
Mereka pun telah menyelesaikan makan malam mereka, kemudian mereka semua langsung menuju ke ruang keluarga. Kemudian ibu Liana bergegas menanyakan soal tadi pada ayah Liana. "yah sekarang ayah jawab dengan jujur, kenapa ayah tidak cerita sama ibu kalau perusahaan ayah sedang anjlok dan nyaris bangkrut." tanya ibu Liana panjang lebar. "ibu sebelumnya ayah minta maaf ya. Ini semua ayah lakuin supaya ibu tidak cemas, ayah malu Bu harus ngelibatin ibu ke masalah ayah. Ibu udah banyak membantu ayah, jadi ayah gak mau ibu jadi kepikiran soal ini. Mangkanya ayah gak mau ibu ikutan stres mikirin perusahaan ayah. Toh ibu juga di rumah ada bisnis kan, jadi mendingan ibu fokus aja ke bisnis ibu." jawab ayah Liana. "tapi kan yah masalah ayah kan masalah ibu juga jadi tolong lah cerita sama ibu. Kalau ayah pendam sendiri gak bakal selesai, yang ada malah ayah bisa sakit. Ibu gak mau ayah kenapa-napa." sahut ibu Liana sembari memeluk hangat suaminya. Melihat adegan itu Liana hanya bengong, ia tak menyangka jika ibunya tidak jadi marah, bahkan mereka saling berpelukan tanda cinta mereka masih erat walaupun telah memiliki anak gadis. Liana jadi senyum-senyum sendiri melihat tingkah mereka berdua. Awalnya ia sangat takut akan ada pertengkaran hebat di antara mereka. Tapi nyatanya justru sebaliknya, mereka malah terlihat bertambah romantis satu sama lain. Dalam benak Liana ada sedikit keinginan suatu saat jika ia menikah ia ingin memiliki sosok suami seperti ayahnya yang tidak menuntut banyak dari perempuan.
__ADS_1
Ibu dan ayah Liana pun sadar di perhatikan oleh anak gadisnya itu. Mereka pun langsung melepaskan pelukan satu sama lain dan sedikit memberi sindiran pada Liana. "nak kapan kamu kaya gini." ledek ayah Liana. "hih ayah biarin anak kita sekolah dulu jangan buru-buru nikah kasihan kan. Iya gak nak". Kata ibu Liana pada Liana. Liana hanya terdiam dengan memasang muka cemberutnya. Tiba-tiba ponsel Liana berbunyi tanda ada panggilan masuk ke ponselnya. "kring kring kring". Bunyi telepon itu. Liana pun bergegas mengambil ponselnya. Ia kemudian melihat siapa yang telah menelponnya malam-malam seperti itu. Saat ia melihat layar ponselnya ia terkejut bahwa yang menelponnya adalah Alex, orang yang sangat ingin ia hubungi. "halo ada apa kak." tanya Liana pada Alex. "heh pikolo kenapa kau selalu menelpon ku. Kau tak tau kah aku ini sibuk." kata Alex pada Liana. Liana pun kaget ia di katain pikolo oleh Alex. Ia pun jadi bertambah kepada Alex. Awalnya ia sangat gembira karena lelaki yang ia idamkan Menelponnya, namun ia justru kesal malah di perlakukan seperti itu oleh Alex. "aku Liana Kak bukan pikolo. Kakak mah ngeselin deh." kata Liana kesal pada Alex. "oh kamu rupanya maaf ya aku kira kamu si Budi teman aku." ujar Alex kemudian ia segera menutup teleponnya. Liana pun bertambah kesal karena teleponnya di potong sepihak oleh Alex, ia kemudian melemparkan ponselnya ke sembarang arah dengan kesal. "kak, kamu kenapa kok kaya kesel gitu." tanya ibunya saat melihat anaknya tampak begitu kesal. "tau ah buk ini orang ya dingin banget udah kaya kulkas. Kayaknya lahir nya di kulkas kali mangkanya begitu." sahut Liana kesal. "siapa sih kak, calon pacar kamu." tanya ayah Liana "hih ayah bukan lah, ini cuma teman aku doang." sahut Liana. Kemudian Liana pun bangkit dan langsung menuju ke kamarnya.
__ADS_1
...****************...
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Syifa datang menemui bundanya dan meminta izin untuk keluar sebentar bersama temanya. mendengar itu Alex segera mengeluarkan kepalanya dari kamar mandi dan segera memberi tau bundanya supaya tidak mengizinkan Syifa untuk keluar. "ih kak udah selesaiin mandinya dulu." kata Syifa kesal. "hah berisik pokoknya kamu jangan keluar. Perempuan itu di rumah bukan ngelayap gak karuan kemana mana." kata Alex tegas. "biarin. Bilang aja takut kalau aku ketemu kak mika ntar aku bilangin semuanya ke dia." kata Syifa meledek Alex. "udah udah sana kalau mau keluar tapi janji sebentar aja ya." kata bunda. "wlek bunda aja ngizinin." ujar Syifa pada Alex sembari menjulurkan lidahnya. Kemudian Alex pun kembali melanjutkan mandi untuk menyegarkan badanya.
__ADS_1