Modern System

Modern System
#13 Kembali Ke Kota Herla


__ADS_3

Sesuai janji Carissa dengan Cakra tujuh hari yang lalu. Carissa kini datang bersama Hans ke guild petualang.


Sebenarnya Carissa tidak datang di hari ini saja, Carissa setiap hari selalu datang ke guild petualang setelah menyelesaikan misi party-nya.


Bukan party lagi! Karena party itu sekarang sudah bubar, Carissa memutuskan untuk langsung keluar dari party setelah menyelesaikan misi. Dan detik itu pula Hans sang ketua party, langsung membubarkan party-nya.


Carissa dan Hans duduk di salah satu meja.


"Mau minum apa?" Ucap Hans yang sejak pertama bertemu sudah menaruh perhatian pada istri orang.


"Tidak perlu." Ucap Carissa menolak dengan sopan.


"Tidak usah sungkan-sungkan, aku pesan dulu ya." Ucap Hans sambil berdiri dan langsung berjalan meninggalkan Carissa.


*****


Beberapa saat kemudian.


Hans kembali datang dan langsung duduk di meja yang sama dengan Carissa.


"Bentar, nanti diantarkan." Hans.


"Ya, terima kasih." Ucap Carissa sambil memaksakan tersenyum.


"Dimana sih Cakra?" Ucap Carissa sambil mengamati sekelilingnya.


"Cari siapa?" Hans.


"Suamiku, Cakra." Ucap Carissa dengan tempo cepat.


"Oh, orang itu, mungkin dia sudah lupa." Ucap Hans sambil menyandarkan tubuhnya di bangku tempat duduknya.


"Tidak mungkin! Suamiku bukan orang seperti itu!" Balas Carissa tegas.


"Hahaha, iya-iya, aku bercanda kok!" Ucap Hans sambil tertawa.


"Oh iya Carissa, kita kan sudah kenal cukup lama, tapi aku belum tau apa-apa tentangmu, apakah boleh aku tanya-tanya sedikit?" Ucap Hans mulai menjalankan rencananya.


"Ehm? Iya boleh." Ucap Carissa sambil meminum minuman yang baru saja datang.


"Kalau boleh tau hobi mu apa ya?" Hans.


"Kalau aku sih, dari kecil suka membaca." Carissa.


"Oh~ sudah berapa banyak buku yang kau baca?" Hans.


"Aku?... Lupa." Carissa.

__ADS_1


Yah, pokoknya Hans terus-menerus membicarakan hal-hal yang tidak perlu diceritakan. Jika diceritakan disini nanti malah jadi tutorial merebut istri orang.


Sepertinya Hans sudah sangat berpengalaman dalam bidang ini, hal itu terbukti saat Carissa berhasil dibuat melupakan apa tujuannya datang ke guild petualang hari ini.


Mereka berdua terus mengobrol hingga tak terasa hari sudah sore. Guild petualang akan tutup saat matahari terbenam.


Saat itu pula Carissa baru teringat kembali dengan Cakra.


"Kok Cakra belum datang juga ya?" Ucap Carissa cemas.


"Heh, mungkin dia sudah melupakanmu." Ucap Hans sambil menyeringai.


"Tidak mungkin! Cakra ti-" ucap Carissa terpotong.


"Kau terlalu percaya kepadanya, atau bahkan naif, Carissa. Apa kau sadar dia membuat janji bertemu kembali denganmu kapan? Tujuh hari, kan? Padahal misi kita paling-paling lambat tiga hari sudah selesai."


".... Lalu empat hari sisanya dia kemana? Kita berdua datang ke guild ini setiap hari, tapi dia tidak kelihatan sekalipun. .... Atau bahkan mungkin dia ke guild ini hanya alasan saja, dia sebenarnya ingin berpisah denganmu, lagi pula mana ada suami yang mengizinkan istrinya berpetualang dengan pria lain?" Ucap Hans sambil memandang serius Carissa.


"Tapi, tidak! Itu tidak mungkin?!" Ucap Carissa tegas menyangkal pernyataan Hans. "Kita pasti duduk di tempat yang tidak terlihat oleh Cakra!" Lanjutnya.


"Apa-apaan lagi alasan itu? Coba lihat kita ada dimana?" Ucap Hans dengan sangat percaya diri.


Kedua mata Carissa terbuka lebar ketika menyadari jika tempat duduknya berada di tempat paling strategis. Yakni empat meter di depan meja resepsionis dan tujuh meter dari papan misi ada dibelakang mereka.


"Tidak mungkin kita tidak terlihat." Ucap Hans sambil tersenyum.


"Tidak! Tidak! Tidak mungkin!" Ucap Carissa tidak bisa menerima kenyataan.


*****


Keesokan harinya, Carissa dan Hans datang kembali ke guild petualang. Mereka berdua langsung berjalan menuju meja resepsionis.


"Permisi." Ucap Carissa mencari petugas yang berjaga.


"Ada yang bisa saya bantu?" Ucap seorang resepsionis wanita dengan sopan.


"Apakah anda tau petualang bernama Cakra Aditya?" Ucap Carissa dengan berharap penuh.


"Sebentar, saya cari dulu formulir tentang petualangan yang nona maksud." Ucap resepsionis itu yang langsung membuka laci tempat menyimpan dokumen-dokumen penting.


Resepsionis itu mengeluarkan tumpukan kertas, dan dia langsung mencari formulir tentang petualangan dan misi yang di ambil.


"Cakra Aditya, Cakra masih belum kembali sejak mengimbil misi." Ucap resepsionis itu meringkas formulir tentang Cakra.


"Sejak mengambil misi? Kapan Cakra mengambil misi? Dan misi apa?" Ucap Carissa panik karena pikiran buruk sudah mulai menghantui pikirannya.


"Cakra mengambil misi sekitar tujuh hari yang lalu, misi yang diambil adalah mengumpulkan 15 tanduk monster serigala."

__ADS_1


"...." Carissa terdiam mematung setelah mendengarkan misi yang diambil Cakra.


Serigala bertanduk adalah monster yang masuk dalam klasifikasi monster hewan. Monster hewan cukup menjadi momok menakutkan bagi para petualang. Sebisa mungkin para petualang tidak ingin berurusan dengan monster yang masuk ke dalam klasifikasi tersebut.


Carissa meneteskan air matanya saat tiba-tiba mendapatkan gambaran tentang kondisi Cakra saat ini. Ya, gambaran yang ada di benak Carissa ialah Cakra tewas diterkam monster serigala bertanduk.


"Bagus, kalau kau mati aku tidak memiliki halangan lagi." Ucap Hans dalam hati yang sangat gembira seakan kemenangan sudah tinggal didepan mata.


Hans memberanikan diri untuk merangkul pundak Carissa. "Sudahlah Carissa, menangis tidak akan merubah apapun."


Carissa menyandarkan kepalanya kepada Hans sambil terus menangis.


"Ke-kenapa kalian... Mengizinkan pe-petualang pemula mengambil misi itu?" Ucap Carissa terbata-bata.


"Maaf, petualang itu sendiri yang setuju mengambil misi ini, kami hanya menjalankan tugas." Ucap resepsionis itu sambil menundukkan kepalanya.


"Bisakah kalian bantu mencari jasad Cakra? Setidaknya kami ingin Cakra dimakamkan dengan layak." Hans.


"Permisi." Ucap seorang pria mengenakan hoodie hitam, celana jeans pendek, potongan rambut undercut, rokok di tangan kiri, yang berada di belakang Carissa dan Hans sejak tadi. Ya, pria itu adalah MC ampas kita, Cakra Aditya, setiap ketemu Carissa selalu kena NTR.


"Sebentar, apa kau tidak melihat kami sedang apa?" Ucap Hans tanpa menoleh kebelakang.


"Itu bukan urusanku." Ucap Cakra dengan nada dan ekspresi datar.


"Sudahlah, Hans." Ucap Carissa tidak ingin mengganggu aktivitas di dalam guild petualang.


Carissa membalikkan tubuhnya ke kanan untuk memberikan jalan bagi Cakra.


Cakra menghisap rokoknya saat melihat Carissa malah menghadap ke tubuh Hans.


"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok. "Pantas aku disebut My Project, Ampas." Ucap Cakra sambil berjalan maju ke meja resepsionis.


"Cakra? Apakah anda petualang bernama Cakra?"


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2