Modern System

Modern System
#12 "Yang Penting Besok Kembali Ke Kota Herla"


__ADS_3

"Sudah aku bilang, Kalau lemah ya lemah saja! Percuma pakai kata-kata kotor!" Ucap Cakra sambil mengangkat bahunya dan memiringkan kepalanya.


"Kau benar-"


*DOR*


Belum sempat perampok itu menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba saja ia tumbang tertembus peluru di keningnya.


"Benar-benar lemah, banyak omong doang." Ucap Cakra sambil menatap sinis kelima mayat perampok.


[Ding~ selamat tuan rumah berhasil membunuh lima manusia level Biru. Tuan rumah mendapatkan 2.500 poin Exp]


"Hah~" Cakra menghela nafas panjangnya sambil mengangkat kepalanya. "Nah lho, sudah mau malam." Ucap Cakra terkejut ternyata hari sudah mulai gelap.


"Tidak usah pusing, tenang saja!" Ucap Cakra sambil berjalan menuju tenda para perampok yang sebelumnya sudah dibunuhnya.


"Permisi." Ucap Cakra sambil masuk ke dalam tenda itu.


Cakra mengambil korek apinya untuk menghidupkan petromaks atau obor kapas sebagai pencahayaan di malam hari.


Cakra mencari tempat tidur ternyaman dan langsung duduk di tempat itu.


"Hah~ aku kok lapar ya?" Ucap Cakra yang baru teringat jika dirinya baru saja makan satu kali di hari ini.


Cakra berdiri dan langsung berjalan keluar.


"Galang, bisakah kau keluar bersama pasukan mu?!" Ucap Cakra saat sudah berada di luar tenda.


*SWUUUT... SWUUUT...*


Galang dan monster serigala yang lainnya muncul di hadapan Cakra.


"Tolong carikan binatang apa saja yang bisa dimakan!"


"Baik tuan." Galang.


*****


Beberapa saat kemudian.


"Buset, banyak banget." Ucap Cakra antara kagum atau kebingungan melihat banyak sekali hewan yang berhasil ditangkap oleh Galang dan yang lainnya.


*****


Setelah selesai makan, Cakra kembali masuk ke dalam tenda. Cakra langsung duduk sambil merogoh kantong hoodie-nya.


Cakra mengeluarkan sebungkus rokok beserta koreknya.


"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok.


"Apa tidak ada hiburan ya?" Ucap Cakra bertanya kepada dirinya sendiri.


Sesaat kemudian Cakra teringat dengan sesuatu sebelum dirinya ada di dunia ini.


Cakra langsung membuka toko modern pada toko system. Setelah itu Cakra menyentuh fitur Cari dan langsung mengetikkan barang yang diinginkannya.


[Ding~ transaksi berhasil. Poin system dikurangi dikurangi 10]


"Eh, bentar, HP ini fungsi apa tidak?" Ucap Cakra yang baru sadar setelah melakukan pembelian. "Tapi, aku pernah meminta hal ini kepada orang yang mengirim ku ke dunia ini, seharusnya bisa lah." Lanjutnya.


Tanpa ragu-ragu lagi Cakra langsung menghidupkan HP yang baru saja dibelinya.


"Wah~ bisa." Ucap Cakra senang. "Tapi, kalau kehabisan daya baterai bagaimana?"


[Ponsel yang dijual system tidak akan pernah kehabisan daya, dan tuan rumah tidak perlu memikirkan paket data, karena system sudah menanamkan internet unlimited ke ponsel yang dijual]


System tiba-tiba menjawab pertanyaan Cakra, seakan system sudah mengerti dengan kekhawatiran Cakra.


"Hahaha... Berarti aku bisa menelpon ibu." Cakra.

__ADS_1


[Maaf, ponsel tuan rumah tidak akan bisa menelpon dan mengirim pesan ke bumi. Tapi, ponsel itu masih bisa dipakai untuk nonton, download, dengerin musik, baca dan juga game]


"Hah~ sudah aku tebak. Hehehe." Ucap Cakra cukup sedih. Tanpa memikirkan hal itu, Cakra tiba-tiba menancapkan colokan headset ke lubang headset HP.


Saat Cakra hendak tidur sambil mendengarkan musik, tiba-tiba sebuah pertanyaan terbesit di benak Cakra.


"Oh iya, aku beli PPG-7 tapi aku nggak tau cara menggunakannya. .... System bagaimana ini?"


[System akan mengekstrak cara penggunaan PPG-7 ke kepala tuan, jika tuan membayar biaya jasa ekstrak sebesar 500 poin system]


"Okelah, ekstrak sekarang."


[Ding~ proses ekstrak dimulai]


[10%... 50%... 100%]


[Proses ekstrak berhasil]


Setelah itu semua selesai, tiba-tiba saja Cakra merasakan pusing di kepalanya.


"Aku tidur ajalah." Ucap Cakra sambil mematikan rokoknya dan langsung berbaring.


*****


*****


*****


Sudah berhari-hari, bukan, tapi malah sudah tujuh hari Cakra hidup di dalam hutan sejak pertama kali memasuki hutan ini.


Cakra sudah banyak sekali bertarung melawan monster bahkan manusia selama hidup di hutan.


Di sore hari, terlihat Cakra baru saja selesai mandi di aliran sungai yang ditemukan.


Cakra berdiri dengan mengenakan jaket hoodie berwarna merah dan celana jeans pendek.


*WHOOOOM*


Cakra mengendarai motor menuju tendanya berada.


"Sebenarnya tulang apa sih itu?" Ucap Cakra sudah tidak tahan dengan rasa penasarannya. Cakra sudah berkali-kali melihat tulang-tulang itu setiap kali perjalanan menuju sungai atau sebaliknya, dari sungai menuju tendanya.


Karena sudah tidak bisa menahan rasa penasaran, akhirnya Cakra turun dari motor dan langsung mendekati tulang belulang itu.


"Tidak ada salahnya kan, aku mencoba peruntungan?" Ucap Cakra sambil mengarahkan telapak tangan kirinya ke tulang itu.


"Sekarang aku tuan mu, bangkitlah!"


Setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, muncul kabut hitam yang langsung menyelimuti tulang belulang itu. Dari kabut hitam itu tiba-tiba keluar sesosok Elf pria gagah dengan mata merah menyala, busur panah di punggungnya dan pedang di pinggangnya.


Elf itu melangkah mendekati Cakra dan langsung berlutut dihadapan Cakra.


"Hah~ untung Elf, coba kalau anu, 'kan bingung." Ucap Cakra merasa lega.


"Ehm... Bangkitlah dulu dan apa kau punya nama?" Cakra.


"Tidak, tuan." Ucap Elf itu sambil berdiri kembali.


"Oke, aku akan memberimu nama, apa kau mau?" Cakra.


"Baik, hamba akan menerima nama pemberian tuan."


"Ehm... Elf... El, El, El, Elvi, eh jangan~ Elvi nama perempuan, lalu??? El??? Al... Alvin! Bagaimana kalau Alvin?" Ucap Cakra setelah berpikir keras hanya untuk mencari satu nama.


"Baik, hamba menerima nama pemberian, tuan, terima kasih atas namanya, tuan." Ucap Elf itu sambil membungkukkan tubuhnya.


"Hahaha, baiklah, oh iya, kalau bisa jangan kaku kepadaku, jangan terlalu sopan, kaku dan apalah itu! Ya." Ucap Cakra malah bingung sendiri.


"Baiklah, aku mau segera pergi, kau bisa masuk ke dalam bayanganku dulu!" Ucap Cakra sambil memandang Alvin.

__ADS_1


"Baik, tuan."


Alvin langsung menghilang dari pandangan.


Cakra berjalan menuju motornya kembali.


*BRUUUM*


Cakra menghidupkan mesin motornya.


*WHOOOOM*


Cakra langsung melaju menuju tendanya.


*****


"Kok, aku kayak ada janji di kota Herla, ya? Tapi apa? .... Ehm... Coba, status!" Ucap Cakra yang saat ini duduk di bawah pohon yang ada di sekitar tendanya.


[Nama : Cakra Aditya]


[Usia : 19 tahun]


[Ras : Manusia]


[Level : Merah Bintang-5]


[Exp : 89.100/20,971,520]


[Tubuh : Mata Matahari]


[Elemen :-]


[Skill : Pasukan Kebangkitan]


[Senjata : GN-2 Premium, SSR-3, PPG-7]


[Atribut :-]


[Pekerjaan :-]


[Penyimpanan : motor, 20 tanduk monster serigala, 1 KG kristal dungeon]


[Kotak Hadiah : 1 kotak hadiah kelas 4]


[Poin : 7,720]


[Toko»]


"20 tanduk monster serigala, 1 KG kristal dungeon? Buat apa? Apa mungkin itu janjiku? Bukan-bukan! Tapi? Istri! Oi, sejak kapan aku punya istri? Jangan bercanda lah! Tapi serius."


".... Eh, tunggu-tunggu, aku ingat! Carissa, ya, Carissa! Entahlah aku harus bersikap seperti apa nanti, yang penting besok aku akan kembali ke Kota Herla!"


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

__ADS_1


__ADS_2