Modern System

Modern System
#33 Carissa Vs Dilla


__ADS_3

Setelah hampir tiga tahun Cakra dan Pasukan Kebangkitan berkutik di lantai 48 Menara Iblis, akhirnya sang naga utama dan para naga kecil berhasil ditumbangkan.


Seperti di lantai sebelum-sebelumnya, Cakra langsung membangkitkan seluruh penghuni lantai 48. Setelah itu semua selesai, Cakra dan seluruh pasukannya langsung masuk ke pintu portal yang akan membawa mereka ke lantai selanjutnya, lantai 49.


*****


*****


*****


Di dunia luar.


Di tengah Kota Herla, terlihat sosok Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi sedang berhadapan dengan seorang wanita yang dikawal sepuluh prajurit kerajaan.


Perdebatan mereka terjadi begitu sengit, perdebatan mereka menarik perhatian banyak sekali warga sekitar untuk menonton.


"Hei, dimana suamimu?!!" Ucap Dilla dengan nada tinggi.


"Serius, aku tidak tau, Cakra sudah menghilang sejak beberapa bulan yang lalu! Tepat setelah kau menantangnya!" Ucap Carissa apa adanya.


"Heh, dia benar-benar pecun-" ucap Dilla terpotong.


"Tidak, tuan Cakra pasti akan kembali! Tuan Cakra bukan pecundang!" Ucap Silvi menyela kalimat Dilla dengan nada tinggi.


*SRIIINK*


Dilla menarik pedang yang bersarung di pinggang kirinya, tanpa pikir panjang Dilla langsung mengarahkan pedangnya ke Silvi.


"Hei bud4k, Jaga mulutmu!" Ucap Dilla sambil menatap tajam Silvi.


*SRIIINK*


Carissa menarik pedang yang bersarung di pinggang kirinya, tanpa pikir panjang Carissa langsung mengarahkan pedangnya ke leher Dilla.


"Turunkan pedangmu!" Ucap Carissa sambil menatap tajam Dilla.


*SRIIINK*


*SRIIINK*


*SRIIINK*


Seketika itu pula, para prajurit kerajaan langsung mengepung Carissa, Dilla dan yang lainnya dari berbagai arah. Mereka semua menodongkan senjatanya masing-masing.


Vanya dan Sachi segera mengambil posisi siap bertarung untuk melindungi Carissa, jika kemungkinan terburuk terjadi.


"Turunkan pedangmu dari tuan putri!!!" Ucap salah satu prajurit dengan tegas.


"...." Carissa tidak menanggapi sedikitpun.


"Hei, kau dengar tidak?! Cepat turunkan pedangmu!!!" Ucap prajurit yang lain dengan tegas.


"Memangnya aku takut kepada kalian? Memangnya kalian siapa berani mengancam ku? Jangan berfikir karena perang dunia sudah berakhir, lalu kalian bisa merasa sok kuat!" Ucap Carissa dengan ekspresi dingin.


"Heh." Dilla menurunkan pedangnya dari leher Silvi. "Tidak peduli kau siapa dan dari mana asal mu, aku hanya memiliki masalah dengan suamimu,.... Tapi karena dia tidak ada, bagaimana kalau kau yang menggantikannya untuk berduel denganku?" Ucap Dilla sambil menyeringai.


"Siapa takut?" Ucap Carissa sambil menurunkan pedangnya dari leher Dilla.


"Bersihkan area!" Titah Dilla.


**

__ADS_1


Siang hari di tengah Kota Herla, terlihat sosok Carissa berdiri berhadapan dengan Putri dari Kerajaan Aila, Dilla Alya. Mereka berdua saling menatap tajam satu sama lain sambil menggenggam pedangnya masing-masing.


*TAP.... TAP.... TAP....*


Dilla berlari menuju Carissa. Tepat lima langkah dari Carissa, Dilla langsung mengangkat tinggi-tinggi pedangnya.


Carissa sedikit menekuk lututnya dan menempatkan pedangnya di atas kepala.


*TRAANK*


Kedua bilah besi saling berhantam saat tebasan Dilla secara vertikal, mampu ditahan oleh pedang La Naga milik Carissa.


Carissa mendorong pedangnya ke atas agar dirinya dapat berdiri tegak kembali. Setelah berhasil berdiri tegak, Carissa melakukan Step Up Kick atau tendangan naik yang mengarah langsung ke rahang bawah lawannya.


*TAP*


Dilla segera melompat mundur ketika ujung kaki Carissa sedikit lagi berhasil menghantam rahang bawanya.


Setelah Dilla mendarat di atas tanah, Dilla langsung mengarahkan telapak tangan kirinya menuju Carissa.


Sebuah lingkaran sihir muncul di depan telapak tangan Dilla. "Kaisar Api, Serangan pertama : Bola Api."


*BHOOOM*


*BHOOOM*


*BHOOOM*


Lingkaran sihir itu menembakkan empat bola api sebesar bola sepak ke Carissa.


Carissa tentu saja tidak ingin terbakar hidup-hidup oleh bola api itu. Carissa langsung mengarahkan telapak tangan kirinya kearah jalur lintasan bola api Dilla.


"Dewi Air : Pelindung."


*WHUUUS*


Pasti sudah tau jika api akan langsung padam jika terkena air, jadi My Project tidak perlu menjelaskan apa yang selanjutnya terjadi.


*TAP.... TAP.... TAP....*


Carissa giliran berlari maju menuju Dilla sambil menggenggam pedang La Naga dengan kedua tangannya.


Tepat beberapa langkah dari lawannya, Carissa langsung menebaskan pedangnya secara diagonal.


*TRAANK*


*KLAAK*


Pedang Dilla patah saat digunakan untuk menahan tebasan pedang La Naga milik Carissa.


*TAP*


Dilla harus melompat mundur untuk kedua kalinya, jika tidak ingin terkena tebasan pedang La Naga milik Carissa.


Carissa tidak menghentikan serangannya begitu saja, Carissa langsung melompat kearah Dilla sambil mengarahkan telapak kaki kanannya ke tubuh lawan.


*BHUAAK*


"Aaach."


Carissa berhasil mendaratkan tendangan Jump Kick atau tendangan melompat tepat di dada Dilla. Hingga membuat Dilla terhempas cukup jauh kebelakang dan tersungkur di atas permukaan tanah yang keras.

__ADS_1


"Putri!!!"


Para prajurit kerajaan hanya bisa berteriak ketika melihat orang yang harus mereka lindungi terkena serangan. Mereka tidak bisa membantu karena memang sebelum terjadi pertarungan ini, mereka sudah diperintah untuk tidak membantu siapapun sebelum pertarungan berhenti.


Carissa berjalan menuju Dilla yang masih tersungkur di atas tanah.


*SRIIINK*


Tanpa ragu-ragu, Carissa mengarahkan pedang La Naga ke leher Dilla. "Sekarang kau sudah kalah, jangan pernah lagi mencari urusan dengan Cakra, suamiku!" Ucap Carissa sambil menatap tajam Dilla.


"Heh, baiklah, aku mengaku kalah, aku akan melepaskan suamimu,... Apa kau puas?!" Ucap Dilla masih tetap arogan.


Carissa menarik kembali pedangnya dari leher Dilla, dan berkata. "Baguslah kalau begitu, sekarang kau boleh pergi."


Dilla segera berdiri kembali.


"Ayo pergi!" Titah Dilla kepada para prajurit kerajaan.


"...."


"Cakra, kau sebenarnya ada dimana? Kapan kau akan kembali?" Ucap Carissa dalam hati sambil memandang Dilla dan para prajurit kerajaan semakin lama semakin menjauh.


*****


*****


Kembali ke MC yang masih sibuk berurusan dengan Menara Iblis.


Cakra dan Pasukan Kebangkitan saat ini sedang berhadapan dengan iblis-iblis penghuni lantai 49. Baru di lantai 49 ini Cakra dan para Pasukan Kebangkitan berhadapan dengan iblis yang memiliki wujud seperti manusia.


Meskipun iblis-iblis di lantai 49 memiliki wujud manusia, tapi kekuatan mereka sangat-sangatlah besar. Bahkan pemimpin lantai 49 berulang kali hampir berhasil mencabut nyawa Cakra.


*TAP... TAP... TAP...*


Galang terlihat berlari menuju sang pemimpin lantai 49. Tanpa pikir panjang, Galang langsung melompat menerkam pemimpin lantai 49.


Pemimpin lantai 49 langsung menebaskan pedangnya secara horizontal untuk melenyapkan Galang dari hadapannya.


*SLAAAS*


Tubuh Galang terbelah menjadi dua bagian.


*DOR... DOR... DOR...*


Cakra langsung memberondong peluru senapan serbu SSR-3 saat pemimpin lantai 49 tidak fokus kepada dirinya.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe

__ADS_1


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2