
*BRUAAk*
Cakra yang sibuk menatap layar ponsel, tiba-tiba dikejutkan dengan meja dihadapannya yang hancur akibat dihantam tubuh Dilla.
"Oi, ada apa ini?" Ucap Cakra yang langsung melepas headset dari kedua telinganya.
"Cakra." Ucap Dilla sambil menunjuk Nicole yang berdiri sambil menyeringai.
"Ah~ kau ini menyusahkan kali." Ucap Cakra sambil berdiri.
"Ayang, aku mohon jangan mendekat! Aku merasakan dia berbeda dari yang sebelumnya!" Ucap Carissa memperingatkan sambil bersiap mencabut pedangnya.
"Kami rasa dia hanya mengincar tuan, tuan lari-lah! biar kami yang menahannya." Ucap Vanya juga sudah siap bertarung dengan tongkat yang digenggam kedua tangannya.
"Hahahaha, kau mengerikan juga ya? Apa yang kau lakukan hingga banyak wanita sampai mau melindungi mu?" Ucap Nicole dengan nada tinggi sambil berkacak pinggang.
"Alah-alah, kau iri ya?" Ucap Cakra sambil mengangkat bahu.
"Hahahaha, kau masih sombong seperti biasanya."
*SWUUUT*
Tepat setelah Nicole mengucapkan kalimatnya, ia langsung melesat cepat menuju Cakra sambil menarik mundur tangan kanannya.
Cakra langsung merapatkan kedua lengannya di depan wajah, untuk menahan serangan yang akan datang.
*BHAAAM*
Pukulan Nicole mendarat tepat di kedua lengan Cakra yang dirapatkan. Meskipun begitu, pukulan Nicole sangatlah kuat.
Tubuh Cakra tidak dapat menahan pukulan itu, Cakra terhempas layaknya peluru meriam yang ditembakkan. Dinding restoran Evans hancur akibat dihantam tubuh Cakra yang terhempas jauh nan kuat.
"Cakra!!!"
"Tuan!!!"
Teriak histeris Carissa dan yang lainnya.
*SWUUUT*
Siluet hitam muncul ketika Nicole melesat dengan kecepatan tinggi menuju tempat Cakra.
Tanpa pikir panjang, Carissa langsung berlari mengejar. Membantu Cakra menghadapi Nicole.
"Nona Carissa, tunggu!!!" Vanya, Silvi dan Sachi langsung berlari menyusul Carissa.
"Tolong laporkan jika Nicole ada disini kepada kerajaan, istana pasti sudah mencari Nicole tapi belum berhasil menemukannya!" Tepat setelah Dilla mengucapkan permintaan untuk Evans dan Iska, ia langsung berlari ikut bertarung.
*****
"Hah~ kuat juga dia? Sebenarnya monster apa yang merasukinya?" Ucap Cakra sambil menatap siluet hitam yang sedang menuju dirinya.
"System."
Cakra segera meraih pistol GN-2 Premium yang melayang dihadapannya. Dan segera mengarahkan moncong pistol ke Nicole.
*DOR*
*DOR*
Dua peluru melesat menuju Nicole yang juga melesat menuju Cakra.
Tanpa diduga Nicole tiba-tiba langsung merubah arah lesatannya sedikit melingkar. Hal itu otomatis membuat ia menghindar dari peluru yang menuju padanya.
Nicole berhenti melesat ketika berjarak beberapa meter dari Cakra, dan ia berkata. "Senjata mu tidak akan berguna."
Dari kedua tangan Nicole muncul rantai yang masing-masing memiliki panjang lima meter.
*SWUUUT*
Nicole kembali melesat menuju Cakra.
__ADS_1
"Hah? Sial!" Cakra langsung melompat mundur ketika melihat Nicole menyabetkan salah satu rantainya secara horizontal kearahnya.
Gerakan Cakra lebih lambat dibanding rantai Nicole, dan sialnya Cakra masih berada di dalam jarak jangkau rantai itu
*CTAAR*
Rantai Nicole berhasil menyabet pinggang kiri Cakra. Dan Cakra kembali dibuat terhempas oleh Nicole.
Namun jangan lupa, level Cakra saat ini sudah sangat tinggi, Cakra tidak akan mudah dilukai dengan serangan seperti itu.
Cakra kembali bangkit dan menatap Nicole yang berdiri sambil menyeringai kearahnya.
"System, prediksi!"
[Prediksi dimulai]
[Nama : Nicole Aly]
[Elemen : Api]
[Level :-]
[Status : Putra Mahkota Kerajaan Aila]
[Ding~ peringatan. Target sedang dirasuki makhluk aneh, hingga mampu system tidak dapat mampu menghitung levelnya]
"Sudah aku duga." Ucap Cakra sambil menatap tajam Nicole.
*TAP... TAP... TAP...*
Tanpa banyak basa-basi lagi Cakra langsung berlari menuju Nicole.
Nicole kembali menyabetkan salah satu rantainya secara horizontal ketika ia merasa Cakra sudah berada di dalam jarak jangkau.
Cakra mengambil tindakan menghindar dengan melompat setinggi ia bisa, disaat yang bersamaan Cakra segera mengarahkan moncong pistol GN-2 Premium kepada Nicole.
*DOR*
*SWUUUT*
Disaat Cakra kembali mendarat, Nicole langsung menyabetkan salah satu rantainya, tapi kali ini secara vertikal.
*CTAAR*
Cakra bergerak sedikit kesamping untuk menghindar, kedua mata Cakra terbuka lebar menyaksikan tanah yang terkena sabetan rantai Nicole retak.
Meskipun begitu Cakra tak mau ambil pusing, ia langsung mengarahkan kembali moncong pistol ke Nicole.
*DOR*
Lagi-lagi siluet hitam muncul ketika Nicole bergerak cepat menghindar.
*DOR*
*DOR*
*DOR*
Cakra terus-menerus menekan pelatuk pistol GN-2 Premium ketika melihat Nicole berhenti melesat. Tapi tetap saja, sebelum peluru mengenai Nicole, Nicole sudah terlebih dulu menghindar.
*TAP*
*SWUUUT*
Nicole melesat dengan kecepatan tinggi menuju Cakra, menyeret kedua rantai ditangan kanan dan kirinya.
Cakra membidik Nicole dan menunggu waktu yang tepat untuk menembakkan peluru.
Tepat beberapa meter dari hadapan Cakra, Nicole melompat tinggi sambil bersiap menyabet Cakra dengan kedua rantainya secara vertikal.
Cakra sadar ketika Nicole berada di udara, Nicole tidak akan memiliki pijakan untuk menghindari. Tapi Cakra juga sadar, jika ia tak bergerak menghindar ia akan terkena serangan Nicole.
__ADS_1
*DOR*
*CTAAR*
Cakra tetap berdiri tegak meskipun menerima sabetan rantai di pundak kanan kirinya. Begitupun dengan Nicole, ia masih bisa berdiri meskipun menerima tembakan yang bersarang di dada kirinya.
"Bagaimana bisa kau menahan kedua rantai ku?" Ucap Nicole sambil menatap Cakra dengan seringai diwajahnya.
"Itu mudah, lagian bagaimana bisa kau masih hidup setelah menerima tembakan ku?" Ucap Cakra sambil menatap tajam Nicole, dan tak sama sekali menurunkan senjatanya yang masih mengarah kepada lawannya.
"Sudah aku bilang, senjata mu ti-."
*DOR*
Belum sempat Nicole menyelesaikan kalimatnya, Cakra sudah terlebih dulu menyela kalimat Nicole dengan suaranya letupan senjata api.
"Alah-alah." Cakra kembali menekan pelatuk pistol.
*DOR*
"Kau banyak omong."
*DOR*
"Sudah selesai kah?"
*DOR*
Lubang tempat bersarangnya peluru terlihat memenuhi dada Nicole. Meskipun begitu, Nicole sama sekali belum terlihat lemah, apalagi kalah. Nicole hanya mundur beberapa langkah dari tempatnya.
Nicole kembali berdiri tegak dengan seringai yang lagi-lagi muncul diwajahnya. Tak lama setelah itu dua lingkaran sihir muncul bersebelahan di atas kepala Nicole.
"Permainan akan dimulai dari sekarang." Ucap Nicole sambil membentangkan kedua tangannya.
"Cih." Cakra.
*DOR*
*DOR*
*DOR*
Cakra langsung menembaki Nicole dengan brutal tanpa ampun. Cakra sadar jika kedua lingkaran sihir itu mampu memberikan efek kerusakan yang besar jika Nicole mulai menyerang.
*DOR*
*DOR*
*BHOOOM*
Salah satu lingkaran sihir menembakan bola api cukup besar yang mengarah langsung kepada Cakra.
Tak mau ambil resiko, Cakra langsung berlari menyamping menghindari bola api itu.
*DHUAAR*
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
Subscribe
__ADS_1
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.