
[APS-3 "Anoa 6x6" (kependekan dari Angkut Personel Sedang-3 atau Medium Personnel Carrier [APC]) adalah sebuah kendaraan militer lapis baja buatan salah satu perusahaan militer Indonesia. Kendaraan ini dipergunakan untuk mengangkut personel, dikenal dengan nama panser atau pengangkut personel lapis baja]
[Anoa 6x6 APC memiliki keunggulan dalam mobilitas, proteksi serta daya angkut. Anoa 6x6 APC memiliki rasio daya berat 25 HP/ton, serta dilengkapi dengan sistem komunikasi dan transmisi otomatis. Anoa tipe APC memiliki kapasitas 12 orang personel termasuk pengemudi. Memiliki top speed 80 km/h pada jalan raya dengan daya jelajah 600 kilometer]
[Spesifikasi]
[Berat : 12,5 ton, 14,5 ton (combat)
Panjang : 6 m
Lebar : 2.5 m
Tinggi : 2.17 m atas lambung/ 2.9 m atas menara (varian FSV)
Awak : 2 + 10 penumpang]
[Perisai : Lapis baja Monocoque, STANAG 4569 level 3
Senjata utama : Senapan mesin 12.7 mm, Senapan Mesin 7.62mm,granat CIS 40 AGL
Senjata pelengkap : 2x3 66 mm peluncur granat asap
Jenis Mesin : Renault MIDR 062045 diesel turbo-charged 6 silinder inline , paket pendingin Behr, 320Hp, 2500 Rpm
Daya kuda/ton : 22,85 HP/ton
Transmisi : Otomatis, ZF S6HP502, 6 maju, 1 mundur
Suspensi : Suspensi Independen, batang torsi
Kelonggaran tanah : 40 cm
Kapasitas tangki : 200 liter
Daya jelajah : 600 km
Kecepatan : 80 km/jam (kecepatan yang direkomendasikan)]
"Beli dan modifikasi agar tak kehabisan bensin."
[Ding~ pembelian dan modifikasi berhasil. Poin tuan rumah berkurang : 5.000 poin untuk pembelian dan 500 poin untuk modifikasi]
"Keluarkan!"
Bukan sulap, bukan sihir, tiba-tiba saja muncul sebuah kendaraan militer jenis angkut personel lapis baja, dengan roda sebanyak 6 buah terpasang di kanan-kiri kendaraan itu.
"...."
"...."
Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi tentu saja dibuat terkejut melihat kemunculan tiba-tiba benda aneh yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, di hadapan mereka semua. Mereka berempat langsung siaga bertarung saat itu juga.
"Sayang, mundur!" Ucap Carissa sambil menggenggam pedangnya dengan kedua tangannya.
Cakra menoleh kebelakang. Cakra sudah paham dan sudah bisa menerka jika kejadian ini akan terjadi.
"Tenang saja, kendaraan ini paling aman untuk kita." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung melangkahkan kaki mendekati kendaraan lapis baja itu.
.....
"Oi, ayo sini!" Teriak Cakra saat melihat Carissa dan yang lainnya masih diam tak bergerak di tempatnya masing-masing.
Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi saling memandang satu sama lain secara bergantian. Setelah beberapa saat, mereka berempat mulai berjalan dengan ragu-ragu.
__ADS_1
"Sayang, benda apa ini?" Carissa.
"Inilah yang dinamakan mobil, atau lebih tepatnya kendaraan militer lapis baja." Cakra.
*****
Dengan bantuan Cakra, Carissa duduk di kursi sebelah pengemudi, Vanya, Silvi dan Sachi duduk di bagian belakang kendaraan. Sedangkan Cakra sendiri, tentu saja sebagai pengemudi ia berada di depan.
"Ternyata benar kita tidak apa-apa." Ucap Carissa sambil memperhatikan interior kendaraan lapis baja itu.
"Tuan, disini terdapat banyak benda-benda aneh, ini apa tuan?" Ucap Vanya sambil memperhatikan peralatan perang yang ada di dalam kendaraan itu.
"Entahlah, aku juga tidak tau itu apa, yang penting kita aman dari segala bahaya jika memiliki ini." Ucap Cakra sambil berusaha menghidupkan mesin kendaraan lapis baja.
*BROOOM*
Kendaraan lapis baja, hidup, dan tak selang beberapa saat, seluruh sensor yang terpasang langsung hidup dan berfungsi.
"System, buka maps."
*****
*WHOOOM*
Disebuah jalan yang berada ditengah hutan. Terlihat sebuah kendaraan militer jenis angkut personel lapis baja melintas, melibas jalanan itu dengan kecepatan cukup tinggi.
[Ding~ misi acak ditemukan]
[Bantu putri Dilla melawan perampok]
[Hadiah: 1000 poin system dan 1 kotak hadiah kelas 4]
[Terima/Tidak]
Layar system yang ada di hadapan Cakra tiba-tiba berubah tampilan.
Layar system kembali ke tampilan sebelumnya, yakni maps. Dan di maps system terdapat tanda merah yang sebelumnya tidak ada.
*WHOOOM*
Cakra langsung menuju tanda merah yang ada di layar maps system.
*****
Di pedalaman hutan, terlihat seorang gadis muda kira-kira berusia 17 tahun sedang kesulitan menghadapi 10 perampok.
Gadis muda itu ialah Dilla Alya, Putri Kerajaan Aila. Dilla harus berhadapan sendiri dengan para perampok, dikarenakan prajurit pengawalnya sudah berhasil dikalahkan.
"Kita menang besar, kita bisa meminta tebusan yang sangat besar kepada kerajaan. Hahahaha." Seorang perampok tertawa lepas setelah mengucapkan kalimatnya.
"Hei, putri lemah, kau menyerah saja! Kau tidak akan menang melawan kami, lihat saja prajurit mu, sudah mati, apa lagi kau." Ucap perampok yang lain.
"Kalian para perampok berani sekali! Aku tidak akan menyerah dari kalian!" Ucap Dilla dengan tegas.
"Hahahaha, kalau begitu, maju!" Ucap salah satu perampok sambil melangkah maju mendekati Dilla.
*WHOOOM*
*WHOOOM*
*WHOOOM*
Semua orang yang ada ditempat itu langsung berhenti bergerak. Mereka semua hanya menggerakkan kepalanya kearah sumber suara keras yang mereka dengar.
"...."
__ADS_1
"...."
Mata dan mulut semua orang terbuka selebar-lebarnya melihat.
"Mo-monster." Ucap salah satu perampok ketakutan.
"Monster apa itu?"
Semua orang yang ada di tempat itu, terlihat sangat ketakutan ketika melihat sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Padahal sesuatu itu hanya diam ditempat tak bergerak sedikitpun.
*WHOOOM*
*WHOOOM*
*WHOOOM*
Raungan mesin kendaraan militer lapis baja terdengar kembali, raungan mesin diesel 6 silinder inline terdengar begitu garang. Suara raungan itu sudah cukup memberikan tekanan intimidasi yang sangat kuat bagi semua orang yang mendengarnya.
"Sial!!! Kenapa malah ada monster?!! Semuanya bersiap!!!" Teriak salah satu perampok untuk rekan-rekannya.
*WHOOOM*
Kendaraan lapis baja itu melaju dengan cepat menuju salah satu perampok yang berada cukup terpisah dari rekan-rekannya.
*BRUAAK*
Tubuh perampok itu langsung terhempas jauh setelah dihantam dengan sangat keras oleh kendaraan lapis baja.
"...."
Semua orang terdiam membeku setelah menyaksikan salah satu perampok dengan sangat mudah dibunuh oleh kendaraan lapis baja itu.
Kendaraan lapis baja memutar untuk kembali menghadap ke para perampok.
*WHOOOM*
*BRUAAK*
*BRUAAK*
*BRUAAK*
Tiga perampok tewas dihantam kendaraan lapis baja, enam yang lainnya berhasil menghindari hantaman dengan melompat ke berbagai arah.
Kendaraan lapis baja tiba-tiba berjalan mundur.
"Argh!!!"
Seorang perampok yang sialnya malah berada di belakang kendaraan lapis baja, harus menerima tubuhnya dilindas tanpa ampun.
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
Subscribe
__ADS_1
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.