
"kalau seperti itu kamu harus mencetak seseorang yang punya mental untuk imam. Karena mental itu lebih penting dari pada hafalan Alquran, karena walaupun dia hafal semua Alquran namun dia tidak ada mental untuk menjadi imam maka tidak akan jadi. Sebaliknya walaupun dia hanya hafal beberapa surat dari Alquran tapi mentalnya bagus maka ia bisa di pake buat imam. Tapi itu tidak memenuhi syarat menjadi imam." kata kakek imam pada Alex. "siap kek nanti saya akan membimbing beberapa pemuda untuk menjadi imam menggantikan kakek." sahut Alex. Kakek imam pun hanya tersenyum pada Alex, ia kini membebankan kepercayaannya pada Alex untuk mendidik imam setelahnya. Saat ia sedang asyik bercanda tiba-tiba Ichi kazama datang dengan membawa beberapa bungkus makanan, Alex yang melihat Ichi kesusahan ia menyuruh seseorang untuk membantu nya. Setelah semua makanan di keluarkan Alex menyuruh semua yang ada untuk menikmati jamuan kecil dari Alex. Mereka terlihat bahagia saat mendapat jamuan itu, karena baru kali ini mereka merasakan makan bersama dengan orang banyak saat tidak ada acara samasekali. Mereka semua menyantap hidangan dengan syahdu dan sesekali bergurau. Banyak yang bertanya perihal agama kepada Alex dan Alex menjawabnya seperti apa yang telah ia dapatkan dari pesantren dahulu. Saat sedang asyik-asyiknya makan tiba-tiba datang seseorang dengan menggunakan sepeda. Ia kemudian turun dan langsung berteriak membubarkan mereka semua yang ada di serambi itu. "bodoh kalian mengapa makan di masjid, kalian hanya mengotori masjid saja, dan barang siapa yang mengotori masjid maka di akhirat akan memikul satu bangkai keledai." kata orang itu. Mendengar penuturan itu Alex sedikit geram ia menyayangkan ada orang yang tidak terlalu paham dengan agama namun justru telah berani menambahkan sesuatu dan mengaitkannya dengan agama. "oi Ichi kazama, kenapa kamu membiarkan mereka untuk makan dan minum di masjid, aku lihat juga ada yang bersenda gurau tadi. Di mana ilmu mu?, percuma saja kau memiliki ilmu namun tidak kamu sampaikan pada mereka." kata orang itu pada Ichi kazama. "tapi ini semua bukan atas perintahku, dan aku tidak kuasa untuk melarang mereka makan di masjid." sahut Ichi kazama pada orang itu. "terus siapa yang menyuruh mereka makan di sini." tanya orang itu pada Ichi kazama. "aku yang menyuruh mereka makan di sini. Kenapa ada masalahnya." kata Alex menyahuti orang itu. "oh kamu belum berilmu saja sudah sombong ya." kata orang itu pada Alex dia belum mengetahui jika lawan bicara nya saat ini adalah gurunya. "ooh berati kamu sekarang sudah merasa hebat dan tidak pantas untuk di tegur. Kamu sudah merasa di atas langit sekarang." kata Alex pada orang tadi. Orang itu pun sadar jika dia adalah Alex gurunya. Orang itu pun langsung berlari ke arah Alex dan segera mencium tangan Alex. "Alex-sama maafkan saya, saya tidak tahu jika itu adalah anda." kata orang itu pada Alex. "oi Genki uchida kenapa kamu melarang untuk makan minum di masjid." tanya Alex pada orang itu yang ternyata bernama Genki uchida. "maaf Alex-sama bukankah masjid tempat untuk ibadah bukan tempat makan dan minum." kata Genki uchida pada Alex. "memang masjid tempat untuk ibadah. Namun makan dan minum di masjid itu di perbolehkan. Namun bukan di dalam masjid tapi di serambi atau pun emperan masjid, dan itu semua harus di niati dengan i'tikaf itu di perbolehkan. Apakah kamu lupa jika aku pernah makan bersamamu di sebuah masjid di kota Tokyo, kita juga pernah makan di daerah Fukuda dan banyak masjid yang pernah aku singgahi di seantero jepang ini semuanya aku pernah makan di sana. Sekarang pertanyaannya kamu ini murid aku bukan." kata Alex di akhiri dengan pertanyaan pada Genki uchida. "oi Alex-sama aku muridmu. Maafkan aku jika aku melarang mereka untuk makan di masjid, sekali lagi maafkan aku." kata genki uchida pada Alex. "kenapa kau meminta maaf kepadaku seharusnya kau meminta maaf pada mereka semua. Gara-gara kamu mereka tidak nafsu makan lagi." hardik Alex pada Genki uchida. "untuk semuanya maafkan aku, karena rendahnya ilmu agamaku sehingga seenaknya melarang kalian." kata Genki uchida pada semua orang. Kemudian Alex memberikan ponsel pada Genki uchida untuk menghubungi sebuah restoran halal yang ada di sana untuk memesan makanan. Genki uchida pun langsung menghubungi resto itu dan memesan beberapa makanan dan langsung melunasi tagihan harga yang telah di sebutkan oleh karyawan resto itu. Setelah selesai ia langsung menyerahkan ponselnya kepada Alex. "ya sudah silahkan di lanjut menikmati jamuan ini sembari menunggu makan malam kita." kata Genki uchida pada semua yang hadir. Mereka pun kembali menikmati jamuan itu walaupun di hati mereka masih merasa takut akan ancaman yang di berikan oleh Genki uchida. "maaf Alex-sama apa benar yang tadi di sampaikan oleh Genki-sama tentang mengotori masjid nanti di akhirat memikul bangkai keledai." tanya salah seorang dari mereka. "apa yang di sampaikan oleh Genki-sama itu benar, namun kita tidak perlu takut akan hal itu. Karena saya lihat orang-orang di jepang semua menjaga kebersihan jadinya kalian tidak perlu merasa khawatir dengan ancaman ini. Seandainya ada kotoran yang jatuh pun tidak masalah asalkan kita langsung memungutnya. Sampai di sini paham." kata Alex menjelaskan. Mereka semua akhirnya paham tentang hal itu dan mereka merasa sedikit agak lega setelah mendapatkan penjelasan dari Alex. "oi Genki uchida, kamu kalau mengajar di sini apa yang di sampaikan." tanya Alex pada Genki uchida. "emm saya hanya mengajari beberapa fiqh ringan dan juga kaidah membaca Alquran." jawab Genki uchida. "kamu memberi ancaman tidak pada mereka." tanya Alex. "kadang aku memberi sedikit ancaman pada mereka, saya pikir supaya mereka menjauhi perkara itu." jawab Genki uchida. "mulai besok jangan kamu beri ancaman, berilah mereka keutamaan supaya mereka lebih semangat untuk melakukan amal kebaikan." kata Alex memberi tahu. Genki uchida pun mengiyakan dan mulai besok akan menyampaikan perkara yang membuat semangat beramal. Namun di sisi lain Ichi kazama hanya tersenyum melihat Genki uchida di marahi oleh Alex. Alex yang menyadari hal itu langsung menegur Ichi kazama dan memberi pesan supaya Genki uchida di nasehati saja kalau dia sedikit menyeleweng.
Akhirnya pesanan mereka pun datang, Alex langsung menyuruh semua orang untuk mencuci tangan dan menyuruh Genki dan Ichi untuk menyiapkan makanan itu. Alex pun mendekati kurir pengantar pesanan untuk membayar semua tagihan yang harus ia bayar. Namun kurir itu menolak karena semua tagihan sudah di bayar dan sudah lunas. Setelah mengetahui hal itu Alex pun mengucapkan terimakasih pada kurir itu, kemudian kurir itu langsung pamit kembali ke resto. Kemudian mereka semua menikmati hidangan yang telah di sajikan oleh Ichi dan Genki.