Modern System

Modern System
#55 Konflik Keluarga Kerajaan


__ADS_3

Di tengah Kota Aly, terlihat putra mahkota Nicole dan beberapa prajurit kerajaan sedang mengawasi para bud4k yang sibuk membangun tenda-tenda sementara. Tenda-tenda itu akan digunakan para pedagang bud4k dalam festival bud4k yang tinggal menghitung hari lagi.


"Tinggal beberapa hari lagi." Ucap Nicole dalam hati yang merasa puas sambil terus memperhatikan pembangunan.


"Permisi Putra mahkota, para pedagang bud4k sudah sampai di penginapan yang disediakan." Ucap prajurit yang datang menghampiri Nicole.


"Bagus, suruh mereka datang ke istana besok! Aku akan mengadakan acara makan bersama." Titah Nicole kepada prajurit itu.


"Baik, putra mahkota." Prajurit itu berpamitan, lalu beranjak pergi melaksanakan tugas yang diberikan.


*****


*****


*****


Ditempat yang cukup jauh.


Dari kendaraan militer lapis baja yang berhenti di tepi danau yang amat jernih, keluar sosok Cakra dan Dilla. Mereka berdua langsung berjalan mendekati danau tersebut, tepat setelah kendaraan yang mereka tunggangi menghilang dari pandangan.


"Cakra, kau tidak akan meninggalkanku sendiri, kan?"


Dilihat dari ekspresi dan gestur tubuh Dilla, kita bisa tau jika ia masih syok atau trauma dengan kekerasan seksual yang baru saja dialaminya.


"Tenang saja." Ucap Cakra tanpa memandang lawan bicaranya.


"Aku pegang janjimu." Ucap Dilla sambil menekuk lututnya di tepi danau.


Cakra menyaksikan Dilla yang tampak berkumur selama beberapa detik. Cakra seakan puas dengan rencana yang ia buat untuk masuk ke dalam pihak kerajaan.


"Kau tetap disini dulu!" Ucap Cakra sambil menoleh ke sana kemari seakan mencari sesuatu.


Dilla terkejut mendengar permintaan Cakra barusan. Cakra memintanya untuk tetap disini, berarti Dilla akan ditinggal sendiri. Padahal Cakra sudah berjanji tidak akan meninggalkannya.


"Memangnya kau mau kemana? Aku ikut!" Ucap Dilla yang langsung berdiri.


"Kau tetap disini saja, kau akan melihat benda paling menjijikkan jika ikut aku." Ucap Cakra sambil menatap mata Dilla.


"Memangnya kau mau apa?" Ucap Dilla bersikeras.


Cakra menjawab pertanyaan Dilla dengan menunduk dan melihat area dibawa perutnya.


"..!!"


Sejenak Dilla berfikir apa yang dimaksud Cakra, tapi sesaat kemudian wajah Dilla tiba-tiba memerah.


"Kau tetap disini saja!" Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan meninggalkan Dilla.


*****


*****


*****

__ADS_1


Malam hari di Kota Aly. Terlihat sosok Cakra dan Dilla sedang berjalan bersama. Cakra sudah berhasil menggali informasi yang dibutuhkan sejak siang hari.


Saat ini mereka berdua, sedang berjalan menuju tempat paling istimewa di Kerajaan Aila, istana kerajaan. Setelah menempuh perjalanan, akhirnya mereka sampai di depan gerbang istana.


"Dilla, apa boleh aku kesini besok?" Ucap Cakra sebelum Dilla masuk ke dalam istana.


"Ehm.... Memangnya mau apa?" Ucap Dilla yang langsung menempatkan dirinya dihadapan Cakra.


"Ya... Main aja." Cakra.


"Kalau besok sepertinya tidak bisa, besok pasti kakakku akan mengadakan acara dengan para pedagang bud4k." Ucap Dilla yang seakan menyesal terbukti dari raut wajahnya.


"Kan aku perlunya sama kau, bukan ama kakakmu." Ucap Cakra sambil terus menatap mata Dilla.


"Ehm.... Baiklah, kau boleh kesini besok, tapi janji langsung temui aku." Ucap Dilla sambil tersenyum manis.


"Kalau begitu, dah, sampai besok." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan pergi.


"Dah, hati-hati." Ucap Dilla sambil melambaikan tangan.


Dilla segera membalikkan tubuhnya setelah memastikan Cakra pergi. Dilla berjalan masuk ke gerbang istana.


"Selamat malam, Putri Dilla." Ucap dua orang prajurit yang berjaga sambil membungkuk sebagai rasa hormat mereka.


Dilla tak sedikitpun menanggapi kedua prajurit itu, ia terus berjalan menuju pintu masuk istana kerajaan, tempat tinggalnya dan tentu saja Keluarga kerajaan.


Sesampainya Dilla di aula istana, ia bertemu dengan kakaknya, Putra Mahkota Nicole. Sepertinya hubungan Dilla dengan Nicole tidak baik-baik saja, terbukti dari sikap Dilla yang sama sekali tidak menunjukkan rasa hormat.


"Aku lelah, jangan ganggu aku!" Jawab Dilla acuh, bahkan Dilla enggan menatap mata Nicole.


"Oh... Maaf, kakakmu ini tidak mengerti, pasti mereka gagal ya?" Nicole.


Dilla yang sebenarnya malas menanggapi Nicole, tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan menatap tajam mata Nicole.


"Ada apa sayang? Apa kau mau bermain dengan kakakmu tersayang ini?" Ucap Nicole tersenyum tambah lebar.


"Pasti kau, kan?" Dilla.


"Pasti apa, sayang?" Nicole.


"Pasti kau yang merencanakan pembunuhan ku!" Ucap Dilla dengan penuh penekanan di setiap kata.


"Hahahaha, jangan bercanda sayang." Ucap Nicole yang masih santai.


"Aku tidak bercanda! Pasti kau, kan?! Cepat katakan!" Dilla.


Nicole tiba-tiba merubah senyum manisnya menjadi senyum sinis, dan tak lama kemudian ia berkata. "Kalau memang iya, kau mau apa?"


Meskipun Dilla sudah menduga hal ini, tapi ia tetap terkejut. "Ternyata memang benar kau, memangnya apa aku punya salah kepadamu?!"


"Ada, kau selalu menghalangi kesenangan ku." Ucap Nicole yang kini giliran menatap tajam Dilla.


"Kesenangan katamu? Kau hanya pria m3sum terburuk di dunia!" Ucap Dilla tegas.

__ADS_1


"Heh, apa kau lupa siapa dirimu? Kau hanya orang yang selalu berada dibalik bayang-bayang ku dan ayah." Ucap Nicole dengan nada dan ekspresi datar.


".... Ternyata aku memang membencimu!!!" Ucap Dilla sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.


"Apa kau pikir aku takut dibenci oleh-."


*BHAAAM*


Dilla sudah tidak tahan lagi, tanpa pikir panjang Dilla langsung melancarkan pukulan Hook Atas atau pukulan bulat dan melengkung kearah kepala, yang berhasil mendarat tepat di pipi kiri Nicole. Hingga membuat Nicole jatuh tersungkur.


"Ada apa ini?" Seorang pria berusia kira-kira 45 tahun datang mendekat setelah melihat Dilla memukul Nicole.


Dilla tiba-tiba kembali bersikap acuh ketika melihat kedatangan pria itu, ia melipat kedua tangannya di dada dan memalingkan wajahnya.


"Tidak ada apa-apa, baginda raja." Ucap Nicole sambil tersenyum dan berdiri.


"Nicole, aku adalah ayahmu, panggil saja aku Ayah." Ucap pria yang disebut raja oleh Nicole.


"Maaf, ayah." Nicole.


"Tidak masalah, .... Dan Dilla, kenapa kau memukul kakakmu? Bukannya Nicole selalu baik kepadamu." Ucap raja kepada Dilla.


"Memangnya kau tau apa? Kalian berdua tidak ada yang bisa aku percaya!" Ucap Dilla tanpa memandang ayahnya.


"Dilla, tolong bicara yang sopan kepada ayah." Ucap Nicole menegur.


"Sudahlah, jangan ganggu aku!" Tepat setelah Dilla mengucapkan kalimatnya, ia langsung beranjak pergi.


"Dilla, besok kakakmu mengadakan acara-." Ucap raja terpotong.


"Besok aku ada acara sendiri." Ucap Dilla menyela kalimat raja sambil terus berjalan.


"...."


"Maaf atas ketidak sopan nan Dilla, ayah." Ucap Nicole sambil membungkuk setelah Dilla pergi.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

__ADS_1


__ADS_2