Modern System

Modern System
#45 Pertandingan Memasak


__ADS_3

"Wuooooo."


"Tuan Xhaka, kalahkan orang itu!!!"


Teriakkan penonton mengiringi langkah kaki Cakra, Evans, Xhaka dan asisten Xhaka, menuju atas panggung.


"Oi, kau tenang saja!" Ucap Cakra saat melihat ketegangan di wajah Evans.


"Ehm..." Evans hanya mengangguk kecil untuk menjawab Cakra.


Xhaka yang juga melihat ketegangan Evans langsung menyeringai kemenangan dan berkata. "Jika kalian menyerah sekarang, setidaknya malu kalian tidak berlebihan."


"Oi pak tua, aku lebih malu jika menyerah sebelum bertanding. Lagi pula aku tidak akan kalah dari orang sepertimu." Saut Cakra dengan nada dan ekspresi datarnya.


Evans hanya membalas tantangan Cakra, dengan mendengus kesal.


"Pertandingan ini di sponsori dan didukung oleh PT. MYP 'Obat kuat-ku, memuaskan-mu.'" Pria pembawa acara itu kembali berteriak.


"Para peserta, silahkan menuju tempat kalian masing-masing!" Titah pria pembawa itu kepada Cakra, Evans, Xhaka dan asisten Xhaka, untuk bersiap di tempatnya masing-masing.


Tanpa pikir panjang lagi, Cakra dan Evans langsung berjalan menuju tempatnya memasak, dan itu pula yang dilakukan oleh Xhaka dan asistennya.


"Waktu memasak 30 menit, menu makanan bebas. ..... Waktu dimulai dari sekarang!"


"Wuooooo."


Teriakkan penonton terdengar bersahut-sahutan saat melihat Cakra dan Evans ataupun Xhaka dan asistennya memulai aksi mereka.


Pria pembawa acara berjalan menuju tempat Cakra dan Evans menyiapkan makanan. Sesampainya pria itu di tempat Cakra dan Evans, ia langsung berkata. "Tuan, apa yang akan anda berdua sajikan?"


"Kami berdua akan membuat makanan dari asal-ku." Ucap Cakra menjawab pertanyaan dari pria itu sambil terus memotong daging ayam menjadi bentuk dadu kecil.


"Tuan, kalau aku boleh tau, apa yang anda buat saat ini?" Ucap Pria pembawa acara itu giliran bertanya kepada Evans.


"Aku sedang membuat sambal." Ucap Evans sambil menghaluskan kacang tanah.


"Oh..." Pria pembawa acara itu hanya mengangguk kecil, kemudian Ia berkata. "Semoga berhasil." Dan setelah pria pembawa acara itu mengucapkan kalimatnya, Ia langsung berjalan menuju tempat Xhaka dan asistennya memasak makanan.


"Tuan Xhaka, apa yang akan anda berdua sajikan?" Ucap Pria pembawa acara itu bertanya kepada Xhaka.


"Aku akan membuat makanan paling istimewa di rumah makan-ku. Kuah daging sapi." Ucap Xhaka menjawab pertanyaan dari pria itu dengan sangat percaya diri.


"Ku-kuah daging sapi?" Ucap pria pembawa acara itu tidak percaya, karena Xhaka membuat makanan yang bisa dibilang paling sangat populer di Kerajaan Aila. "Apakah anda serius?" Lanjutnya.


"Heh... Apa aku terlihat bercanda?" Ucap Xhaka dengan sangat santainya.

__ADS_1


"Wah... Penonton, tuan Xhaka akan membuat kuah daging sapi, mari kita beri tepuk tangan!!!" Teriak pembawa acara itu dengan penuh semangat.


"Wouuu...."


"Tuan Xhaka hebat."


Dan benar saja, semua penonton bahkan ketiga dewan juri langsung memberikan tepuk tangan kepada Xhaka. Mereka semua tidak percaya, jika Xhaka akan membuat makanan paling populer hanya untuk pertandingan tidak resmi ini.


"Hei, apa-apaan ini?! Aku tidak kau kalah dari orang seperti Xhaka! Berjuanglah!" Satu-satunya dewan juri wanita, terlihat eskpresi cemas di wajahnya.


Disaat semua orang sedang asyik-asyiknya memuji nama Xhaka, dan Xhaka sedang asyik-asyiknya meninggi-ninggikan derajatnya. Tiba-tiba saja tercium aroma yang sangat menggugah selera dari tempat Cakra dan Evans membuat makanan mereka.


Semua orang langsung menolehkan kepala mereka kearah tempat Cakra dan Evans membuat makanan. Mereka semua melihat Cakra sedang membakar daging yang ditusuk batang lidi.


Pria pembawa acara yang sejak tadi dibuat terpana oleh Xhaka. Kini giliran dibuat terpana oleh Cakra, bahkan Cakra sudah mampu untuk membuat semua orang terpana hanya dengan aroma yang dikeluarkan dari masakannya.


"Te-sate~." Cakra mengucapkan kalimatnya dengan logat Madura.


*****


*****


*****


Di dalam sebuah restoran, terlihat banyak sekali masyarakat Kota Aly sedang berkerumun. Mereka semua terlihat sangat tegang menyaksikan pertandingan memasak antara Cakra dan Evans melawan Xhaka dibantu asistennya.


Apalagi ketiga juri yang ditunjuk sama-sama menghabiskan kedua jenis masakan yang tersaji di hadapan mereka.


Pembawa acara pertandingan langsung berteriak. "Baiklah, tuan Putra Mahkota Nicole, diharapkan maju ke panggung untuk menunjuk siapa pemenang pertandingan ini!" Setelah melihat ketiga juri yang ditunjuk sudah menyelesaikan diskusinya.


Sesuai dengan teriakan pembawa acara. Putra mahkota Nicole segera bangkit dari duduknya dan langsung berjalan menuju panggung, untuk menunjuk pemenang pertandingan memasak tidak resmi ini.


Nicole menempatkan dirinya di antara Cakra dan Xhaka, dan Nicole langsung menggenggam tangan kiri Cakra dan tangan kanan Xhaka.


"Meskipun ini pertandingan memasak tidak resmi, tapi kedua kontestan sama-sama mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Kedua masakan yang tersaji sama-sama sangat enak dan lezat, tapi ini tetaplah pertandingan, harus ada pemenang diantara yang terbaik."


"..... Pemenang pertandingan ini..... Cakra dan Evans." Teriak Nicole sambil mengangkat tangan Cakra.


"...."


"...."


Keheningan tercipta setelah Nicole menetapkan pemenang pertandingan ini. Para penonton terdiam tak percaya mendengar pemenang pertandingan ini. Mereka semua tidak percaya jika salah satu juru masak terhebat di Kota Aly kalah dari juru masak yang baru saja terlihat.


Tapi meskipun mereka semua protes, tapi tetap saja, tidak akan mengubah keputusan para dewan juri.

__ADS_1


Xhaka menghempaskan tangan Nicole yang menggenggam tangan kanannya. "Sial!! Sial!! Kenapa aku bisa kalah? Tuan Nicole, kau tidak bercanda kan?!" Ucap Xhaka dengan nada tinggi karena tidak terima dirinya kalah.


Setelah itu Xhaka langsung mengalihkan perhatiannya kepada asistennya. Xhaka mengangkat tangan kanannya.


Meskipun asisten Xhaka tau dirinya akan terkena tamparan Xhaka, tapi asisten itu tidak berani untuk melawan, jangankan untuk melawan menghindar saja asisten itu sudah tidak berani. Sang asisten malah menundukkan kepalanya seakan pasrah terkena tamparan Yosep.


"Dasar tidak berguna!!!"


*KEP..."


Sebelum tangan Xhaka menampar pipi asistennya. Pergelangan tangan Xhaka sudah terlebih dahulu digenggam Nicole.


"Siapa kau? Berani sekali membentak ku tadi!" Ucap Xhaka dengan penuh penekanan.


"Oi pak tua, kalau kalah jangan menyalahkan orang!" Ucap Cakra sambil berjalan mendekati asisten Xhaka.


"Oh iya pak tua, kau tidak lupa dengan perjanjian kita 'kan." Ucap Cakra sambil merangkul pundak asisten Xhaka yang ketakutan.


"Perjanjian apa?" Ucap Xhaka sambil menghempaskan tangan Nicole.


"Xhaka, kau jangan mengingkari janjimu dengan Cakra!" Saut Evans dengan tegas sambil berjalan mendekati Cakra.


"Memangnya kalian berdua siapa? Berani-beraninya mengusirku dari kota ini!" Ucap Yosep sambil menunjuk wajah Cakra dan Evans.


"Alah-alah, hanya orang rendahan yang mengingkari janjinya sendiri." Ucap Cakra merendahkan.


"Heh... Tunggu saja pembalasanku!" Ucap Xhaka geram. Lalu Xhaka langsung berjalan turun dari panggung pertandingan.


"Baiklah, sekarang tugasku telah selesai, terima kasih atas makanannya." Tepat setelah Nicole mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan pergi.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe

__ADS_1


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2