
Seperti yang sudah dikatakan Carissa sebelumnya, perbud4kan ada di seluruh dunia. Perbud4kan tidak hanya terjadi kepada ras campuran, semua makhluk hidup memiliki kesempatan buruk untuk dijadikan sebagai bud4k.
Berbicara tentang ras campuran, mereka adalah manusia setengah hewan. Cakra sendiri pernah bertemu bahkan berurusan dengan mereka.
"Oi, berurusan apa? Aku sedang berusaha melindungi mereka."
*****
Masuk ke cerita.
"Akhirnya keluar juga." Ucap Cakra sambil bersiap menyerang.
"Kau terlalu percaya diri, kalau begitu cari jalan keluar dulu!" Ucap monster itu.
"Hah?"
Saat semua orang berusaha mencerna apa maksud dari monster itu, tiba-tiba saja sebuah lingkaran hitam muncul di atas tanah yang mereka pijak.
"Argh!!!"
Semua orang tiba-tiba terhisap masuk entah kemana. Tak terkecuali Cakra.
*****
Di suatu tempat yang memiliki pencahayaan cukup redup, terlihat sosok Cakra dan ketiga gadis bud4k yang tadi.
"Sekarang dimana lagi ini?" Ucap Cakra pada dirinya sendiri.
"Oi, kalian tidak apa-apa?" Ucap Cakra kepada ketiga gadis yang bersamanya.
"Ka-kami tidak apa-apa." Ucap salah satu dari mereka sambil saling memeluk satu sama lain dan duduk di pojokan.
"Oi, jangan takut. .... Oh iya, namaku Cakra Aditya, kalian bisa memanggilku Cakra, kalau kalian?" Ucap Cakra mengajak kenalan sekaligus menghilangkan rasa takut ketiga gadis itu.
"Tuan bisa memanggilku kadal."
"Tuan bisa memanggilku anjing."
"Tuan bisa memanggilku kucing."
(Permisi, nolep numpang lewat. Ehm... Kan nggak enak kalau My Project menulis ucap si kadal, si anjing, si kucing setiap kali terdapat dialog dengan Cakra. Maka dari itu My Project menulis si A untuk kadal, si B untuk anjing dan si C untuk kucing)
"...." Cakra tidak bisa berkata-kata saat itu juga. Cakra tidak habis pikir siapa yang telah menamai mereka seperti itu.
"Ehm.... Apakah kalian punya nama yang lebih enak dipanggil?" Ucap Cakra penuh berharap.
"Tidak, tuan." Ucap si A.
"Eng?... Ap-." Ucap Cakra terpotong saat mendengar suara perut lapar.
"Siapa-." Ucap Cakra kembali terpopuler.
"Maaf, tuan, tolong maafkan adik saya." Ucap si A sambil mempererat pelukannya kepada kedua adiknya.
Entah kenapa Cakra tersenyum melihat ketiga gadis itu saling melindungi.
__ADS_1
"System, ada makanan?" Ucap Cakra dalam hati.
[Ada, silahkan cari di toko system]
Beberapa saat kemudian.
"Oi, sini!" Ucap Cakra memanggil ketiga gadis itu untuk mendekat, dan sambil memposisikan diri untuk duduk di tempatnya saat ini.
Seperti yang diduga, ketiga gadis itu tidak ada yang berani mendekati Cakra.
"Sini, cepatlah!" Cakra.
Ketiga gadis itu akhirnya menuruti Cakra. Mereka bertiga berjalan bergandengan mendekati Cakra. Mereka langsung duduk saat sudah berada di hadapan Cakra.
"Kalian lapar, kan?"
Bukan sulap, bukan sihir. Tiba-tiba saja muncul berbagai roti di hadapan Cakra dan ketiga gadis itu.
"A-apa ini, tuan?" Ucap si B yang sudah tergoda tapi tetap berusaha menahan diri.
"Makanlah! Dan ini pakaian baru untuk kalian."
Bukan sulap, bukan sihir. Untuk kedua kalinya, muncul tiga pakaian baru di sebelah roti-roti itu.
"Tu-tuan, apa ini?" Ucap si A.
"Makanlah, dan ganti pakaian kalian dengan yang baru ini." Ucap Cakra tidak tega melihat pakaian ketiga gadis itu sudah tidak layak pakai.
"Terima kasih, tuan." Ucap si C.
"Tu-tuan, juga ikut makan." Ucap si A sambil memegang satu roti di kedua tangannya.
"Kalian makanlah sendiri, dan habiskan makanan ini." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berdiri dari duduknya.
"Sudah, tidak usah dipikir! Habiskan makanan itu."
Cakra tersenyum ketika melihat ketiga gadis itu memakan roti yang dibelinya di toko system dengan sangat lahap.
*****
Beberapa saat kemudian.
"Tuan." Ucap si A memanggil Cakra yang membalikkan tubuhnya, karena mereka bertiga sedang mengganti pakaian.
Cakra membalikkan tubuhnya. "Heh, cocok juga." Ucap Cakra saat melihat ketiga gadis itu memakai pakaian yang diberikannya.
"Baiklah, aku tidak mau memanggil kalian dengan nama seperti tadi, aku akan memberikan nama yang lebih baik dari pada itu, apa kalian mau?" Ucap Cakra dengan serius.
"Ma-mau, tuan."
Ketiga gadis itu malah kembali ketakutan saat melihat ekspresi serius dari Cakra.
"Vanya (si A), Silvi (si B), Sachi (si C)." Ucap Cakra sambil menunjuk satu persatu.
"Terima kasih, tuan." Ucap ketiga gadis itu secara bersamaan dan sambil membungkukkan tubuh mereka.
__ADS_1
[Ding~ misi acak ditemukan]
[Selamatkan dan keluarkan sebanyak mungkin orang yang terjebak di dalam labirin. Tingkat mis S]
[Hadiah: 5.000 poin system dan 1 kotak hadiah kelas 5]
[Terima/Tidak]
Layar system tiba-tiba muncul di hadapan Cakra. Layar dan notifikasi system seakan memberitahu dimana posisi Cakra saat ini. Ya, di dalam labirin.
"Semua orang? Berarti tidak hanya kami bertiga, ya?" Ucap Cakra dalam hati. "Baiklah, terima!" Lanjutnya masih dalam hati.
"Tuan, kenapa tuan melamun?" Ucap Vanya takut jika Cakra merencanakan sesuatu yang buruk.
Kalian jangan salah paham dulu, Vanya, Silvi dan Sachi, sebelum ada disini mereka bertiga adalah bud4k. Mereka bertiga pasti sudah berkali-kali menerima kelakuan kasar dari orang-orang disekitar mereka.
Vanya, Silvi dan Sachi pasti sudah berkali-kali bertemu dengan orang yang baik di awal, tapi semakin kesini semakin?... Paham lah.
"Sepertinya tidak hanya kita yang ada di labirin ini." Ucap Cakra sambil mencari sesuatu di kantong hoodie-nya.
"Tidak hanya kita? Labirin? Maksudnya tuan?" Ucap Silvi tidak mengerti.
"Sudahlah! Pokoknya kita akan keluar dari sini hidup-hidup, ayo ikuti aku!" Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung memunculkan maps system untuk mencari jalan keluar.
"Buset! Rumit juga labirin ini!" Ucap Cakra dengan nada tinggi karena terkejut.
"Ada apa, tuan?" Ucap Vanya terkejut karena Cakra. Tidak hanya Vanya, Silvi dan Sachi juga ikut terkejut karena Cakra.
"Ah, tidak apa-apa. Hehehe." Cakra tertawa kecil.
Cakra kembali mengamati maps. "Sepertinya disini ada kumpulan orang." Ucap Cakra dalam hati. Dan setelah itu Cakra mengingat-ingat kejadian sebelum dirinya ada di labirin ini.
"Carissa! Oh iya, dimana Carissa? Apa dia juga bersama kumpulan orang ini?" Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung menghidupkan rokok yang sejak tadi sudah ada di tangannya.
"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok.
"Ayo ikuti aku!" Ucap Cakra sambil melangkahkan kaki menuju arah yang sudah ditentukan.
Vanya, Silvi dan Sachi hanya bisa mengikuti Cakra dari belakang.
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
Subscribe
__ADS_1
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.