
".... Akan aku berikan, tapi ada syaratnya." Cakra.
"Apa? Pasti akan aku lakukan." Carissa.
"Tutup matamu!"
"Hah? Serius?" Carissa.
"Kalau tidak mau, ya sudah." Ucap Cakra sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Baiklah, aku lakukan." Carissa langsung menutup kedua matanya.
Cakra membalikkan tubuhnya untuk melihat Carissa.
"Dasar bodoh." Ucap Cakra dalam hati sambil mendekatkan wajahnya ke Carissa.
*KISS*
Carissa membuka mata saat merasa ada yang menyentuh bibirnya. Seketika itu pula wajah Carissa mulai memerah saat menyadari jika Cakra menciumnya.
"Sip, obat penawarnya sudah aku berikan." Ucap Cakra sambil memandang wajah malu Carissa.
"Ma-maksudnya?" Carissa menutup mulutnya dengan tangan kanan.
"Dasar bodoh." Ucap Cakra sambil mencubit kedua pipi Carissa. "Mana ada aku membunuh istriku sendiri?" Lanjutnya.
"Ah~ sakit!" Carissa berusaha melepaskan kedua tangan Cakra yang mencubit pipinya.
"Serius kau bilang seperti itu? Apa kau lupa kejadian kemarin (Bab-16)?" Ucap Carissa sambil menatap tajam Cakra.
"Kemarin?" Cakra berpikir apa yang dimaksud. "Oh itu, bukannya aku sudah bilang, kalau aku sudah lupa? Apa perlu aku ingat lagi?!"
"Ah, tidak usah!"
"Baiklah, ayo kita kembali ke kota!" Ucap Cakra sambil berdiri, dan diikuti Carissa.
"Sayang, kita harus potong dulu telinga monster itu sebagai bukti."
"Telinga monster-monster itu? Serius? Bagaimana cara bawanya nanti?"
*****
Cakra dan Carissa terlihat tengah berjalan bersama di dalam Kota Herla. Mereka berdua sudah menyelesaikan misi sekaligus menyerahkan bukti ke guild petualangan.
Saat ini Cakra maupun Carissa tidak memiliki tujuan apapun, mereka hanya ingin menghabiskan hari dengan bersama.
Di suatu jalan, Cakra tidak sengaja melihat petualangan membawa pedang di punggungnya. Hal itu membuat Cakra teringat dengan janji yang diucapkannya sebelum menjalankan misi (Bab-20).
"System, pilihkan pedang terbaik." Ucap Cakra dalam hati.
[System sarankan agar tuan membuka kotak hadiah yang dimiliki, kedua kotak hadiah yang dimiliki tuan berada di kelas tinggi, tidak ada salahnya untuk mencoba peruntungan]
"Sayang, ayo ke sana!" Ucap Carissa sambil memandang Cakra dan tangan kanannya menunjuk bangku taman.
"Ah, iya ayo." Cakra langsung berjalan menuju bangku itu. Dan tentu saja diikuti Carissa.
"Baiklah, buka semua kotak hadiah!" Ucap Cakra dalam hati sambil berjalan menuju bangku yang ditunjuk Carissa.
[Ding~ kotak hadiah kelas 4 dibuka]
__ADS_1
[Selamat, tuan rumah mendapatkan tubuh spesial, "Tangan Penghancur"]
[Deskripsi»]
[Ding~ kotak hadiah kelas 3 dibuka]
[Selamat, tuan rumah mendapatkan senjata, "Pedang La Naga"]
[Deskripsi»]
"Deskripsi keduanya." Ucap Cakra dalam hati saat sudah berada di bangku taman.
[Tangan Penghancur adalah tubuh spesial Tingkat SS. Tangan Penghancur mampu menambah kekuatan pukulan hingga 7× lipat, dan yang paling spesial adalah kemampuan regenerasi, Tangan Penghancur akan terus tumbuh meskipun terus dipotong.
[Pedang La Naga adalah senjata tingkat S. Pedang La Naga dibuat 200 abad yang lalu, Pedang La Naga ditempa langsung oleh pengguna sebelumnya, Kross Levik. Kross Levik tercatat mampu meruntuhkan satu kerajaan hanya dengan bermodalkan senjata Pedang La Naga]
[Pedang La Naga memiliki berbagai kemampuan yang kebanyakan senjata saat ini tidak memilikinya. Salah satunya perantara skill]
"Sayang, kenapa kok melamun?" Ucap Carissa sambil menggoncang tubuh Cakra karena sudah tidak tahan semua yang dibicarakannya tidak ada yang ditanggapi.
"Oh, iya maaf, kau tadi bicara apa?"
Ya jelas saja Cakra tidak tau apa yang dibicarakan Carissa, karena Cakra sibuk menatap layar system yang ada di hadapannya.
"Ah~ kamu ini." Ucap Carissa sambil menggembung pipinya.
"Maaf~." Cakra mencubit pipi kiri Carissa.
"Ah, sakit!" Carissa.
"Carissa, coba lihat ini!" Ucap Cakra sambil memajukan tangan kanannya ke depan.
*SWUUUT*
Bukan sulap, bukan sihir. Tiba-tiba saja sebilah pedang beserta sarungnya muncul di tangan Cakra.
Tidak hanya Carissa yang terkejut, Cakra sendiri juga ikut terkejut. Kalau Cakra bukan terkejut, tapi bisa dibilang kecewa.
"Sys-system, serius ini Pedang La Naga, pedang dengan berbagai kemampuan? Kok malah terlihat seperti pedang biasa?" Ucap Cakra dalam hati.
[Jangan lihat buku dari sampulnya]
"Ini bukan buku, ini pedang." Ucap Cakra dalam hati menanggapi pernyataan system.
[Itu memang pedang, yang bilang itu ta1 sapi siapa?! Tuan ini bodoh, goblok, atau gimana?! Masa' tuan tidak paham maksud dari pribahasa tadi]
"O-okelah." Ucap Cakra dalam hati sambil ragu-ragu menoleh kearah Carissa.
Cakra malah lebih tidak mengerti saat melihat Carissa memandang pedang yang ada ditangannya dengan mata berbinar.
"Carissa?"
"Iya? Ada apa?" Ucap Carissa tanpa memandang Cakra, kedua mata Carissa masih terpaku melihat pedang yang ada ditangan Cakra.
"...." Cakra semakin tidak mengerti dengan situasi saat ini.
"Sayang, pedang itu buat siapa?" Ucap Carissa masih dengan tatapan mata berbinar ke pedang.
"Untukmu, apa kau mau?"
__ADS_1
"Serius? Ini untuk aku?" Ucap Carissa sambil mengambil pedang itu dari tangan Cakra.
"Sayang, kau dapat pedang ini dari mana? Dan,... Ini pasti senjata tingkat B." Ucap Carissa sambil mengamati setiap inci Pedang La Naga.
"Tingkat B? Itu tingkat S, kalau dari mana sebaiknya jangan tau. Pedang itu bernama La Naga."
"Apa Pedang La Naga? tingkat S? Serius?"
"Reaksi terkejut mu berlebihan." Cakra.
"Tidak mungkin Pedang La Naga berada di tingkat S, Senjata tingkat A saja sudah sangat-sangat langka, apalagi tingkat S?" Ucap Carissa tidak bisa percaya.
"Terserahlah, kalau mau ya ambil, kalau tidak mau ya sudah." Ucap Cakra tidak ingin terjadi keributan lebih dari ini.
"Hah? Iya aku mau."
"Hah~" Cakra menghela nafas lega.
Cakra mengeluarkan sebungkus rokok beserta korek api saat Carissa masih sibuk mengagumi Pedang La Naga.
"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok. Cakra menolehkan kepalanya ke sana kemari untuk mencari kesibukan.
Mata Cakra terbuka lebar saat melihat dua gadis berusia 14 tahun dan seorang gadis berusia 17 tahun tengah dilempari bebatuan oleh masyarakat dan diikat leher mereka dengan rantai.
Cakra langsung berdiri dan langsung berjalan menuju mereka.
"Sayang-." Ucap Carissa terpotong saat melihat Cakra berjalan meninggalkannya. Tanpa banyak basa-basi Carissa langsung berdiri dan mengejar Cakra.
"Bukannya mereka yang kemarin?" Ucap Cakra saat melihat ketiga gadis itu di jarak lebih dekat.
"Sayang, kau mau apa?" Ucap Carissa saat tiba-tiba sudah di samping Cakra.
"Apakah bud4k memang diperlakukan seperti itu?" Cakra
"Iya."
"Hah?" Setelah itu, Cakra langsung melangkah maju.
*KEP*
"Jika kau mau membantu bud4k-bud4k itu, tunggu sebentar! Aku akan mencari bantuan, kau tidak akan sanggup melawan orang sebanyak itu." Ucap Carissa sambil menggenggam tangan Cakra.
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
Subscribe
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.
__ADS_1