Misteri Teror Arwah Mika

Misteri Teror Arwah Mika
Misi yang selalu tertunda


__ADS_3

"lha emang iya, Abang bayar uang kuliah sendiri." sahut Andri. "lha kenapa gak minta sama ayah aja." tanya Mila. "enggak ah Abang pingin mandiri aja. Gak mau bergantung pada orang lain." sahut Andri. Kemudian terdengarlah suara ketukan pintu rumah mereka. Ibu Andri langsung bergegas membuka pintu rumah dan ternyata itu adalah ayah Andri. "assalamualaikum."ujar ayah Andri. "waalaikum salam." kata istri dan anak-anaknya kemudian mereka semua berdiri mencium tangan kepala keluarga mereka. "gimana nak kamu sudah agak mendingan." tanya ayah Andri padanya. "sudah kok yah. Sudah agak gak capek lagi." sahut Andri. "Ya sudah istirahat dulu aja ya. Besok baru kita bahas. Nanti ayah juga mau nelpon paman mu dan mengklarifikasi tentang projek ini." kata ayah kemudian dia pergi ke kamar mandi. "emang ada projek apaan sih nak. Kok ibu nggak tau." tanya ibu yang ingin tau tentang urusan anak dan suaminya itu. "gak tau, ayah yang suruh aku ke sini buat bahas projek itu." sahut Andri.

__ADS_1


"eh ibu, ibu sudah masak belum aku lapar ini." tanya Andri pada ibunya. "oh iya lupa, ibu sudah masak itu. Tunggu sebentar ya." kata ibunya. Kemudian ibu segera pergi ke dapur diikuti oleh Mila yang mau membantu ibunya menyiapkan makanan. Setelah semua terhidang ibu pun memanggil Andri dan menyuruhnya mencuci tangan. Setelah itu Andri duduk di meja makan dan mereka makan bersama. Ayah Andri menyusul kemudian karena dia baru saja mandi. "widih enak nih Bu." puji ayah Andri pada istrinya. "kaya gak pernah makan masakan aku aja." sahut istrinya. Ayah Andri hanya tersenyum dan langsung duduk di meja makan. Istrinya segera mengambilkan makanan untuk suaminya itu, kemudian mereka makan bersama sembari sesekali mengobrol. Mereka sangat bahagia walaupun di negri orang. Alasan mereka tinggal di luar negri karena ada sedikit konflik antar saudara sehingga dia membawa anak dan istrinya untuk tinggal di Rusia dan menetap beberapa waktu di sana.

__ADS_1


"oh iya ayah, tadi kata Andri ayah mau ada projek. Emangnya projek apaan kok sampai Andri di suruh membantu." tanya ibu Andri pada suaminya. "ini Andri ayah suruh jadi investor di sebuah perusahaan. Jadi ada perusahaan yang di ambang kebangkrutan, perusahaan itu membutuhkan cukup banyak dana untuk menyelamatkan perusahaan itu. Ya ayah juga melihat dia seperti di tipu oleh klien nya sehingga dia rugi beberapa miliar dan ya jadi mau bangkrut deh. Nah semalam ayah juga dapat telepon dari kak Wildan ayah Alex. Katanya dia juga mau jadi konsultan bisnis di sana, tapi mungkin bukan kak Wildan yang datang paling anaknya si Alex mangkanya kalian berdua ayah kolaborasi kan untuk menangani masalah projek ini. Supaya kalian lebih mantap jika mau membuat perusahaan sendiri." ujar ayah Andri. "oh pantes aja kemaren kak Alex ke jepang jadi karena ini juga dia ke sana." tutur Andri. "lha emang Abang dan bang Alex gak bereng ke bandaranya." tanya Mila. "ya enggak, beda sekitar dua harian lah." kata Andri. "ya intinya ayah juga berharap kalau kalian bisa memenuhi syarat untuk menjadi kolega bisnis orang itu dan ya semoga juga kalian bisa menemukan penyebab kebangkrutan perusahaan itu." ujar ayah Andri. "ya aku sih berusaha yang terbaik aja. Terus soal mencari titik masalah itu ya nanti aku rundingin lagi sama bang Alex siapa tau dia punya solusi untuk ini kan." kata Andri kemudian dia menyuapkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


"ciaelah *****, nempel langsung molor." kata Leo saat melihat adiknya sudah tertidur nyenyak. "udah kak biarin aja, kecapean paling." ujar ibu Leo. Leo pun kemudian kembali duduk dan langsung membahas apa aja yang harus di persiapkan dan bagaimana menemukan kelima gadis itu dengan cepat. Namun tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kediaman Leo. mendengar ketukan itu Leo pun langsung menyuruhnya masuk. Lalu masuk lah seorang gadis dan langsung mengetakan ingin membayar uang kosan. Leo pun menerima uang kosan itu dan tak lupa dia mengucapkan terimakasih padanya. Gadis itu lalu pamit untuk kembali ke kosan. Setelah itu Leo langsung menutup pintu supaya tidak ada lagi orang yang menguping pembicaraan mereka. "berapa bayaran kosan di sini nak." tanya ibu pada Leo. "gak mahal kok buk. Kalau mau bayarnya perbulan ya cuma tiga ratus, tapi kalau mau sekalian setahun cuma tiga juta doang kok." sahut Leo. "lha emang itu cukup, belum juga di bagi bertiga kan." kata ibu Leo padanya. "ya cukup aja lha coba kalau dalam sebulan orang 20 aja yang bayar udah dua juta kan aku megangnya. Lagian ini kosan juga bukan buat bisnis hanya sekedar kerja sampingan doang. Kalau masalah bisnis sih aku udah buka beberapa bengkel di kota ini, dan mereka juga lancar aja. Setiap bulan bisa nutup modal awal." ujar Leo. "oh gitu, ya pokoknya sedikit apa banyak ya di syukuri aja itu kan juga rezeki." kata ibu Leo.

__ADS_1


"lha terus gimana nih nak. Soal misi yang harus kalian selesaikan itu." ujar bapak Leo. "ihh si bapak lagi enak-enak ngomongin bisnis malah ngalihin kesitu." ujar ibu Leo kesal. "ya bukanya begitu Bu. Ini juga demi kebaikan anak kita. Toh setelah ini dia kembali hidup normal kan enak tidak ada yang membebani pikirannya." ujar bapak Leo. "sudah-sudah, soal itu mending kita bicarakan nanti saja, tunggu Alex dan Andri datang. Tapi ya gambaran aku malah ingin secepatnya selesai ataupun orang itu menyerahkan diri saja. Ya karena aku yakin antek-antek dari dukun itu masih berkeliaran mencari kita semua. Untung lah kalian di luar negri jadi kita agak sedikit aman." kata Leo. "ya tapi kita juga harus bertindak, jangan hanya menunggu kedatangan gadis-gadis itu. Kalau menurut bapak mending kalian jalan saja ke arah peta yang sudah di wangsitkan oleh Datuk kalian. Siapa tahu kalian bertemu mereka di tengah jalan." usul bapak Leo. "kalau soal itu sih pernah kita coba, tapi kita selalu di serang dan seketika pingsan. Pas kami bangun kamu sudah berada di sini lagi. Itu semua ibarat mimpi." ujar Leo. "sudah tunggu saja apa yang sudah di pertunjukan kepada kalian. Ya ibu juga berharap kita bisa kumpul lagi tanpa ada yang perlu kita takuti." kata ibu berharap sesuatu. "ya semoga aja sih cepat selesai, soalnya bapak juga capek mikirin ini terus." kata bapak. Kemudian Leo langsung menelpon kedua adiknya dan menanyakan kapan mereka bakal kembali ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2