
Tak butuh waktu lama Alex pun menyelesaikan mandi nya. Ia kemudian keluar dari kamar mandi dengan bersenandung pelan. Setelah itu Alex langsung menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Setelah beres ia pun keluar dan tiba-tiba ia di kejutkan oleh seseorang yang tidak terlalu asing baginya. "Alex Kun." kata seorang wanita mengagetkan Alex. Alex pun terkejut dan ia sedikit terpental lalu ia membenarkan posisi berdirinya dan langsung memeluk gadis itu. Ia dia adalah mika Chan seorang gadis pujaan hatinya. Mika Chan begitu terharu saat melihat Alex kembali datang ke jepang. Ia sudah hampir 2 tahun ini tidak bertemu dengan Alex, Mika Chan pun memeluk Alex dengan sangat erat, ia seperti tak ingin terpisahkan lagi dengannya. Ia menangis sejadi-jadinya di pelukan Alex, kekasihnya yang sangat ia rindukan itu. Kemudian Alex membawanya ke sofa untuk duduk. Alex pun menghapus air mata yang mengalir di pipinya dengan rasa sayangnya. Ia kemudian mengecup kening Mika dan kembali memeluknya lagi. " Darin genki (bagaimana kabar kamu sayang )." Tanya Alex kepada mika. "Yoi shirasedesu yo, moshi anatanara (kabar aku baik, kalau kamu sayang)." jawab mika. Lalu Alex pun tersenyum dan memeluk mika kembali. "kamu kenapa kok jarang sekali ke jepang. Aku kangen lho." ujar mika dengan memasang muka cemberutnya. "maaf ya di Indonesia banyak sekali kerjaan aku. Aku juga kuliah dulu di sana. Jadinya aku jarang punya waktu untuk ke jepang." ujar Alex pada Mika. "bohong dia ada cewek lain selain kakak di Indonesia." ujar Syifa pada Mika. Mendengar ucapan Syifa mika pun lantas melotot kepada Alex, ia seperti sangat marah padanya. "apa benar yang di katakan oleh Syifa adikmu ini." tanya mika kepada Alex. "tidak itu semua tidak benar aku tidak pernah melakukan hal itu." sahut Alex. "coba sini aku lihat ponsel mu." kata mika pada Alex. Alex pun segera memberikan ponselnya pada mika, kemudian mika membuka aplikasi hijau dan ia tidak mendapati ada nama ataupun profil perempuan di dalam aplikasi itu, hal itu menandakan jika Alex tidak sedang berbohong pada nya. "Syifa kamu telah membohongi saya. Jangan kamu ulangi lagi."ujar mika mengingatkan Alex. Kemudian mika kembali menatap Alex dan langsung mencubit perutnya. "tapi beneran kan kamu tidak punya cewek lain selain aku." tanya mika dengan keraguan. "iya aku gak punya cewek lain selain kamu." sahut Alex sembari memegangi perutnya yang kesakitan akibat di cubit oleh mika. Melihat itu Syifa hanya tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya, ia pun segera pergi ke dapur untuk membantu ibunya menyiapkan makan siang.
__ADS_1
...****************...
__ADS_1
Setelah sampai di dapur Syifa pun langsung mengangkat nasi yang telah berada di wadah nasi ke meja makan. Namun Syifa tidak mendapati ibunya ada di sana, Ia pun lantas memanggil-manggil ibunya beberapa kali sehingga ia mendapatinya keluar dari kamar mandi. "dek bunda dengar ada rame rame emang ada siapa di depan." tanya bundanya pada Syifa. "iya Bun itu ada kak mika sama kak Alex lagi ngobrol." sahut Syifa. "oh sejak kapan mika datang." tanya bunda. "belum lama ini kok tadi aku pas di jalan pulang ngabarin kak mika soal kedatangan kak Alex." kata Syifa menjelaskan. "ya sudah ayah sebentar lagi pulang jadi semua makanannya tolong di siapin di meja makan supaya setelah shalat Dzuhur kita langsung makan." kata bunda pada Syifa. Saat sedang sibuk menyiapkan makanan mika pun datang dan langsung menyapa bunda Alex. "konichiwa gozaimasu bunda. Apa kabar." kata mika menyapa bunda Alex. "konichiwa, mika Chan kapan kamu datang." tanya bunda basa basi. "belum lama ini kok bunda. Boleh aku bantu." tawar mika pada bunda. "boleh kok nak. Sebelumnya terimakasih ya sudah membantu bunda." ujar bunda pada mika. Mika pun membantu menyiapkan makanan ke meja makan. Ia begitu sangat bahagia saat berada di dalam keluarga itu. Ia merasa hidupnya tidak sendirian saat dekat dengan keluarga Alex. Ia begitu bahagia dan merasa punya tempat untuk mencurahkan semua beban pikirannya. "nak Alex kemana kok kaya sepi banget." tanya bunda pada mika. "oh Alex sedang ke masjid Bun. Katanya mau shalat." sahut mika. "oh gitu ya udah Bunda sama Syifa mau shalat dulu ya. Maaf kamu tunggu sebentar di sini." kata bunda pada mika. Kemudian bunda dan Syifa pun segera melaksanakan shalat Dzuhur sementara mika menunggu mereka berdua di meja makan. Ia menunggu semua anggota keluarganya untuk makan bersama. Hal itu menjadi momen indah tersendiri bagi mika. Karena ia tidak pernah mendapati hal yang sebahagia ini di rumahnya. Ya seperti kita tahu di jepang semua orang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing. Bahkan jika salah seorang dari anggota keluarga mereka yang tidak bekerja maka hal itu menjadi aib baginya. Sehingga tidak ada waktu untuk bersantai dengan keluarga walau hanya makan malam bersama. Di jepang menganggap kerja adalah bagian dari hidup mereka maka banyak pengangguran di jepang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya jika tidak bekerja.
__ADS_1
...****************...
__ADS_1
Saat sedang bergumul dengan pikirannya mika pun mendengar suara orang yang memasuki apartemen milik Alex. Ia pun menunggu kedatangan orang itu, dan ternyata dia adalah ayah Alex yang baru saja pulang dari pekerjaan nya untuk beristirahat sejenak. "ayah, udah pulang." sapa mika saat melihat lelaki yang tak lain adalah ayah dari Alex. "iya. Lho ada mika, dari kapan kamu di sini." tanya ayah bertubi-tubi. "belum lama juga sih yah." sahut mika. Kemudian bunda dan Syifa keluar dari kamar setelah menyelesaikan shalatnya. "eh ayah udah pulang." sapa bunda kemudian langsung mencium tangan suaminya itu. Syifa pun juga ikut mencium tangan ayahnya yang baru pulang kerja. "Alex kemana Bun kok gak keliatan." tanya ayah pada bunda. "tadi sih ke masjid tapi gak tau belum pulang juga." jawab bunda. "ya elah yah, palingan kakak lagi ketemuan sama teman mafianya, sekalian ngobrol dulu." ujar Syifa. Mendengar kata mafia mika pun lantas mengambil ponselnya dan segera menghubungi Alex. "Alex Kun buruan pulang semuanya sudah berkumpul." kata mika pada Alex saat Alex telah menerima panggilannya. "iya ini juga udah di rumah kok." kata Alex sembari masuk ke ruang makan. Melihat kedatangan Alex mika pun langsung menyambutnya dengan merangkul tangan Alex. Kemudian mika mempersilahkan Alex untuk duduk dan menyiapkan makanan untuk Alex seperti halnya bunda menyiapkan makan untuk ayah. Melihat itu bunda dan ayah hanya tersenyum karena Alex tidak salah untuk memilih calon pasangan hidupnya. Walaupun mereka berbeda keyakinan namun tidak menghalangi mereka untuk menebar kasih sayang satu sama lainnya
__ADS_1