Modern System

Modern System
#58 Tanpa Sihir Dan Senjata


__ADS_3

Pagi hari di Ibukota Aly. Terlihat 15.000 orang duduk berdesak-desakan di tempat yang terlihat seperti stadion olahraga. Mereka semua tidak sabar menyaksikan pertarungan antara Putra Mahkota Nicole melawan seseorang bernama Cakra Aditya.


Kabar mengenai duel Cakra melawan Nicole sangat cepat menyebar ke seluruh penjuru negeri. Duel itu sebenarnya sengaja disebarkan oleh pihak kerajaan untuk meraup untung dari penjualan tiket masuk.


Terlihat Carissa, Vanya, Silvi, Sachi, Evans dan Iska berjalan menuju tempat pertarungan diadakan.


Sesampainya mereka berenam di depan stadion ternyata mereka sudah ditunggu oleh Cakra dan Dilla.


"Ayo masuk, aku sudah menyiapkan tempat khusus untuk kita." Ucap Dilla sambil membalikkan tubuhnya dan langsung berjalan.


Carissa dan yang lainnya kecuali Cakra, langsung berjalan mengikuti Dilla. Cakra tidak mengikuti Dilla karena Cakra akan masuk lewat pintu yang berbeda.


*****


Carissa, Dilla dan yang lainnya langsung duduk di kursi yang sudah disiapkan.


Dilla yang menyadari adanya keanehan pada diri Carissa sejak tadi, langsung berkata. "Nona Carissa, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat cemas?"


"Benar itu, sejak keluar dari rumah kau tidak seperti biasanya, apa kau sakit, nona Carissa?" Ucap Iska melanjutkan.


"Maaf aku tidak apa-apa, aku hanya menghawatirkan Cakra." Ucap Carissa sambil tersenyum.


"Khawatir? Bukannya Cakra sangat kuat, bahkan dia dapat mengalahkan seekor naga." Ucap Dilla sambil mengerutkan keningnya.


"Iya memang, tapi pertarungan kali ini tidak diperbolehkan menggunakan senjata, apakah kau pernah Cakra bertarung tanpa senjata anehnya itu? Itulah yang aku khawatirkan." Ucap Carissa berharap cemas.


"Kau benar juga, nona Carissa." Ucap Dilla yang tiba-tiba merasa lemas.


"Tuan Cakra tidak mungkin kalah! Silvi tidak akan membiarkan tuan kalah!" Saut Silvi tiba-tiba.


"Iya, tuan Cakra sangat kuat, mau itu menggunakan senjata atau tidak, bukankah nona Dilla pernah dikalahkan tuan Cakra tanpa menggunakan senjata." Ucap Vanya melanjutkan kalimat Silvi (Bab-29).


"Benar juga." Dilla seakan menerima tamparan keras ketika mengingat pertemuan pertamanya dengan Cakra.


"Oh iya." Ucap Carissa seakan memiliki harapan kembali.


Setelah cukup lama menunggu akhirnya seorang pria masuk ke dalam arena pertarungan diiringi suara drum.


"Perkenalkan, nama saya Leon Naksa, saya ingin menyampaikan selamat datang di Aila Pride, saya ditugaskan untuk memimpin pertarungan Putra Mahkota Nicole melawan Cakra Aditya!!!" Teriak pria itu.


"Baiklah, tanpa menunggu lama-lama mari kita sambut kedua petarung kita, Putra Mahkota Nicole dan Cakra Aditya!!!" Teriak Leon.


Cakra dan Nicole berjalan masuk kedalam arena pertarungan, dengan diiringi teriakan dan tepuk tangan para penonton.


Cakra dan Nicole berdiri berhadapan satu sama lain, mata mereka berdua sudah saling melancarkan Psywar atau perang psikologis, yang tentu saja bertujuan untuk menghancurkan mental lawan.

__ADS_1


"Peraturan sudah disetujui sebelumnya, harap bertarung secara sportif. .... Kedua petarung silahkan mundur ke garis yang sudah ditentukan." Ucap Leon kepada Cakra dan Nicole.


Setelah Cakra dan Nicole berada di garis yang sudah ditentukan, kira-kira jarak mereka berdua sekitar lima meter. Leon langsung berteriak.


"Mulai!!!"


*TAP... TAP... TAP...*


Nicole langsung berlari menuju lawannya tanpa banyak basa-basi. Tepat setelah berada lima langkah dari Cakra, Nicole langsung melakukan Front Flip dengan tumit kaki kanan disiapkan untuk menghantam kepala Cakra.


Tentunya Cakra tidak mau terkena serangan, ia langsung melangkah sedikit ke kiri untuk menghindar. Tepat setelah Nicole mendarat di atas tanah, Cakra langsung melancarkan pukulan lurus yang mengarah ke wajah Nicole menggunakan tangan kanannya.


*KEP*


Tanpa disangka Nicole berhasil menahan bahkan menangkap pukulan Cakra. Dengan cepat Nicole langsung menarik Cakra sambil menyiapkan sikutnya.


*BHAAAM*


Serangan yang biasa dikenal sebagai sikut horizontal, berhasil Nicole daratkan tepat di hidung Cakra.


Cakra hanya terhuyung sebentar setelah menerima serangan itu. Jika orang biasa sudah pasti minimal hidungnya akan mengeluarkan darah, karena serangan sikut horizontal dikenal cukup brutal.


Nicole tidak mau memberikan Cakra nafas, ia langsung menggunakan kaki kanannya untuk melancarkan Step Up Kick atau tendangan naik yang diarahkan ke dagu Cakra.


Cakra yang sudah sadar kembali, langsung menghindar dengan melompat mundur.


"Alah-alah, aku juga terkejut, kau pandai juga dalam bertarung." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berlari menuju lawannya.


Nicole langsung bersiap memberikan serangan ketika melihat Cakra menuju kearahnya.


Nicole segera memutarkan tubuhnya sambil mengangkat tinggi-tinggi kaki kanannya.


Cakra yang sudah cukup berpengalaman dengan teknik Spinning Heel Kick atau tendangan tumit berputar yang diperagakan Nicole, pastinya sudah paham dengan apa saja kelemahan teknik tersebut.


Cakra langsung menekuk lututnya dengan kaki kanan dilebarkan keluar, dan di akhiri dengan Cakra memutarkan tubuhnya.


Kaki Nicole hanya numpang lewat di atas kepala Cakra.


*BHUAAK*


Roundhouse Kick Low atau tendangan berputar kebawah dari Cakra, berhasil menghantam kaki Nicole. Hingga membuat Nicole jatuh tersungkur dengan keras.


Cakra tidak mau melewatkan kesempatan emas yang ada dihadapannya saat ini, Cakra langsung naik ke atas tubuh Nicole yang tersungkur.


Untuk sesaat bisa-bisanya Cakra menjulurkan lidahnya dihadapan lawannya, sebelum ia memberikan Ground And Pound.

__ADS_1


*BHAAAM*


*BHAAAM*


*BHAAAM*


Pukulan demi pukulan terus Cakra daratkan di wajah Nicole yang berada di bawahnya.


Nicole pastinya tidak pasrah begitu saja, ia berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari situasi yang sangat tidak menguntungkan baginya.


Pukulan Cakra juga tidak semuanya berhasil menghantam wajah Nicole, tak jarang pukulan Cakra malah melesat dan menghantam tanah.


"Hahahaha!!!" Cakra terlihat sangat menikmati dengan posisinya saat ini. Ia bisa menghajar Nicole sampai darah Nicole membasahi kedua tangannya.


Untuk saat ini Nicole diberi pilihan yang sangat berat, ia harus memilih menyerah tapi menanggung malu, atau terus melanjutkan pertarungan hingga ia mati kehabisan darah.


Dan pada akhirnya Nicole memilih menepuk-nepuk tanah.


"Berhenti!!!" Teriak Leon sambil berlari menuju kedua petarung bersama para petugas medis.


Cakra berhenti memukuli Nicole sambil tersenyum sinis. Cakra berdiri dan menyingkir dari tubuh Nicole.


"Uwoo!!!!"


Teriakan para penonton terdengar sangat keras setelah menyaksikan pertarungan Cakra melawan Nicole. Tak sedikit dari penonton merasa heran kenapa orang yang selama ini mereka hormati bisa kalah dari masyarakat biasa seperti Cakra.


"Ingat janjimu." Ucap Cakra kepada Nicole yang sedang menerima perawatan medis, dan kemudian Cakra langsung berjalan pergi.


"Aku masih belum kalah!!! Tunggu saja, aku akan membalas mu nanti!!!!" Teriak Nicole sambil memandang Cakra yang terus berjalan meninggalkannya.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe

__ADS_1


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2