Modern System

Modern System
#49 Melawan Naga


__ADS_3

Cakra segera berlari keluar setelah panggilan alam yang dialaminya selesai. Sesampainya Cakra diluar, ia melihat Carissa dan para warga berdiri tegak menantang bahaya yang akan segera datang.


"Kau juga takut kan." Ucap Cakra dalam hati ketika melihat tubuh Carissa bergetar.


*WHUUUS*


"System, PPG-7 dengan proyektil PAG-7VS."


Cakra segera meraih dan memanggul granat berpeluncur roket PPG-7 di pundak kanannya. Dan Cakra segera membidik sang naga.


*JHUUUS*


Booster atau propelan proyektil PAG-7VS meledak di dalam tabung peluncur PPG-7, ketika Cakra menekan picu. Ledakan booster mendorong PAG-7VS meluncur ke depan dengan kecepatan sekitar 115 meter per detik.


Ketika PAG-7VS terlontar keluar sirip lipat yang sebelumnya berada di booster langsung terbuka.


Roket pada sustener motor PAG-7VS langsung menyala saat sudah berada sekitar 11 meter dari Cakra. Granat PAG-7VS terus meluncur menuju sang naga utama.


*DHUAAR*


Ledakan pertama terjadi ketika PAG-7VS menghantam leher naga itu.


*DHUAAR*


PAG-7VS meledak kembali dan langsung menusuk sang naga dengan aliran jet logam panas.




Para warga dan tentunya Carissa langsung menoleh kebelakang, asal dari serangan yang diterima sang naga berasal.


"Ayang?" Ucap Carissa tidak percaya jika Cakra memiliki serangan yang begitu mengerikan.


Cakra segera lari maju tanpa memperdulikan apapun.


"Jaga para warga!" Tepat setelah Cakra memberikan pesan kepada Carissa, ia langsung berlari mendekat ke sang naga.


Cakra kembali membidik naga itu menggunakan PPG-7.


*JHUUUS*


"Grrrr!!!"


*WHUUUK*


Naga itu menyemburkan nafas apinya yang memiliki suhu ribuan derajat Celcius, yang mengarah langsung kepada Cakra.


*DHUAAR*


"Hah?" Cakra terkejut melihat granat roket PAG-7VS meledak sebelum menghantam target. Hal itu tentu saja bisa terjadi dikarenakan PAG-7VS terbang menembus semburan api yang sangat panas.


Tanpa memikirkan apapun lagi, Cakra langsung berlari menyamping untuk menghindari semburan api, atau jika tidak ia akan menjadi manusia panggang.


Cakra segera membalikkan tubuhnya kembali kearah naga, dan dengan cepat Cakra langsung membidik naga itu.


*JHUUUS*


*WHUUUK*


*DHUAAR*


Granat roket PAG-7VS kembali gagal menghantam target.


Dan Cakra harus kembali lari dari kenyataan jika tidak mau dipanggang hidup-hidup.


"System, SPR-2 dan simpan ini!"


Cakra langsung meraih senapan penembak runduk SPR-2, dan disaat yang bersamaan PPG-7 menghilang dari pandangan.

__ADS_1


Hal itu dilakukan Cakra karena sudah dua kali gagal menggunakan PPG-7, Cakra lebih memilih kecepatan yang dimiliki amunisi SPR-2, tentu saja Cakra harus mengorbankan damage. Tapi mau tidak kemungkinan hanya senjata ini yang bisa mengenai target sebelum hancur dipertengahan jalan.


Merasa semburan api sang naga sudah tidak mengikutinya, Cakra segera membalikkan tubuhnya sambil membidik bersiap menembak.


*DOR*


Peluru SPR-2 berhasil menembus kulit tebal naga itu, tapi tetap saja daya hancur masih belum parah.


*DOR*


*DOR*


Cakra kembali menembak sebanyak dua kali, tapi tiba-tiba Cakra merasa ada yang aneh pada naga itu.


"System, kenapa naga itu seperti tidak menyerang ku balik? Dan malah seperti fokus menyerang tempat perlindungan?"


[Naga itu telah dikendalikan seseorang, tuan sudah pernah bertemu bahkan bertarung melawan naga, apakah tuan yakin jika naga memiliki tiga tanduk]


"Benar juga, sejak kapan naga memiliki tiga tanduk?" Ucap Cakra sambil melihat dengan seksama kepala naga itu.


"Pasti yang tengah." Ucap Cakra sambil membidik tanduk yang berada ditengah.


*DOR*


*PYAAR*


Tanduk dengan sangat mudahnya hancur berkeping-keping.


*BRUAAK*


Naga itu jatuh tak lama setelah salah satu tanduknya hancur.


"Hah? Sudah selesai?" Ucap Cakra cukup terkejut.


Cakra berusaha mengesampingkan perasaan ragunya, Cakra segera berlari menuju tempat perlindungan. Ditempat itu Cakra melihat banyak sekali warga yang terluka.


"Ayang, kau tidak apa-apa?!!!"


"Aku baik-baik saja, dan kenapa deng-." Belum sempat Cakra menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba terdengar.


"Grrrr!!!"


Sang naga kembali bangkit sambil mengaum sangat keras.


*WHUUUK*


Naga itu menyemburkan nafas apinya tinggi ke udara.


"Benar sesuai dugaan ku." Ucap Cakra sambil menatap tajam naga itu.


[Naga itu sudah lepas dari sihir yang mengendalikannya, system sarankan agar tuan membawa naga itu ke tempat yang cukup sepi, agar tuan tidak perlu bertarung sambil melindungi]


"Benar juga kau, system." Ucap Cakra setuju dengan saran dari system yang tiba-tiba berbunyi di benaknya.


Cakra mengamati keadaan sekitarnya untuk mencari tempat yang sepi. Dan


"System, PPG-7 dengan proyektil PAG-7VS, dan simpan ini!"


Cakra langsung membidik naga itu.


*JHUUUS*


*DHUAAR*


Ledakan pertama muncul ketika granat roket PAG-7VS menghantam tubuh naga.


*DHUAAR*


"Grrrr!!!"

__ADS_1


"Kalian semua menyingkir dari sini!!!" Teriak Cakra yang pasti sudah paham dengan apa yang akan datang.


*WHUUUK*


Tak berselang lama, naga itu langsung menyemburkan nafas api ke tempat Cakra tadi berada.


Tapi untungnya Cakra sudah memperingatkan dan warga desa sudah menyingkir dari tempat itu, hingga sudah pasti tidak ada korban jiwa yang jatuh.


Cakra kembali membidik naga itu.


*JHUUUS*


*DHUAAR*


*DHUAAR*


"Oi, aku disini naga bodoh!!!" Teriak Cakra setelah memberikan serangan.


Sesuai dugaan sedari awal, naga itu langsung menargetkan Cakra sebagai musuh yang sudah pasti harus dilenyapkan.


"Bagus." Ucap Cakra sambil membalikkan tubuhnya dan dengan sekuat tenaga berlari menuju tempat yang sudah di tentukan.


Naga itu membentangkan kedua sayapnya ketika melihat targetnya berusaha melarikan diri. Dengan sekali kepakan, naga itu melesat mengejar Cakra.


Cakra merasakan hembusan angin cukup kuat ketika sang naga melesat mendahuluinya.


Cakra yang sudah memperhitungkan hal itu langsung bersiap untuk kembali menyerang.


Ketika sang naga membalikkan tubuhnya, tanpa basa-basi Cakra langsung menekan picu PPG-7.


*JHUUUS*


*WHUUUK*


*DHUAAR*


"Alah-alah, salah perhitungan." Ucap Cakra kecewa serangannya gagal.


"Heh." Cakra tiba-tiba tersenyum sinis sambil menatap tajam. "Jika Aidan tidak bisa. .... Bejo, keluarlah!"


Dari bayangan Cakra tiba-tiba muncul sosok iblis dengan pedang besar di tangan kanannya.


Iblis itu adalah Bejo, iblis yang pernah dikalahkan Cakra di Menara Iblis. Kini Bejo ialah jenderal atau pemimpin divisi garis depan Pasukan Kebangkitan.


"Gimana, aku buatkan bumbu naga bakar?" Ucap Cakra sambil terus menatap tajam sang naga.


"Naga bodoh, aku turut berdukacita atas kematian mu hari ini." Ucap Bejo sambil tersenyum sinis.


*WHUUUK*


Kobaran api menyala tiba-tiba menyelimuti pedang besar yang berada di tangan kanan Bejo.


*SWUUUT*


Bejo melesat dengan kecepatan tinggi menuju sang naga.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2