Modern System

Modern System
#21 First Kiss


__ADS_3

"Hah, hah, hah, aku tidak akan kalah, aku pasti akan menang dan tetap hidup, masih banyak hal yang belum aku lakukan dengan Cakra." Ucap Carissa menyemangati dirinya sendiri meskipun sudah kelelahan.


*TAP... TAP... TAP...*


Carissa berlari maju kembali, sambil mengarahkan kedua telapak tangannya ke salah satu monster tikus raksasa.


"Dewi Air, Serangan Kedua : Double Jet Air."


Didepan masing-masing telapak tangan Carissa muncul sebuah lingkaran sihir. Masing-masing lingkaran sihir itu menembakkan air bertekanan super tinggi kearah target yang sudah ditentukan.


*BHRUUS*


Tekanan air yang begitu tinggi membuat salah satu monster tikus raksasa terhempas beberapa meter ke belakang, dan bagian tubuh yang terkena serangan mengeluarkan darah.


Carissa tidak berhenti sampai disitu saja, Carissa langsung mengganti target untuk diserang.


"Dewi Air, Serangan Kedua : Double Jet A-, aaach!"


Sialnya taktik Carissa tidak berlaku untuk kedua kalinya. Seekor monster tikus raksasa berhasil menyapu tubuh Carissa terlebih dulu, sebelum Carissa berhasil melancarkan serangannya.


Cakra langsung berlari menuju Carissa saat melihat tubuh Carissa terhempas ke udara.


*KEP*


*BRUUUK*


Cakra berhasil menangkap Carissa. Tapi sayang, keduanya jatuh berguling-guling di atas tanah.


"Sayang." Ucap Carissa saat melihat Cakra berada di atas tubuhnya, dan sambil memegangi bahu kirinya yang kesakitan, akibat terkena sapuan monster tikus raksasa secara langsung.


Cakra langsung berdiri dan langsung menghadapkan tubuhnya ke tempat para monster tikus raksasa berada.


"System, GN-2 Premium!"


Cakra mengambil pistol GN-2 Premium yang muncul dan melayang di hadapannya.


*TAP... TAP... TAP...*


Cakra berlari menuju tempat para monster tikus raksasa berada.


Cakra mengarahkan pistolnya ke salah satu monster tikus raksasa.


*DOR*


*DOR*


*DOR*


Cakra kurang yakin jika satu peluru sudah mampu menumbangkan seekor monster tikus raksasa, karena Cakra melihat pada ukuran tubuh monster itu.


Tiga peluru yang ditembakkan Cakra melesat menuju salah satu monster tikus raksasa.


[Ding~ selamat, tuan rumah berhasil membunuh seekor monster tikus raksasa, tuan rumah mendapatkan 1.000 poin exp]


Cakra kini menjadi target seluruh monster tikus raksasa yang tersisa.


Cakra dan kesembilan monster tikus raksasa berlari kearah satu sama lain.


Jangan lupa, posisi seperti ini sangat menguntungkan Cakra.


*DOR*


*DOR*


*DOR*


[Ding~ selamat, tuan rumah berhasil membunuh dua monster tikus raksasa, tuan rumah mendapatkan 2.000 poin exp]


Setelah menumbangkan dua ekor hampir secara bersamaan, Cakra langsung mengubah arah larinya.

__ADS_1


Dan tentu saja, para monster tikus raksasa langsung berlari mengejar Cakra.


Tikus adalah salah satu hewan yang memiliki kecepatan lari tak perlu diragukan lagi. Jika Cakra mengajak kejar-kejaran dengan para tikus raksasa itu, berarti sama saja dengan memper-bodoh diri sendiri.


"Sialan!!!" Ucap Cakra saat para tikus raksasa semakin mendekat.


*BHRUUS*


*BHUAAK*


Carissa tentunya tidak mau hanya menjadi penonton, ia langsung melancarkan skillnya untuk membantu Cakra.


Untungnya, tikus raksasa yang terkena serangan Carissa terhempas ke samping, dan menabrak para tikus raksasa yang lainnya.


Cakra langsung membalikkan tubuhnya, dan Cakra langsung menggunakan kesempatan emas itu untuk menumbangkan monster tikus raksasa sebanyak mungkin.


*DOR*


*DOR*


*DOR*


Suara letusan dari tembakan Cakra sudah tak terhitung lagi jumlahnya.


[Ding~ selamat, tuan rumah berhasil membunuh enam monster tikus raksasa, tuan rumah mendapatkan 6.000 poin exp]


"Hah? Kurang satu? Dimana dia?" Ucap Cakra kebingungan sendiri saat melihat tumpukan mayat monster tikus raksasa.


"System, SSR-3." Cakra langsung mengganti senjatanya, dan berjalan mendekati tumpukan mayat tikus raksasa.


Mata Cakra mendapatkan gambar adanya jalan di bawah tanah.


Cakra langsung mengamati dimana jalan itu akan berakhir.


"Carissa, lari!!!" Teriak Cakra saat melihat tikus raksasa akan muncul tepat dibawah kaki Carissa.


*BRUAAK*


Carissa terlambat untuk menyingkir dari tempat itu. Tubuh Carissa terhempas tinggi ke udara akibat munculnya monster tikus raksasa dari dalam tanah.


*DOR... DOR... DOR...*


Puluhan selongsong peluru terlempar keluar dari sisi kanan senapan serbu SSR-3, Puluhan timah panas melaju dengan kecepatan supersonik menuju monster tikus raksasa yang baru saja muncul tersebut.


*CLEB... CLEB... CLEB...*


Puluhan peluru itu bersarang pada tubuh monster tikus raksasa.


[Ding~ selamat, tuan rumah berhasil membunuh seekor monster tikus raksasa, tuan rumah mendapatkan 1.000 poin exp]


Setelah itu semua berakhir, Cakra langsung berlari menuju Carissa yang kesakitan di atas tanah.


"System, apakah ada obat?" Ucap Cakra dalam hati saat melihat Carissa tak sadarkan diri.


[Ding~ pil serbaguna untuk mengatasi segala luka luar]


[-1+]


[Harga: 10 pion]


[Beli/Tidak]


"Beli."


Cakra langsung mengambil sebutir pil yang melayang di hadapannya.


Cakra menekuk lututnya di dekat tubuh Carissa. Cakra mengangkat kepala Carissa dan langsung memasukkan pil yang dibawanya ke mulut Carissa.


*****

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


"Ah~ Cakra?" Ucap Carissa sambil memposisikan dirinya untuk duduk.


Cakra langsung menolehkan saat mendengar suara Carissa.


"Apa masih sakit?" Ucap Cakra khawatir.


"Sudah tidak sih, tapi bentar-bentar." Ucap Carissa yang tiba-tiba tersenyum lebar.


"..... Sayang, apa kau barusan mengkhawatirkan ku? Tenang saja, sayang! aku tidak akan kemana-mana kok."


".... B4ngke' kan! Kembalikan rasa khawatir ku." Ucap Cakra dalam hati. Tapi sesaat kemudian, Cakra malah giliran tersenyum lebar.


"Ah~ sepertinya ini hari terakhir kita bersama ya?" Ucap Cakra sambil berdiri dan langsung membalikkan tubuhnya.


"Ma-maksudnya?"


"Bukankah tadi kau memakan racun (Bab-20), dan sesuai perjanjian, kau sama sekali tidak bisa membunuh monster tikus. Setelah sampai kota, aku akan cari istri baru, jadi kau tidak perlu memikirkan aku."


".... Semoga kau tenang di alam sana, Carissa." Ucap Cakra tanpa memandang Carissa.


"Sa-sa-sa...yang, kau cuma bercanda kan?" Ucap Carissa dengan sangat pucat.


"Sudahlah, Carissa! Mana ada aku bercanda dengan urusan seperti ini?" Ucap Cakra dengan nada lemah.


"Sa-sayang, aku mohon berikan obat penawar itu! Masih banyak hal yang belum aku lakukan bersamamu. Tolong, sayang." Ucap Carissa memohon di belakang Cakra.


"Aku akan selalu mendoakan mu, meskipun aku sudah memiliki istri baru dan juga anak."


"Tidak, aku tidak akan membiarkanmu memiliki istri selain aku! Jika benar aku akan meninggal, aku akan menghantui semua wanita yang dekat denganmu." Carissa.


"Carissa, semua orang berhak untuk hidup bahagia."


"Aku juga ingin hidup bahagia bersamamu, tolong berikan obat penawar itu." Ucap Carissa sambil berlutut memohon dibelakang Cakra.


".... Akan aku berikan, tapi ada syaratnya." Cakra.


"Apa? Pasti akan aku lakukan." Carissa.


"Tutup matamu!"


"Hah? Serius?" Carissa.


"Kalau tidak mau, ya sudah." Ucap Cakra sambil melipat kedua tangannya di dada.


"Baiklah, aku lakukan." Carissa langsung menutup kedua matanya.


Cakra membalikkan tubuhnya untuk melihat Carissa.


"Dasar bodoh." Ucap Cakra dalam hati sambil mendekatkan wajahnya ke Carissa.


*KISS*


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe

__ADS_1


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2