
Setelah selesai memakan ikan bakar itu mereka langsung di suruh kembali ke raga masing-masing. Mereka pun langsung berjalan menuju portal telah di buat oleh Datuk. Setelah itu mereka menghilang seperti di hisap oleh portal itu. Setelah kembali ke raga mereka mereka langsung bangun dan melihat dukun itu hendak menusuk Leo dengan ranting yang runcing. Namun ia langsung menghindarinya dan untuk ke sekian kalinya ia telah terbebas dari mautnya. Leo segera membangunkan kedua adiknya setelah menyeret dukun itu. Untuk kesekian kalinya dukun itu di buat tercengang karena mereka kembali pulih setelah di hantam dengan hantaman yang cukup membuat mereka mati seharusnya. Namun mereka masih bisa bangun dan segar bugar kembali. Memang mereka tidak bisa di remehkan. Kali ini dukun itu pun pasrah dengan takdir dirinya. Namun bukanya bertaubat dukun itu malah semakin menjadi-jadi kesombongannya. "bunuhlah aku sekarang, tapi ingat seluruh ilmu ku akan aku masukan ke dalam boneka yang ada di rumah ku, dan boneka-boneka itu akan membawa kutukan bagi orang yang menyentuhnya. Aku bersumpah rumah ini akan ada yang mengambil dan mereka semua akan mendapat kutukan yang telah aku katakan ini." kata dukun itu sesumbar. "kau salah pak tua kami tidak akan membunuh mu tenang saja." sahut Leo sembari tersenyum. "lalu apakah kau akan membebaskan ku. Cuih omong kosong kau pasti ingin aku menarik perkataan ku karena kutukan ahli nujum sepertiku akan membawa kesialan yang tidak ada akhirnya." kata dukun itu. "kami tidak akan membunuhmu kami juga akan membiarkan mu hidup. Namun sebelum itu kami akan mengeluarkan semua ilmu dari tubuhmu. Aku yakin jika kau bukan lah manusia, melainkan iblis yang telah membuat rupa sepertimu. Kau telah mati sebelumnya dan kau menggunakan ilmu untuk mengabadikan dirimu, bukankah begitu." ujar Alex setelah siuman. Dukun itu pun tertawa sesumbar mendengar perkataan ketiga bocah tengik itu. Ia menganggap jika omongan mereka hanya lah main-main semata dan tidak ada bobotnya. Tapi mereka tidak menghiraukan ejekan dukun itu, mereka langsung berdiri dan memakai jubah mereka, kemudian mereka langsung merapalkan doa dan bersama-sama memegang kepala dukun itu. Si dukun pun langsung mengerang kesakitan seperti hendak pergi dari dunia. Mereka terus mengucapkan doa untuk mengeluarkan ilmu milik dukun itu. Namun mereka mendapatkan perlawanan dari sang dukun membuat mereka sedikit kesusahan untuk mengeluarkannya. Karena tidak kuat menahan sakitnya sang dukun pun langsung mengeluarkan ajian yang cukup dahsyat sehingga membuat mereka bertiga terpental. Kali ini dukun itu berubah menjadi sesosok makhluk tinggi besar dengan taring yang keluar seperti leak mata yang melotot tajam sehingga membuat pohon yang ia tatap hangus terbakar.
__ADS_1
Sosok itu langsung melihat ke arah Leo dan kedua adiknya. Dari ekspresi yang mereka keluarkan mereka tampak begitu tenang menghadapi gempuran dari sosok iblis itu. Mereka kemudian di serang oleh sosok itu menggunakan tangan yang berkuku sangat runcing. Tapi dengan mudah mereka menghindari serangan itu. Sosok itu pun tidak menyerah begitu saja ia terus menyerang mereka bertiga sehingga mereka terpojok. Deru nafas ketakutan terdengar jelas dari mereka, di tambah dengan waktu magrib yang akan segera datang. Ternyata iblis itu memanfaatkan waktu tersebut supaya mereka mendapat kekuatan dahsyat dari kejahatan sore hari. Burung-burung berkicauan riang menghampiri rumah mereka. Namun ketiga bersaudara itu masih sibuk memikirkan cara supaya terlepas dari amukan iblis itu. "mengapa kalian sekarang seperti ketakutan, seandainya kalian tidak mencampuri urusan orang ini maka kalian tidak akan terlibat dalam masalah besar seperti ini. Sekarang terimalah hukuman dari ku untuk kalian." kata iblis itu sembari mengarahkan pukulan pada Alex. Dengan sedikit tenaga yang ia miliki, Alex pun membaca doa sebisanya. Kemudian tepat saat kuku runcing milik iblis itu hendak mengenai perutnya ia langsung menghalanginya dengan doa yang ia baca. usahanya pun berhasil karena kuku iblis itu tertahan oleh doa yang di baca Alex. Namun ternyata iblis itu sangat kuat sehingga Alex begitu kewalahan untuk menahan kuku iblis itu. Melihat kuku itu hampir mengenai perut Alex Leo dan Andri pun segera membantu nya dengan merapalkan doa serta menyentuh badan Alex dengan sebelah telapak tangannya. Usaha mereka berhasil kuku itu kembali menjauh dari perut Alex. Mereka cukup lega karena usahanya membuahkan sedikit hasil. Melihat itu iblis pun langsung mengarahkan tangannya yang satu lagi ke arah Leo. Leo pun sedikit pasrah dan hampir putus asa, tapi Alex tidak mau di antara mereka gugur karena iblis sialan itu. Alex pun menyuruh Leo dan Andri untuk menempelkan tangan mereka yang satu lagi. Namun karena sudah terlalu lemah maka ia tidak dapat menggapai tangan Andri. Kali ini ia pasrah dengan takdir hidupnya. Namun tiba-tiba iblis itu malah terpental, mereka sangat kaget melihat kejadian itu. Namun mereka bersyukur karena mereka masih di izinkan hidup oleh yang maha kuasa.
__ADS_1
Mereka pun terjatuh karena kelelahan dan tenaga mereka yang telah di pulihkan kembali hilang saat melawan iblis itu. Lambat laun iblis itu semakin mengecil dan menampakan wujud dukun itu kembali. Mereka semua belum ada yang bangkit karena kelelahan yang mereka alami. Kemudian dari balik pohon muncullah Datuk dengan jubah kewibawaannya. Ia lantas menghampiri dukun itu dan segera mengeluarkan ilmu miliknya. Dukun pun kembali mengerang kesakitan namun ia tidak bisa berubah kembali karena Sukma miliknya sudah di kunci oleh Datuk. Setelah ilmu itu keluar dukun itu langsung muntah darah, tubuhnya menjadi sangat renta dan ia tidak bisa jalan. Melihat dukun itu sudah tidak berdaya maka Leo, Alex dan Andri langsung menghampiri Datuk. Mereka kemudian mengucapkan terimakasih pada Datuk karena telah menolong mereka untuk kali yang ke dua. Datuk hanya manggut dan memberikan botol berisi cairan seperti darah yang hitam kepada Leo. Datuk berpesan jika sebaiknya botol itu di buang di sebuah sumur di dekat sebuah desa yang telah lama tak berpenghuni supaya tidak menimbulkan efek yang parah. Leo pun menerima botol itu dan menyanggupi permintaan datuknya. Setelah itu datuknya pun menghilang di ikuti oleh cahaya. Karena sudah masuk waktu magrib maka mereka kemudian mencari air di sekitar tempat itu. Setelah menemukan mereka langsung membasuh luka pada wajah mereka kemudian mereka berwudhu. Setelah itu mereka langsung shalat magrib kemudian menjama' shalat ashar yang mereka lewatkan karena pingsan tadi. Setelah menyelesaikan shalat mereka langsung menghampiri Rio yang ternyata sedang tertidur. Alex pun membangunkan nya dan segera mengikat tangan Rio dengan tali yang ada. Setelah itu ia Alex membakar rumah terkutuk itu supaya tidak ada lagi korban yang berjatuhan. Namun sebelum itu Alex dan Andri masuk ke rumah itu untuk mengambil kendi berisi jantung dari korban dukun gila itu. Jantung itu kemudian mereka makamkan dengan layak di suatu tempat di bawah pohon. Setelah itu mereka langsung membakar rumah milik dukun itu. Si dukun yang melihat rumahnya hangus terbakar hanya bisa menangis ia sudah tidak berdaya karena ia telah menjadi pribadi nya yang seharusnya. Kemudian Andri menelfon preman proyek untuk menjemput mereka dan membawa Rio ke kantor polisi.
__ADS_1