Modern System

Modern System
#44 PT. MYP


__ADS_3

Malam hari di jalanan Ibukota Kerajaan Aila, Kota Aly. Terlihat sosok Iska (10 tahun) sedang berjalan sambil bergandeng tangan dengan ayahnya.


Iska adalah anak kedua pemimpin Keluarga Bangsawan Halla. Ya, ayah Iska adalah pemimpin Keluarga Bangsawan paling dihormati.


Keluarga Bangsawan Halla ialah sosok penting dibalik keberhasilan Kerajaan Aila keluar dari dua kali krisis ekonomi yang pernah menerpa Kerajaan Aila dalam satu dekade ini. Dalam satu dekade Kerajaan Aila mengalami dua kali krisis ekonomi? Ya, serius! Dan hal itu benar-benar pernah terjadi.


Sebaik-baiknya Keluarga Bangsawan Halla tetap saja. Tidak akan pernah ada orang atau bahkan kelompok yang benar-benar baik.


Keluarga Bangsawan Halla pernah mencomot lahan milik Keluarga Bangsawan lain, yakni Keluarga Bangsawan Ansel. Hal itu membuat seluruh anggota Keluarga Bangsawan Ansel sangat membenci dan bahkan dendam kepada seluruh anggota Keluarga Bangsawan Halla.


Iska dan ayahnya berjalan melewati jalanan yang bisa dibilang cukup sepi dari kerumunan massa. Ayah Iska nampak begitu bahagia dapat menuruti permintaan Iska, yakni bermain bersama, dan membelikan mainan baru berupa boneka beruang.


"Iska, sekarang kita pulang, 'ya?" Ucap ayah Iska sambil memandang Iska yang tentunya ada di sampingnya.


"Iya, ayah." Ucap Iska sambil tersenyum manis.


Mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan di jalanan yang cukup sepi itu.


.....


Ketika Iska dan ayahnya berjalan melewati depan sebuah toko, tiba-tiba saja keluar dua pria berbadan kekar dari dalam toko itu.


Ayah Iska terus berjalan sambil menggandeng Iska, dan ia mengajak Iska untuk sebisa mungkin tidak berkontak mata dengan kedua pria itu.


"Hei, tunggu!"


Dan bencana pun terjadi.


......


Iska dan ayahnya ditemukan di tengah jalan pada keesokan harinya. Ayah Iska ditemukan sedang memeluk erat Iska meskipun tubuhnya sudah berlumuran darah.


Ya, mereka berdua menjadi kota perampokan. Nyawa ayah Iska tidak terselamatkan, sedangkan Iska hanya mengalami beberapa luka kecil.


*****


Beberapa hari kemudian.


Ketika Iska tertidur pulas di samping kakak perempuannya. Tiba-tiba.


*BHOOOM*


Ledakan keras yang terjadi di depan kediaman Keluarga Bangsawan Halla memecah keheningan malam. Seluruh anggota Keluarga dan para pelayan berusaha menyelamatkan diri mereka.


Kakak Iska tentunya langsung menuntun Iska keluar dari kamar dan menyelamatkan diri bersama.


"Ibu!!!" Teriak Iska ketika melihat sosok ibunya jatuh saat lari keluar dari kamarnya.


Tanpa pikir panjang, Iska dan kakaknya langsung berlari menuju ibu mereka berdua.

__ADS_1


*CLEB*


Iska dan kakaknya berhenti berlari ketika melihat sebuah anak panah menembus kepala ibu mereka.


.....


Hanya Iska dan kakaknya yang berhasil selamat dari penyerang itu. Pihak Kerajaan seketika langsung mengirimkan pasukan terbaik untuk mencari para pelaku penyerangan. Tapi hingga saat ini, masih belum jelas siapa pelaku penyerangan Keluarga Bangsawan Halla.


*****


Beberapa hari berikutnya.


Iska dan kakaknya memutuskan untuk melepas gelar bangsawan mereka. Iska dan kakaknya menyewa sebuah kereta kuda beserta kusir untuk membantu mereka pindah dari Kota Aly.


Saat ini Iska dan kakaknya terlihat sedang menempuh perjalanan menuju Kota Herla dengan menunggangi kereta kuda.


"Kakak, kenapa anda pindah dari Kota Aly?"


*****


*****


*****


Di celah dua bangunan yang sangat sepi dan gelap. Terlihat dua pria yang bernama Cakra dan Evans sedang duduk bersandar di salah satu dinding bangunan.


Cakra mendengarkan cerita Evans sambil menghisap rokok di tangan kanannya.


".... Kurang lebih seperti itulah kenapa Iska memiliki trauma terhadap darah."


Evans menceritakan semua yang ia ketahui tentang penyebab trauma yang diidap Iska.


"Huh~." Cakra menghembuskan asap rokok. "Semua kejadian itu berlangsung hanya dalam waktu kurang dari satu bulan, pantas dia bisa memiliki trauma itu." Ucap Cakra sambil memandang langit.


".... Dan, kenapa Iska bisa kembali ke Kota Aly? Bukannya akan lebih aman jika dia pergi dari kota ini." Lanjut Cakra.


"Banyak yang terjadi setelah malam itu, mungkin aku tidak bisa menceritakannya kepadamu." Ucap Evans sambil berdiri. "Lebih baik kau fokus ke pertandingan memasak besok." Lanjutnya sambil melangkahkan kaki pergi.


"Heh, kau tidak usah khawatir tentang itu, sebaiknya kau yang berusaha agar tak membebaniku besok." Ucap Cakra ketika melihat Evans berjalan meninggalkannya.


.....


Cakra menghisap rokoknya. "Huh~ okelah, sekarang apa yang akan aku lakukan?"


[Tuan]


Cakra tiba-tiba mendengar suara system dibenaknya.


"Apa?"

__ADS_1


[Jika tuan tetap mengikuti alur masalah Iska, tuan akan berurusan dengan kerajaan, system sarankan agar tuan tidak mencampuri urusan Iska]


"Kerajaan? .... Entahlah!"


*****


Keesokan harinya di dalam restoran Evans, terlihat banyak sekali masyarakat kota Aly berdesak-desakan. Mereka semua ingin menyaksikan secara langsung pertandingan memasak antara salah satu juru masak terhebat Kota Aly melawan orang aneh tak dikenal.


Ya, sejak saat itu, kabar pertandingan memasak antara Cakra melawan Xhaka cepat sekali tersebar di seluruh Kota Aly. Dan kini, hari yang ditunggu-tunggu oleh semua penggemar kuliner di seluruh Kota Aly datang juga.


Bahkan juri penilai juga tidak main-main. Terdapat tiga juri yang akan menilai masakan Cakra maupun Xhaka. Ketiga juri itu adalah, Walikota Aly, Putra Mahkota Nicole dan Putri Dilla.


Jelas saja juri penilai bukan dari kalangan masyarakat biasa, salah satu juru masak terhebat di seluruh Kota Aly akan bertanding melawan seorang pria bau kencur! benar-benar pertandingan yang menggemparkan.


"Semuanya mari kita sambut peserta pertandingan ini. Cakra dan Evans melawan Xhaka dan asistennya!!!" Teriak seorang pria yang berdiri di atas panggung yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan.


"Wuooooo."


"Tuan Xhaka, kalahkan orang itu!!!"


Teriakkan penonton mengiringi langkah kaki Cakra, Evans, Xhaka dan asisten Xhaka, menuju atas panggung.


"Oi, kau tenang saja!" Ucap Cakra saat melihat ketegangan di wajah Evans.


"Ehm..." Evans hanya mengangguk kecil untuk menjawab Cakra.


Xhaka yang juga melihat ketegangan Evans langsung menyeringai kemenangan dan berkata. "Jika kalian menyerah sekarang, setidaknya malu kalian tidak berlebihan."


"Oi pak tua, aku lebih malu jika menyerah sebelum bertanding. Lagi pula aku tidak akan kalah dari orang sepertimu." Saut Cakra dengan nada dan ekspresi datarnya.


Evans hanya membalas tantangan Cakra, dengan mendengus kesal.


"Pertandingan ini di sponsori dan didukung oleh PT. MYP 'Obat kuat-ku, memuaskan-mu.'" Pria pembawa acara itu kembali berteriak.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe

__ADS_1


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2