Modern System

Modern System
#63 Meninggalkan Kerajaan Aila


__ADS_3

*DHUAAR*


*DHUAAR*


Nicole tidak atau terlambat mengambil tindakan menghindar.


Ledakan pertama roket PAG-7VS sudah mampu menghancurkan tubuh Nicole berkeping-keping. Hanya tersisa kepala Nicole yang terpental cukup jauh dan entah jatuh kemana.


Tak lama kemudian seluruh mayat hidup jatuh bertumbangan. Api yang membakar mereka juga mulai perlahan padam, karena Cakra yakin jika Nicole telah dihancurkan.


Cakra membalikkan tubuhnya, berjalan menuju Sachi yang tergeletak dengan kepala tiada, dan tubuh Sachi juga agak menghitam akibat dari api yang membakar-nya.


Cakra menekuk lututnya di samping jasad Sachi. Cakra menoleh kesana-kemari mencari dimana keberadaan kepala Sachi.


"Bejo, ambil itu!" Ucap Cakra sambil menunjuk kepala bertelinga kucing yang tergeletak di atas tanah.


*SWUUUT*


Tak berselang sedetik, Bejo sudah berada di samping Cakra dengan kedua tangan membawa apa yang diminta Cakra.


"Ini, tuan." Ucap Bejo menyerahkan kepala Sachi kepada Cakra.


"System, apa kau bisa menghidupkan-." Ucap Cakra terpotong.


[Maaf, system bukan dewa atau tuhan. System tidak memiliki kemampuan membangkitkan kembali makhluk yang sudah mati]


"Heh, kalau begitu apakah kau bisa menyambung kembali kepala Sachi dengan tubuhnya? Dan tolong bersihkan tubuh Sachi." Ucap Cakra yang mesti kecewa tapi ia tetap harus menerima kenyataan dengan tegar.


[Bisa]


.... Beberapa saat kemudian.


Cakra berdiri sambil membopong tubuh Sachi yang telah telah kembali utuh.


"A-ayang, kau mau kemana?" Ucap Carissa yang sangat sedih melihat Cakra tidak seperti biasanya.


"Memangnya mau kemana lagi? .... Vanya, Silvi, ayo kuburkan adik kalian!" Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung mengalahkan kakinya.


"Ya, tuan." Vanya dan Silvi langsung berjalan mengikuti Cakra.


*****


*****


*****


"Lima hari telah berlalu sejak hujan deras melanda Kota Aly. Semua korban telah dimakamkan dengan baik dan benar. Pada awalnya terjadi kesalahpahaman yang sangat merugikan ku."


"Masyarakat Kota Aly beranggapan bahwa akulah dalang dibalik peristiwa Hujan Deras, dan Nicole adalah orang yang mencoba menghentikan ku. Tapi kenyataannya jelas-jelas tidak seperti itu."


"Semua rumor yang merugikan ku telah berhasil diatasi dengan baik, mungkin aku harus sangat berterimakasih kepada Dilla, setelah dia berhasil menghentikan rumor tentangku."


"Meninggalkan tentang rumor dan peristiwa Hujan Deras. Sekarang aku sadar jika aku hanyalah orang lemah dengan level tinggi, aku menyadari hal itu ketika aku bertanya kepada system. kenapa Nicole memiliki kecepatan luar biasa sedangkan aku tidak, padahal levelku lebih tinggi darinya."


"System menjelaskan dengan sangat detail kenapa aku tidak bisa bergerak seperti Nicole. Aku tidak pernah berlatih kemampuan Mana, ya, memang pada dasarnya aku sendiri tidak tau apa itu Mana, jadi jelas aku tidak pernah berlatih.


"Dan sekarang, entah ada masalah apalagi, aku tiba-tiba dipanggil ke istana kerajaan untuk menemui Lais, raja kerajaan ini."


Terlihat sosok Cakra berjalan memasuki istana kerajaan. Cakra disambut senyuman Dilla yang telah menunggu kedatangannya.


"Ayo, Cakra!" Dilla langsung menggenggam tangan Cakra dan langsung menariknya menuju salah satu ruangan.

__ADS_1


*****


"Ayah, Cakra sudah datang." Ucap Dilla sambil terus menarik tangan Cakra.


"Terimakasih kau bersedia datang, Cakra." Ucap Lais yang berada di singgasananya.


"Oh... Kalian telah berbaikan ya? Tidak seperti saat kita bertemu dulu." Ucap Cakra dengan sangat santai seakan tak pernah memiliki dosa sama sekali.


Mata dan mulut semua orang yang ada ditempat itu terbuka lebar mendengar kalimat Cakra. Mereka semua tidak pernah mengira akan ada orang yang berani berbicara tidak sopan seperti itu kepada raja dan putrinya.


"Lagi pula aku ini ayahnya Dilla, tidak mungkin kami bermusuhan dalam waktu yang lama." Ucap Lais malu-malu. "Ehem... Cakra, sebenarnya aku memanggilmu kesini untuk membicarakan kelanjutan ceri- ehem, maksudnya untuk membicarakan tentang sesuatu."


"Tentang apa?" Ucap Cakra dengan nada dan ekspresi datar.


"Maaf sebelumnya, aku sudah mendengar banyak kesaksian dari masyarakat yang berada di lokasi waktu itu, kebanyakan dan mereka selalu menyampaikan ketakutan. Maka terpaksa"


".... Cakra, bisakah kau pergi dari kerajaan ini?" Ucap Lais serius tapi dalam hati ia juga tidak ingin Cakra pergi, karena Cakra bisa saja menjadi kekuatan militer Kerajaan Aila diwaktu mendatang.


"Apa?! Ayah, sebelumnya kau tidak mengatakan itu! Kau mengatakan akan memberi Cakra hadiah!!! Kau tidak pernah mengatakan akan mengusir Cakra!!!" Ucap Dilla dengan nada tinggi karena merasa dibohongi dan tidak terima jika Cakra pergi diusir.


"Maaf Dilla, soal hadiah memang benar, kerajaan akan memberikan apapun yang Cakra mau. .... Tapi, Cakra harus meninggalkan Kerajaan Aila." Lais.


"Tidak, Cakra tidak boleh pergi!!!" Ucap Dilla dengan nada tinggi tetap menolak.


"Bagaimana denganmu, Cakra?" Ucap Lais berusaha tidak menanggapi Dilla.


"Hah~ aku akan meninggalkan kerajaan ini." Ucap Cakra sambil menatap tajam Lais. "Asal, perbudak4n kalian hapus, dulu Nicole sudah membuat perjanjian denganku, tapi dia mengingkarinya." Lanjutnya.


"Cakra, kau tidak boleh pergi, aku akan membantumu menjelaskan semuanya kepada masyarakat." Saut Dilla.


"Jika itu permintaan mu, kami membutuhkan waktu untuk memenuhi permintaan itu. .... Jujur saja, mayoritas Devisa Kerajaan Aila adalah dari bisnis perbudakan." Lais.


"Tap perlu menunggu waktu lama untuk kerajaan ini hancur, jika sudah begitu maka hasilnya akan nihil, para pedagang bud4k akan dengan sangat mudah menangkap masyarakat tidak mampu." Ucap Cakra dalam hati bimbang.


"Tapi tenang saja, cepat atau lambat aku akan memastikan perbud4kan dihapus." Saut Lais yang sadar jika Cakra sedang bimbang.


"Kalau begitu aku pegang janjimu." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung membalikkan tubuhnya.


"Tidak, Cakra kau tidak boleh pergi." Ucap Dilla yang langsung menahan Cakra.


"Heh, sudahlah, kita tidak akan berpisah, aku akan menemanimu sesekali." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan tanpa menghiraukan Dilla lebih jauh lagi.


".... Cakra, kau jangan pergi dulu! Tunggu aku di gerbang Kota!!!" Teriak Dilla.


*****


Di jalanan Ibukota Kerajaan Aila, Kota Aly. Terlihat sosok Cakra berjalan seorang diri menuju tempat yang tak asing.


[Ding~ system versi 1.5 telah diluncurkan, apakah tuan akan mengupgrade system]


"Hah~ terserahlah, upgrade sekarang."[Biaya yang dibutuhkan untuk upgrade 2.000 poin dan membutuhkan waktu 120 menit]


"Pakai yang instan saja system."


[10.000 poin untuk upgrade secara instan]


"Oke, upgrade sekarang!"


[Ding~ proses upgrade selesai, system saat ini menggunakan versi 1.5]


[System membawa fitur Ekstrak Skill Ke Orang Lain tempat maupun waktu untuk mempermudahkan tuan]

__ADS_1


"Mempermudahkan? Memangnya apa kegunaan fitur itu?"


[Tuan bisa mengekstrak skill yang sangat kuat kepada orang lain, dengan fitur ini kejadian seperti Sachi dulu bisa lebih diminimalisir]


"Ah~ begitu ya, lalu bagaimana cara menggunakannya?"


[Tuan hanya perlu berkontak tubuh dengan penerima skill]


"???" Pikiran mesum langsung memenuhi otak Cakra saat itu juga.


[Maaf, maksud system tuan bisa mencium tubuh penerima. Mau itu kening atau apa saja]


"Hah~ ternyata begitu." Entah kenapa Cakra merasa lega.


[Nama : Cakra Aditya]


[Usia : 19 tahun]


[Ras : Manusia]


[Level : Langit-5 Bintang-5]


[Exp : 2.292.604.110/2.400.724.332]


[Tubuh : Mata Matahari, Tangan Penghancur]


[Elemen :-]


[Skill : Pasukan Kebangkitan]


[Senjata : GN-2 Premium, SSR-3, PPG-7, SPR-2]


[Atribut :-]


[Pekerjaan :-]


[Penyimpanan : Ponsel, kendaraan lapis baja]


[Kotak Hadiah : 1 kotak hadiah kelas 4]


[Poin : 15.000]


[Toko»]


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

__ADS_1


__ADS_2