Modern System

Modern System
#65 Misi System


__ADS_3

"Ayang, pokoknya aku tidak mau ke Kerajaan Berlyan." Ucap Carissa dengan nada lemah.


Mata dan mulut Cakra terbuka lebar ketika menyaksikan Carissa tiba-tiba meneteskannya air mata. "Oi, kenapa dia menangis? Aku sudah lama tidak melihatnya menangis, ya, meskipun kebanyakan akulah penyebab Carissa menangis." Ucap Cakra dalam hati.


Cakra bergerak dengan sendirinya memeluk Carissa. "Baiklah, kita akan ke Kerajaan Zuto."


"Aku, aku akan selalu mengikuti mu, asal tidak ke Kerajaan Berlyan, aku, aku takut ke sana." Isak tangis Carissa di pelukan Cakra.


"Ya, kita tidak akan ke Kerajaan Berlyan, kita akan ke Kerajaan Zuto." Ucap Cakra sambil memeluk dan mengelus rambut Carissa.


"Ehm... Aku percaya kepadamu." Carissa.


"Baiklah, ayo kita pergi." Ucap Cakra sambil melepaskan pelukannya.


"System."


Kendaraan militer lapis baja beroda enam muncul di hadapan Cakra.


"Ayo."


*****


*****


*****


Malam hari ditengah lebatnya hutan. Terlihat sebuah kendaraan militer lapis baja berhenti di bawah salah satu pohon. Didalam mobil atau lebih tepatnya di balik pengemudi terlihat sosok Cakra yang sedang berpikir, dan Carissa yang tertidur pulas dibelakang.


"Oi, aku heran kenapa Carissa menolak saat aku mengajaknya ke Kerajaan Berlyan, sebelumnya dia tidak pernah menolak ku, dan kenapa dia bisa takut dengan Kerajaan Berlyan? Apakah di Kerajaan Berlyan ada setan? Kan tidak mungkin! Lalu apa?"


"Argh!!! Dipikir-pikir malah kelaparan! System, apa kau punya sesuatu untuk dimakan?"


*****


Didalam kendaraan militer lapis baja yang berhenti dibawah salah satu pohon. Terlihat sosok Cakra sedang memakan roti dan Carissa yang tertidur pulas dibelakang kendaraan itu.


"Oi, kenapa Carissa bisa tidur padahal belum makan apapun sejak tadi siang? Alah, paling besok pagi dia akan mencari makanan." Ucap Cakra sambil membuka bungkus roti.


[Ding~ misi acak ditemukan]


[Selamatkan sebanyak mungkin manusia dari serangan monster ular]


[Hadiah: 1.000 poin dan 1 kotak hadiah kelas 4]


[Terima/Tidak]


"Sudah lama aku tidak mendapatkan misi, boleh juga." Ucap Cakra dalam hati karena mulutnya masih mengunyah roti.


[Misi diterima, misi berakhir ketika manusia telah terbunuh semua]


Cakra langsung menyalakan kendaraan militer ketika mendapatkan notifikasi, tapi Cakra teringat jika Carissa sedang tertidur, dan Cakra tidak ingin mengganggu Carissa.


Cakra langsung turun dan berlari menuju titik lokasi dengan bantuan layar system dihadapannya.


Beberapa saat kemudian. Cakra menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri dua pria tengah melawan monster ular yang memiliki panjang hingga 20 meter dan tinggi hingga dua kali manusia dewasa. Di medan pertarungan terlihat juga 10 orang mati mengenaskan.


Tanpa pikir panjang lagi Cakra langsung. "System." Meraih pistol GN-2 Premium yang melayang dihadapannya.

__ADS_1


*DOR*


*DOR*


Dua butir peluru melesat dari moncong pistol GN-2 Premium menuju monster ular.


*CLEB*


*CLEB*


Dua peluru itu berhasil bersarang di tubuh monster ular. Tapi kedua peluru itu belum mampu membunuh sang monster ular.


*DOR*


*DOR*


Cakra kembali menembakan dua butir peluru.


Monster ular itu tidak mau berdiam diri setelah menerima tembakan dari Cakra kembali. Monster ular itu langsung melata atau menuju ke Cakra.


*DOR*


*DOR*


*DOR*


Cakra terus menembaki tubuh monster ular sambil berlari memutar searah jarum jam.


Monster ular itu membawa ekornya untuk menyapu Cakra dari samping. Tetapi, Cakra berhasil menghindarinya dengan melompat tinggi, dan disaat yang bersamaan Cakra langsung menembakkan sebutir peluru yang bersarang di kepala monster ular.


*BRUAAK*


"Alah-alah, cuma segitu? Lemahnya~." Ucap Cakra sambil mengangkat bahu.


"Srrrr."


Diluar dugaan semua orang, monster ular kembali bangkit. Ia terlihat sangat marah kepada Cakra.


"Hah~ system."


Cakra segera meraih senapan serbu SSR-3 yang ada dihadapannya, dan pistol GN-2 Premium langsung tersimpan di penyimpanan system.


*DOR... DOR... DOR...*


Puluhan selongsong peluru terlempar keluar dari sisi kanan senapan serbu SSR-3, Puluhan timah panas dilontarkan dari moncong senapan serbu SSR-3, melesat dengan kecepatan suara menuju target.


Peluru SSR-3 terlihat terus, tak berhenti membuat lubang pada tubuh monster ular.


*BRUAAK*


Tak lama kemudian, monster ular kembali tumbang setelah menerima berondongan peluru dari Cakra, dan kali ini bisa dipastikan bahwa monster ular telah nonaktif.


[Ding~ selamat, tuan telah berhasil membunuh Monster Ular. Tuan mendapatkan poin Exp 1.000]


[Ding~ selamat, tuan telah berhasil menyelesaikan misi dari system. Tuan rumah mendapatkan hadiah : 1.000 poin dan 1 kotak hadiah kelas 4]


"Hah~ kelar juga ni misi." Ucap Cakra sambil memandang mayat monster ular, dan kemudian Cakra mengalihkan pandangannya ke dua pria tadi.

__ADS_1


"System."


Cakra melangkahkan kakinya menuju kedua pria itu. "Apa kalian baik-baik saja?" Ucap Cakra saat berdiri dekat dengan kedua pria itu.


"Ya, terimakasih tuan, tuan telah menyelamatkan kami berdua." Ucap salah satu dari mereka sambil berlutut dihadapan Cakra.


"Pangeran Peter, tidak seharusnya anda berlutut." Ucap pria yang lain.


"Sudahlah, jendral Niko... Tuan ini telah menyelamatkan hidup kita." Ucap pria yang disebut pangeran Peter.


"Ah itu benar juga." Pria yang disebut Nico ikut berlutut dihadapan Cakra.


Sedangkan Cakra sendiri seakan mendapatkan hidayah dari misi system kali ini. Entah kenapa ia seperti mendapatkan sesuatu yang sangat berguna baginya. Maka dari itu, Cakra harus bersikap hati-hati untuk ini.


"Pangeran, jendral, nikmat apa lagi coba ini?" Ucap Cakra dalam hati yang tersenyum sangat-sangat puas.


"Maaf, bisakah anda berdua berdiri? Saya merasa tidak enak." Ucap Cakra berusaha se-sopan mungkin.


"Sesuai keinginan tuan." Ucap Peter sambil berdiri diikuti Niko.


"Ah maaf, perkenalkan nama saya Cakra Aditya dari Tim Nolep MYP." Cakra.


"Tim Nolep MYP? Apa itu?" Ucap Niko tidak paham dengan cara berkenalan Cakra.


"Maaf, saya keceplosan." Cakra.


"Tidak usah dipikirkan, sekali lagi saya mengucapkan rasa terimakasih sebesar-besarnya kepada tuan Cakra, Kerajaan Zuto akan memberikan hadiah yang sangat besar kepada tuan Cakra." Ucap Peter sambil tersenyum.


"Kerajaan Zuto? Hahahaha, ini apa lagi coba?" Ucap Cakra dalam hati yang rasanya ingin melompat kegirangan.


"Ah~ tidak perlu seperti itu pangeran Peter." Ucap Cakra tidak ingin terlihat murahan. "Dan, kenapa rombongan pangeran bisa ada ditempat seperti ini?" Lanjutnya.


"Untuk alasannya mungkin tidak bisa saya ungkapkan." Peter.


"Maaf, tuan Cakra sebenarnya hendak pergi kemana?" Niko.


"Saya dan istri saya hendak menuju ke Kerajaan Zuto, saat kami beristirahat saya mendengar suara keributan, makanya saya datang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi."


".... Dan, kalau anda berdua bersedia, apakah anda berdua bersedia ikut kami? Bukan apa-apa, saya hanya menawarkan tumpangan, tidak ada niatan jahat." Cakra.


"Bagaimana pangeran Peter? Kereta kuda juga sudah rusak akibat monster ular." Ucap Niko kepada Peter.


"Baik, kami terima tawaran tuan Cakra." Peter.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2