tanpa sengaja tangannya menyentuh debu di tanah tempat dia tergeletak. Ia kemudian membaca mantra dan segera melemparkan debu itu pada muka Andri. Mendapat serangan mendadak itu Andri pun tidak bisa mengelak. Mukanya terkena debu itu dan sebagian mengenai matanya yang membuat ia tidak bisa melihat. Karena debu itu telah di bacakan mantra perasa nyeri maka Andri pun kesakitan dan berusaha membuat botol yang ia pegang menjadi jatuh. Andri pun berusaha membersihkan debu itu dari mukanya yang membuat ia kesakitan seperti di tusuk jarum.

__ADS_1


Setelah Andri terobati Leo langsung membawanya untuk beristirahat di dekat Alex. Alex pun meminta sedikit air doa yang di bawa oleh Andri untuk sedikit memulihkan tenaganya. Sementara Leo ia langsung berhadapan dengan dukun itu yang telah membuat kedua adiknya kesakitan. Mereka pun beradu ilmu sebentar hingga akhirnya sang dukun mengeluarkan sebuah jurus yang sangat dahsyat sehingga Leo tidak dapat menangkis jurus itu karena ia masih cukup lemah setelah bertarung di dimensi lain. Karena jurus itu membuatnya terpental ke atas cukup tinggi dan ia jatuh tepat di samping Andri. Melihat ketiga lawannya sudah berkumpul dalam keadaan terluka dukun itu pun tertawa puas. "sekarang kalian tidak bisa apa-apa lagi. Kalian sudah cukup lemah dan tidak mampu untuk melawanku. Sekarang aku akan menggunakan jurus penghancur Sukma supaya kalian mati seperti orang yang telah berurusan dengan ku sebelum kalian." ujar dukun itu sembari tertawa

__ADS_1


__ADS_2