Modern System

Modern System
#19 "Jika aku melihatmu lagi, kau akan bertemu malaikat maut!" 2


__ADS_3

"B4jingan itu berani memukul ku di guild petualang, aku mau dia mati hari ini." Ucap Hans sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.


"Jadi kau ingin kami membantumu?" Si B


"Memangnya kau tau dia ada dimana?" Si A.


"Aku sudah menemukan dimana dia menginap, bahkan kamarnya aku juga sudah tau." Hans.


"Tidak bisa besok saja, apa? Aku lelah karena misi yang aku ambil tadi." Ucap si C sambil meregangkan otot-ototnya.


"Tidak, aku mau dia mati hari ini juga! Heh, setelah itu Carissa akan menjadi milikku." Ucap Hans sambil berdiri dari kursinya.


"Kapan kita ke sana?" Si A.


"Sekarang, ayo!!!" Hans.


"Permisi, nolep mau lewat." Ucap Cakra sambil menunjuk dirinya.


"Hahahaha, bagus, dia orangnya! Kita tidak perlu jauh-jauh lagi, kita bisa membunuhnya disini juga." Ucap Hans senang melihat Cakra.


"Oh, jadi kau pria yang berani memukul teman kami?" Ucap si A sambil berdiri saat melihat sosok Cakra. Begitupun yang lainnya, mereka semua langsung berdiri.


"Alah-alah, pria kok ngadu, kau pria atau tidak?" Ucap Cakra sambil menunjuk Hans.


"Tidak peduli apa yang kau katakan! Yang penting, kau akan mati disini, dan Carissa akan menjadi milikku." Ucap Hans dengan kepercayaan diri maksimal.


"Kau terlalu percaya diri! .... Dan kalian bodoh apa gimana? Bisa-bisanya kalian diperalat olehnya, apa untungnya buat kalian? Hahahaha." Cakra tertawa lepas setelah menyelesaikan kalimatnya.


"Woi, aku tidak suka dengan gaya bicaramu!" Ucap si A sambil menunjuk Cakra.


"Memangnya kenapa? Kalau tidak suka silahkan maju hadapi aku!" Ucap Cakra sambil membentangkan kedua tangannya sebagai bentuk provokasi lawan.


"Sialan!!!" Si B berlari menuju Cakra sambil menarik mundur tangan kanannya.


Pukulan lurus maju ke depan dilancarkan si B ke wajah Cakra.


Cakra menghindar hanya dengan menempatkan kaki kirinya tepat di belakang kaki kanannya, dan Cakra langsung menghadapkan tubuhnya ke arah lain.


Pukulan si B lewat begitu saja di hadapan Cakra.


Karena tubuh si B agak condong ke depan, Cakra langsung mengangkat sikut tangan kanannya.


*BHAAAM*


Sikut Cakra menghantam leher belakang si B. Hingga membuat si B jatuh tersungkur.


"Heh." Cakra menendang tubuh si B seakan menendang bola. Tendangan Cakra begitu kuat hingga membuat si B terhempas cukup jauh.


"Alah-alah, lemahnya~." Ucap Cakra sambil memandang rendah si B.


"Arggh, sialan kau! ... Habisi nyawanya!!!" Teriak si B untuk teman-temannya.


Cakra kembali menghadapkan tubuhnya ke Hans dan dua temannya yang lain.


Cakra kembali memasang senyum sinis melihat tiga orang sekaligus menuju kearahnya.

__ADS_1


Tiba-tiba Cakra melakukan front flip sambil mengarahkan tumit kaki kanannya ke kepala Hans yang berada di antara kedua temannya.


*BHAAAM*


Axe Heel Kick atau tendangan tumit kapak dari Cakra berhasil mendarat di kepala Hans, hingga membuat kepala Hans mengucurkan darah segar.


"System, GN-2 Premium."


Cakra mengambil pistol GN-2 Premium yang muncul di hadapannya. Dan langsung.


*DOR*


Satu peluru bersarang di leher si C yang berada di sebelah kiri Hans.


*DOR*


Cakra menembak kaki Hans, hingga membuat Hans jatuh dan meringis kesakitan.


[Ding~ selamat tuan rumah berhasil membunuh manusia berlevel Biru. Tuan rumah mendapatkan 500 poin Exp]


Cakra sama sekali tidak memperdulikan notifikasi dari system, karena lawannya masih ada satu yang belum dilumpuhkan.


Cakra menolehkan kepalanya kesana-kemari untuk mencari dimana si A berada.


Tiba-tiba Cakra menekuk lututnya, dan benar saja, sebilah pedang lewat tepat di atas kepala Cakra.


Cakra langsung berdiri sambil membalikkan tubuhnya.


*DOR*


[Ding~ selamat tuan rumah berhasil membunuh manusia berlevel Biru. Tuan rumah mendapatkan 500 poin Exp]


"Tinggal dua ya."


Ya, memang tinggal dua orang yang belum dibunuh Cakra, yakni Hans dan si B. Tapi mereka berdua sudah dilumpuhkan terlebih dulu oleh Cakra.


"Alah-alah~." Cakra memandangi si A dan Hans yang terkapar di atas tanah secara bergantian.


Cakra mengarahkan moncong pistol GN-2 Premium ke si A.


*DOR*


[Ding~ selamat tuan rumah berhasil membunuh manusia berlevel Biru. Tuan rumah mendapatkan 500 poin Exp]


Dengan santainya Cakra duduk bersila di hadapan Hans.


"Bukankah di awal pertemuan aku bersikap baik? Aku membiarkanmu berpetualang dengan Carissa, yah~ kemungkinan, bukan! Tapi kau bisa, bahkan boleh merebut Carissa. Asal kau tau saja, sebenarnya aku sama sekali tidak mencintai, bukan! Menyukai saja tidak. Ya, aku juga tau jika Carissa cantik."


".... Bukankah itu kesempatan emas untukmu jika memang tertarik dengan Carissa? Hehehe, tapi sayang, kau malah salah jalan dan berurusan denganku. .... Sial amat nasibmu." Ucap Cakra sambil tersenyum sinis.


"Sial!!! Sebenarnya kau mau apa?!" Ucap Hans kesal sambil mencoba berdiri dengan kaki pincang.


"Yah~ bukan apa-apa kok, aku cuma mau curhat saja."


*DOR*

__ADS_1


[Ding~ selamat tuan rumah berhasil membunuh manusia berlevel Biru. Tuan rumah mendapatkan 500 poin Exp]


Hans jatuh kembali, tapi kali ini bisa dipastikan jika Hans tewas dengan peluru bersarang di bawah mata kirinya.


"Hah~" Cakra meletakkan pistolnya dan langsung bersandar pada kedua tangannya sendiri yang ditempatkan di belakang tubuhnya.


"Aku kok merasa bersalah sendiri ya, setelah berkata seperti tadi?" Ucap Cakra sambil berdiri.


Cakra melangkahkan kaki untuk keluar dari tempat itu sambil merogoh kantong hoodie-nya. Cakra mengeluarkan sebungkus rokok beserta koreknya.


"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok. "Sekarang aku akan kemana?" Ucap Cakra setelah berada di luar bangunan itu.


*****


Keesokan harinya.


*TOK... TOK... TOK...*


Terlihat sosok Cakra berdiri sambil mengetuk pintu salah satu kamar penginapan.


*TOK... TOK... TOK...*


"Apa ada orang?" Ucap Cakra sambil terus mengetuk pintu kamar itu.


Setelah beberapa saat kemudian, pintu kamar itu akhirnya terbuka. Terlihat sosok Carissa seakan baru bangun tidur.


"Cakra!!!" Carissa langsung memeluk erat tubuh Cakra saat melihat Cakra.


"Kenapa lagi? Setiap ketemu kok nangis?" Ucap Cakra saat melihat air mata Carissa menetes.


"Habisnya, kemarin malam kau bilang, cari istri baru, Haaaaa." Carissa langsung membenamkan wajahnya ke dada Cakra.


"Karena itu? .... Sudahlah aku cuma bercanda, jangan dianggap serius!" Ucap Cakra sambil mengelus kepala Carissa.


"Serius cuma bercanda?!" Ucap Carissa sambil memandang wajah Cakra.


"Ya, cuma bercanda. .... Lagi pula, katanya hari ini mau berpetualang bersama, kok belum siap?"


"Ah~ iya aku lupa, tunggu sebentar."


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe

__ADS_1


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2