
"Tunggu, tunggu saat festival bud4k aku akan menurutimu." Ucap Iska yang terlihat sedih, terbukti dari air mata yang keluar dari kedua matanya.
"...."
Keadaan menjadi hening kembali. Evans terdiam saat itu juga. Vanya, Silvi, Sachi dan para pelanggan yang memperhatikan situasi sejak tadi tak berani bergerak sedikitpun.
"Oi, sepertinya aku melihat sesuatu yang menarik, tapi juga tak seharusnya aku ketahui." Ucap Cakra dalam hati sambil terus memperhatikan makanan yang tersaji dihadapannya.
"Baik, akan aku tunggu hingga festival bud4k." Tepat setelah Nicole mengucapkan kalimatnya, ia langsung beranjak pergi. "Selamat bekerja, sayang." Ucap Nicole sambil melambaikan tangannya ketika ia berada di pintu restoran.
Para prajurit Nicole langsung beranjak pergi dari restoran untuk mengikuti kemana Nicole pergi.
Suasana di restoran beranjak tenang setelah kepergian Nicole. Para pelanggan berusaha untuk tidak terlibat dan sebisa mungkin berpura-pura tidak tau dengan apa yang barusan mereka saksikan.
Di salah satu meja, terlihat Cakra yang menunduk dengan kedua mata terbuka lebar.
"Aku sudah berulang kali mengalami kejadian seperti ini. Sepertinya aku tidak berhak ikut campur dalam urusan ini, dan aku tidak akan bertanya lebih jauh lagi." Ucap Cakra dalam hati yang tiba-tiba teringat dengan suatu kejadian saat ia masih hidup di bumi.
"Tuan Evans, sebenarnya apa yang terjadi? Dan kenapa Nicole menanyakan tentang anak? Bukannya dia tidak memiliki urusan dengan anak kalian?" Ucap Carissa dengan tempo yang tergolong cepat secara tiba-tiba.
Dan tiba-tiba pula Cakra dibuat terkejut. "Kenapa malah ditanyakan?" Ucap Cakra dalam hati sambil menatap tajam Carissa.
"Sebenarnya du-." Ucap Iska terpotong.
"Maaf, sebaiknya nona Carissa tidak ikut campur!" Ucap Evans yang terlihat sangat kecewa sekaligus marah. Setelah itu Evans langsung berjalan masuk ke dapur tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun.
"Aku paham dengan apa yang kau rasakan." Ucap Cakra dalam hati yang melihat jiwa Evans diselimuti oleh aura kemarahan yang berkobar.
Secara tiba-tiba Cakra berdiri dari kursinya. Hal itu tentu saja membuat Carissa terkejut melihat Cakra.
"Ayang, kau mau kemana?" Carissa.
"Kau tetaplah disini, aku mau cari cilok." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung beranjak keluar dari restoran.
Carissa, Vanya, Silvi, dan Sachi tentunya bingung melihat Cakra tiba-tiba keluar. Apalagi Iska, Iska takut jika Cakra sudah mengetahui apa yang terjadi.
Ketakutan Iska tentunya beralasan. Iska tau jika Cakra suka bertindak seenaknya sendiri, Iska takut jika Cakra mencari masalah dengan Nicole dan berujung pada dibunuhnya keluarga yang berusaha ia lindungi.
*****
*****
*****
"System, sebenarnya apa yang terjadi?" Ucap Cakra dalam hati sambil berjalan seorang diri ditengah keramaian Kota Aly.
[Beberapa tahun yang lalu bisa dibilang Iska adalah bud4k yang dikhususkan untuk menjadi wanita pemuas n4fsu Nicole beserta beberapa bud4k lainnya]
Cakra mendengarkan informasi yang diberikan system sambil menyalakan rokok. "Coba lebih jelas lagi!"
[Nicole berulang kali menggunakan Iska sebagai pemuas n4fsunya, hingga akhirnya Iska hamil. Nicole yang tidak mau memiliki anak langsung meminta Iska untuk menggugurkan kandungannya, tapi Iska tidak mau]
__ADS_1
[Berulang kali Nicole memperintah Iska, Iska tetap tidak mau. Nicole yang sudah kehabisan kesabaran langsung berusaha untuk mencelakai Iska dengan tujuan agar Iska keguguran]
[Tapi hal yang tak disangka Nicole terjadi, Iska berhasil kabur. Dengan perjuangan sekuat tenaga Iska bertemu Evans]
[Jika tuan ingat, Evans meninggalkan Iska ditengah hutan sendirian ketika mereka berdua masih kecil (Bab-44). Evans berusaha menembus kesalahannya waktu kecil dengan menikahi Iska, meskipun ia tau jika Iska sedang mengandung anak dari pria lain]
[Dan sekarang Nicole menginginkan Iska kembali. Seperti itulah informasi yang bisa system sampaikan]
"Oh... Seperti itu." Ucap Cakra yang mulai paham.
[System sudah pernah memperingatkan tuan untuk tidak berurusan dengan Iska. Sekarang masih belum terlambat untuk menghindari masalah dengan kerajaan]
"Belum terlambat? Aku sudah memiliki masalah dengan mereka, system." Ucap Cakra sambil tersenyum sinis.
[Terserah tuan lah]
"Huh~." Cakra menghembuskan asap rokok.
"Ada apa ini?" Ucap Cakra ketika melihat masyarakat sekitar tiba-tiba menepi. Tanpa tau apa yang terjadi, Cakra ikut menepi seperti masyarakat lainnya.
Cakra menyaksikan sebuah kereta kuda yang dikawal beberapa prajurit kerjaan melintas didepan matanya. Ketika jendela kereta kuda dibuka Cakra dapat menyaksikan jika Dilla yang berada didalam kereta kuda itu.
"Sepertinya bakal menarik, eh! Aku bisa menggunakan Dilla untuk masuk ke dalam pihak kerajaan." Ucap Cakra sambil tersenyum sinis ketika otaknya berfungsi.
Cakra terus mengikuti rombongan Dilla secara diam-diam. Bahkan setelah keluar dari kota Cakra sampai mau masuk kedalam hutan untuk mengikuti Dilla, menggunakan kendaraan militer lapis baja dimilikinya.
Cakra dapat mengetahui kemana rombongan Dilla pergi menggunakan Mata Matahari yang memiliki kemampuan layaknya radar jarak jauh.
"Lho, kenapa mereka masuk ke hutan?" Ucap Cakra yang terkejut sekaligus kebingungan melihat rombongan yang diikutinya masuk kedalam hutan.
"System, bisakah kau memperkirakan kemana mereka akan pergi?" Ucap Cakra berniat untuk mencegat.
[System membutuhkan versi 1.4 untuk memprediksi, dan system saat ini masih versi 1.3]
"Baiklah upgrade sekarang!"
[Biaya yang dibutuhkan untuk upgrade 1.500 poin dan membutuhkan waktu 90 menit]
"Apa tidak bisa dipersingkat waktunya? Bisa-bisa mereka sudah sampai tujuan terlebih dulu."
[5.000 poin untuk upgrade secara instan]
"Baik, upgrade sekarang!"
[Ding~ proses upgrade selesai, system saat ini menggunakan versi 1.4]
[System membawa fitur Prediksi tempat maupun waktu untuk mempermudahkan tuan]
"Prediksi sekarang, system!"
Layar hologram system yang menampilkan keadaan sekitar muncul dihadapan Cakra.
__ADS_1
[Titik biru adalah lokasi tuan saat ini, titik merah adalah tempat tujuan rombongan itu]
"Ternyata benar mereka mau membunuh." Ucap Cakra yang melihat titik merah yang dimaksud berada di tebing jurang yang sangat dalam.
*WHOOOM*
Cakra langsung memacu kendaraan Anoa dengan kecepatan tinggi untuk mendahului rombongan Dilla.
*****
*****
*****
Cakra terlihat duduk santai sambil menunggu sesuatu di dahan salah satu pohon.
"Lama kali ah~ mereka ini." Ucap Cakra sedikit mengeluh.
*DRAP... DRAP... DRAP...*
Cakra mendengar suara yang sejak tadi ditunggunya, ia langsung memperhatikan rombongan itu dengan seksama.
"System, SPR-2."
Cakra langsung meraih senapan penembak runduk yang muncul dihadapannya. Cakra menggunakan teleskop yang terpasang pada senapan untuk memperhatikan pergerakan rombongan itu dengan seksama.
"System, aku beli penyadap suara, dan langsung dan langsung aktifkan.
Sepasang alat yang terlihat seperti headset terpasang di telinga kanan kiri Cakra.
Cakra melihat jika Dilla diseret keluar secara paksa dari dalam kereta kuda.
"Apa yang kalian lakukan?!!!" Teriak Dilla sambil memberontak.
"Putri bodoh, kami ditugaskan untuk melenyapkan mu!" Ucap salah satu prajurit.
"Hei, bagaimana jika kita gunakan dulu tubuh Dilla?" Ucap salah satu prajurit lain sambil memperhatikan tubuh Dilla.
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
__ADS_1
Subscribe
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.