Modern System

Modern System
#29 Putri Dilla


__ADS_3

"Berhenti!!! Ada apa di sana?!"


Semua orang yang di lokasi kejadian, langsung menoleh kearah sumber teriakan yang didengar berasal.


Semua orang langsung berlutut ketika melihat seorang wanita duduk di atas kuda, dan dibawah wanita itu terdapat sepuluh prajurit kerajaan.


"Ada apa ini?" Ucap Cakra dalam hati saat melihat semua orang bahkan orang-orang terdekatnya berlutut.


Tiba-tiba lima dari sepuluh prajurit kerajaan berjalan menuju Cakra, atau lebih tepatnya jasad penjual bud4k yang ada di depan Cakra.


"Dia sudah tewas, putri." Ucap salah satu prajurit setelah memastikan keadaan pria penjual bud4k.


"Bawa pembunuhnya kesini!" Titah wanita itu dengan nada tinggi.


Kelima prajurit kerajaan langsung mendekati Cakra, dan dua dari mereka langsung menggunakan tangannya masing-masing untuk menangkap Cakra.


Carissa langsung berdiri saat melihat hal itu. "Tunggu! Suamiku tidak bersalah!" Ucap Carissa dengan nada tinggi sambil berdiri tepat di depan Cakra.


Vanya, Silvi dan Sachi yang sejak tadi berada di belakang Cakra, mulai memberanikan diri untuk berjalan maju.


"Benar, tuan kami tidak bersalah!" Ucap Vanya dengan nada tinggi saat sudah berdiri tepat di samping Carissa.


"Ada apa toh? Kok ribut banget?" Ucap Cakra yang kebingungan sendiri dengan situasi saat ini.


"Bawa pembunuhnya kesini!" Wanita itu kembali mengucapkan perintahnya.


"Permisi, nona, kami harus menjalankan tugas!" Ucap salah satu prajurit dengan tegas.


"Tidak! Sudah aku bilang, suamiku tidak bersalah!" Ucap Carissa dengan nada tinggi.


"Tolong, jangan membuat kami melakukan kekerasan!" Ucap prajurit yang lain.


"Oi! Dari pada ribut-ribut menyuruhku ke sana, apa tidak bisa kau yang kemari saja?" Ucap Cakra yang sudah mulai paham dengan situasi saat ini.


"...."


Keadaan menjadi hening untuk beberapa saat. Tidak ada seorang pun yang menyangka, jika Cakra berani memerintah salah satu orang terpandang di Kerajaan Aila.


"Hei, rakyat jelata! Kau memberiku perintah? Apa kau tidak tau siapa aku? Aku ada-." Ucap wanita itu terpotong.


"Tidak tau dan sebisa mungkin tidak ingin tau, juga tidak ada untungnya buatku mengetahui kau ini siapa!" Ucap Cakra sambil berjalan memutar untuk melewati Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi yang ada di depannya.


Semua orang bahkan Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi, tentu saja dibuat tercengang dengan pernyataan Cakra barusan.


"Dasar rakyat jelata! Kau mau cari mati?" Ucap wanita itu dengan nada tinggi karena kesal.


"Maaf aku menolak tawaran mu aku tolak, aku masih mau hidup." Ucap Cakra dengan sangat santai seakan tak pernah memiliki dosa sama sekali.


"Dasar sialan kau rakyat jelata! Siapa juga yang memberikan tawaran kepadamu?!" Ucap wanita itu sambil turun dari kudanya, dan langsung berjalan menuju Cakra sambil tangan kanannya menggenggam gagang pedang yang berada di pinggang kirinya. "Aku putri Dilla Alya akan membunuhmu disini!" Lanjutnya.


"Sayang, awas!" Teriak Carissa panik.


"Berhenti!" Kelima prajurit langsung menghadang Carissa dan yang lainnya saat berusaha menyelamatkan Cakra.


"Heh." Cakra malah memasang senyum sinis saat Celine mendekat ke dirinya.


Tepat berada lima langkah dari Cakra, Dilla langsung menarik keluar dan langsung menyabetkan pedangnya secara horizontal ke tubuh Cakra.


*TAP*


Cakra menghindar dengan melompat ke samping.

__ADS_1


"Alah-alah, serius kau mau melawanku dengan kemampuan kacang seperti itu?" Ucap Cakra menghina.


"Sialan kau!!!" Teriak Dilla benar-benar kesal.


*SWUUUT*


*SWUUUT*


*SWUUUT*


Dilla terus-menerus menyerang Cakra dengan pedangnya, tebasan horizontal, vertikal, diagonal atau apalah itu terus-menerus dilancarkan oleh Dilla. Tapi sayangnya, tidak ada satupun yang berhasil melukai Cakra.


"Sudahlah, kau terlalu lemah untukku, pulang saja sana!" Ucap Cakra saat melihat Celine sudah mulai kelelahan.


"Aku akan menghancurkan mu!!!" Teriak Dilla sambil mengangkat tinggi-tinggi pedangnya dengan kedua tangan.


"Hah~ merepotkan!"


Cakra melebarkan kaki kanannya, sambil menekuk lutut kaki kiri Cakra langsung memutar tubuhnya.


*BHUAAK*


Roundhouse Kick Low atau tendangan berputar kebawah dari Cakra, berhasil menghantam kedua kaki Dilla. Hingga membuat Dilla jatuh ke tanah dengan keras.


"Putri!!!"


*DRAP... DRAP... DRAP...*


Seluruh prajurit kerajaan langsung berlari menuju Dilla. Sebagian dari mereka langsung menodongkan pedang mereka ke leher Cakra.


"Cakra!"


"Tuan!"


Menjatuhkan, bukan-bukan! Melukai seorang Putri Kerajaan? sudah pasti tidak akan di maafkan! Siapapun dan apapun jabatannya, melukai anggota keluarga kerajaan, pasti akan dihukum berat.


"Beraninya kau melukai Putri Dilla!" Ucap salah satu prajurit dengan tegas.


"Heh." Cakra tersenyum sinis, dan sesaat kemudian ia berkata. "Alah-alah, Putri kok lemah!"


"...."


"Apa kau bilang?!" Bentak prajurit yang lain.


"Oi, aku tidak bicara denganmu." Ucap Cakra sambil memandang rendah prajurit yang membentaknya.


"Sialan! Cari mati ya kau ini?!" Ucap prajurit itu sambil menarik mundur pedang dan diarahkan ke leher Cakra.


.....


"Berhenti!!!"


Prajurit itu langsung menghentikan niatnya saat terdengar teriakan Dilla.


Semua orang menolehkan kepala mereka ketempat Dilla berada.


"Siapa yang tadi kau sebut lemah?! Hei, rakyat jelata, sadarlah dengan posisimu!" Ucap Dilla sambil berjalan menuju Cakra.


Semua prajurit yang berada di sekitar Cakra, langsung menyingkir untuk memberikan jalan bagi Dilla.


Dilla berdiri di hadapan Cakra dan menatap tajam mata Cakra.

__ADS_1


"Apa?" Cakra.


"Siapa yang tadi kau sebut lemah?" Dilla.


"Alah-alah, ya, engkau lah! Siapa lagi bodoh?!" Cakra.


"...."


Seketika keadaan langsung menjadi hening saat itu juga. Sudah kali berapa, Cakra membuat semua orang membuka mata dan mulut mereka lebar-lebar.


Cakra terlihat memasang senyum sinis sambil terus menatap mata Dilla.


"Aku menantang mu!" Ucap Dilla dengan sangat serius.


"Menantang apa?" Cakra.


"Menantang mu bertarung satu lawan satu!" Dilla.


Cakra mundur beberapa langkah, dan langsung membentangkan kedua tangannya. "Alah-alah, kau ini lemah tapi sok kuat!"


*SRIIINK*


Dilla langsung mengarahkan ujung pedangnya ke leher Cakra.


"Apa kata mu?!" Dilla.


"Heh, aku terima tantangan mu, .... Tapi tidak di hari ini!" Cakra.


"Baiklah, datanglah ke tempat ini besok pagi!" Tepat setelah Dilla mengucapkan kalimatnya, ia langsung membalikkan tubuhnya dari hadapan Cakra.


"Kuharap kau tidak pengecut!"


Dilla melangkahkan kedua kakinya menuju tempat kudanya berada.


"...."


Tanpa mengucapkan sepatah katapun, semuanya prajurit kerajaan langsung mengikuti Dilla.


Semua orang terdiam ketika melihat Dilla dan para pengawalnya beranjak pergi.


"...."


"...."


"Sayang!!!" Teriak Carissa sambil berlari menuju Cakra.


*KEP*


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2