Modern System

Modern System
#62 Hujan Deras Di Kota Aly 4


__ADS_3

Sachi melompat tinggi menghindari sabetan rantai secara horizontal dari Nicole.


Nicole menyabetkan rantainya yang lain ketika Sachi berada di udara.


"Aaaak!"


Rantai Nicole melilit leher Sachi. Dan dengan kejamnya Nicole menarik rantainya.


"!!!!"


Mata semua orang terbuka lebar menyaksikan kepala Sachi terpisah dari tubuhnya.


*BRUUUK*


"Sachi,.... I-ini bohong kan?" Ucap Vanya yang jatuh dengan lutut sebagai tumpuan menyaksikan kematian adiknya.


Silvi menjatuhkan senjatanya, ia langsung memeluk erat tubuh Vanya. Tangisan Silvi terdengar keras ditengah guyuran hujan.


"Ti-tidak mungkin! Kakak, Sachi akan kembali kan?!" Isak tangis Silvi.


".... Ya, Sachi akan kembali! .... Kakak, kakak tidak akan membiarkannya pergi!" Vanya memeluk tubuh adiknya, Silvi, lebih erat lagi.


Carissa menatap Nicole dengan penuh kebencian. Ia menggenggam erat pedang La Naga yang berada di tangan kanannya.


"..... Kau, kau akan membayar semua ini, dasar sialan!" Ucap Carissa dengan penuh penekanan sambil melangkah maju menuju Nicole.


"Hahahaha, hei bodoh, apa kalian tidak sadar posisi kalian?" Ucap Nicole sambil tertawa keras.


Puluhan mayat yang ada ditempat itu mulai bangkit, termasuk tubuh Sachi yang bangkit tanpa kepala. Seluruh mayat hidup berjalan mengepung tempat itu dari segala arah, seakan tidak akan membiarkan seorangpun kabur.


Kejadian itu tentu saja mengejutkan Carissa, Dilla, Vanya dan Silvi. Tapi dari keempat wanita itu, hanya Carissa dan Dilla yang terlihat bereaksi. Vanya dan Silvi tetap diam dirundung kesedihan menyaksikan tewasnya Sachi dan dibangkitkan kembali tanpa kepala. Dan yang lebih buruknya lagi, jumlah mereka ada ratusan.


"Apa-apaan ini?!!" Ucap Dilla dengan nada tinggi yang tidak paham dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Hahahaha, apa sekarang kalian paham dengan posisi kalian?" Ucap Nicole dengan nada tinggi dan diakhir kalimatnya ia memasang seringai diwajahnya.


"Sialan!!! Sebenarnya kau itu ap-." Ucap Carissa terpotong.


"Hehehe, ya, aku paham posisiku saat ini! Posisi saat ini adalah untuk mengirim-mu ke neraka!" Saut Cakra yang menundukkan kepalanya karena ia juga sangat sedih menyaksikan kematian Sachi.


Secara perlahan Cakra mengangkat kepalanya kembali. Kedua mata Cakra nampak sangat berbeda dari biasanya, bagian kornea mata Cakra tiba-tiba berubah warna menjadi kuning, dan otot mata yang berada di bagian yang dinamakan iris juga mengalami perubahan warna menjadi merah pekat.


Mata Cakra berubah seperti itu karena mata spesialnya Mata Matahari aktif. Kematian Sachi memancing pengaktifan Mata Matahari dengan sendirinya.


Semua orang, Carissa, Dilla, Vanya, Silvi dan bahkan Nicole merasakan tekanan besar dipundak mereka bahkan untuk bernafas saja sulit. Gaya gravitasi dan atmosfer seakan bertambah berkali-kali lipat ketika secara sengaja maupun tidak sengaja menatap mata Cakra.


Seakan ikut terpengaruh, seluruh mayat hidup tiba-tiba berjalan menuju Nicole. Tapi mayat-mayat hidup itu tidak menyerang melainkan melindungi Nicole.


Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, Cakra mulai melangkahkan kakinya menuju Nicole.


"A-ayang, ada, ada apa ini?!!"


"Tu...an, Sachi! Tu...an! Sa-sachi!!!"


Carissa dan Silvi sampai harus berusaha keras hanya untuk mengucapkan kalimatnya masing-masing.


Cakra tidak menanggapi Carissa maupun Silvi. Cakra terus berjalan menuju Nicole yang berusaha dilindungi seluruh mayat hidup.


[Ding~ informasi didapatkan, untuk menghentikan Roh yang merasuki Nicole, tuan harus menghancurkan tubuh Nicole. Seperti ketika tuan menyelamatkan Vanya, Silvi dan Sachi dulu]

__ADS_1


Suara system berbunyi di benak Cakra.


"Heh." Cakra tersenyum sinis ketika melihat seluruh mayat hidup berkerumun di depan Nicole.


*WHUUK*


Tiba-tiba saja seluruh mayat hidup terbakar api biru yang tak akan bisa dipadamkan, meskipun cuaca saat itu sedang hujan. Ya, api biru yang membakar seluruh mayat hidup ialah salah satu kemampuan Mata Matahari.


"Hahahaha, dasar bodoh! Mereka tidak akan mati meskipun kau membakarnya! Mereka sudah mati bodoh!!!" Teriak Nicole yang berada di belakang kerumunan mayat hidup.


"Heh, Bejo!"


*SWUUUT*


Bejo, Sosok iblis pemimpin divisi garis depan Pasukan Kebangkitan keluar dari bayangan Cakra.


Untuk Carissa, Vanya dan Silvi mungkin tidak terlalu terkejut menyaksikan hal itu. Tapi tidak untuk Dilla, ia sudah bukan terkejut lagi. Dilla terlihat sangat shock menyaksikan apa yang keluar dari bayangan Cakra.


"Hahahaha." Cakra tertawa lantang, ia menjatuhkan pistol GN-2 Premium dan kemudian ia langsung berlari maju sambil menarik mundur tangan kanannya.


*BHAAAM*


Pukulan super keras dari Cakra menghempaskan cukup banyak mayat hidup. Tapi mayat hidup itu mampu bangkit lagi dan bertarung.


*BHAAAM*


*BHAAAM*


*BHAAAM*


Cakra dan Bejo terus merangsek masuk diantara para mayat hidup. Tujuan mereka berdua adalah pria yang berada dibelakang para mayat hidup.


"System!" Ucap Cakra setelah berhasil menjebol barisan mayat hidup dan melihat sosok Nicole.


Tanpa banyak basa-basi lagi Cakra langsung menekan picu PPG-7 yang di arahkan ke Nicole.


*JHUUUS*


Nicole segera melesat menyamping menghindari proyektil PAG-7VS.


*DHUAAR*


*DHUAAR*


Proyektil PAG-7VS meledak dan menghancurkan bangunan yang dihantamnya.


Bejo yang tadinya berdiri di samping Cakra, langsung melesat ketika menyaksikan Nicole berhenti.


Bejo melompat menuju Nicole sambil mengangkat pedangnya.


Nicole kembali melesat menyamping untuk menghindari tebasan pedang Bejo.


*JHUUUS*


Cakra langsung menekan picu PPG-7 ketika proyektil PAG-7VS muncul kembali ditabung peluncur.


*DHUAAR*


*DHUAAR*

__ADS_1


Lagi-lagi Nicole melesat menghindar. Hingga menyebabkan proyektil PAG-7VS kembali menghancurkan bangunan tak bersalah.


*SWUUUT*


*SWUUUT*


*SWUUUT*


Tiga iblis anggota divisi garis depan Pasukan Kebangkitan keluar dari bayangan Cakra ketika para mayat hidup mendekati Cakra.


Siluet hitam terus muncul ketika Nicole tak berhenti melesat. Nicole sudah paham jika Cakra akan menyerang ketika dirinya berhenti.


Namun, Bejo juga ikut terus melesat mengejar Nicole. Memaksa Nicole berhenti.


Bejo segera menyiapkan pedangnya untuk menebas ketika jaraknya sudah dekat dengan Nicole.


*SLAAAS*


*BRUAAK*


Nicole jatuh berguling di atas tanah ketika punggungnya terkena sabetan pedang Bejo.


*WHUUUK*


"Argh!!!!"


Api biru berkobar besar membakar tubuh Nicole.


"Untuk Sachi."


Cakra menekan picu PPG-7.


*JHUUUS*


Roket PAG-7VS melesat lurus ke depan dengan kecepatan 115 meter per detik.


*DHUAAR*


*DHUAAR*


Nicole tidak atau terlambat mengambil tindakan menghindar.


Ledakan pertama roket PAG-7VS sudah mampu menghancurkan tubuh Nicole berkeping-keping. Hanya tersisa kepala Nicole yang terpental cukup jauh dan entah jatuh kemana.


Tak lama kemudian seluruh mayat hidup jatuh bertumbangan. Api yang membakar mereka juga mulai padam, karena Cakra yakin Nicole telah dihancurkan.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2