Modern System

Modern System
#35 Keluar


__ADS_3

"Status."


[Nama : Cakra Aditya]


[Usia : 19 tahun]


[Ras : Manusia]


[Level : Langit-5 Bintang-5]


[Exp : 2.291.603.610/2.400.724.332]


[Tubuh : Mata Matahari, Tangan Penghancur]


[Elemen :-]


[Skill : Pasukan Kebangkitan]


[Senjata : GN-2 Premium, SSR-3, PPG-7, SPR-2]


[Atribut :-]


[Pekerjaan :-]


[Penyimpanan : Motor, Ponsel]


[Kotak Hadiah :-]


[Poin : 29.010]


[Toko»]


Cakra menghabiskan banyak sekali poinnya untuk membeli pil pengendalian Mana, Kekuatan Tubuh dan ketahanan tubuh terhadap serangan. Hingga akhirnya Pasukan Kebangkitan berada di level.


* Jendral atau pemimpin : Langit-1.


* Pasukan : Emas.


Cakra terlihat masih duduk sambil merokok dihadapan seluruh kategori Pasukan Kebangkitan yang baru saja dibentuknya.


"Huh." Cakra menghembuskan asap rokok. "System, kalau aku keluar dari sini apakah Menara Iblis akan kembali ke bentuk kerucut?"


[Tidak]


"Berarti menghilang?"


[Juga tidak. Tuan sudah berhasil menguasai Menara Iblis, jika tuan ingin kembali ke Menara Iblis tuan hanya perlu membayangkan portal pintu masuk ke Menara Iblis]


"Oh...." Cakra mengangguk paham. Setelah itu Cakra berdiri sambil menghisap rokoknya.


"Huh." Cakra menghembuskan asap rokok. "Baiklah, sekarang kalian masuk ke bayanganku dulu!" Titah Cakra.


"Baik, tuan."


*SWUUUT*


*SWUUUT*


*SWUUUT*


Jutaan Pasukan Kebangkitan tiba-tiba menghilang dari pandangan, mereka semua masuk ke dalam bayangan Cakra.


Setelah Cakra merasa sudah semua dan tanpa pikir panjang lagi, Cakra langsung melangkahkan kakinya menuju portal yang sudah muncul sejak tadi.


*****


*****


*****


Siang hari di celah dua bangunan, terlihat pasangan muda-mudi sedang asyik bercocok tanam.


"Sayang, terus, terus, ah~ enak, sayang~." Wanita yang sedang menungging mendesah kenikmatan.


"Sayang, aku mau keluar." Ucap si pria sambil terus memaju-mundurkan pinggulnya.


"Permisi, nolep numpang lewat." Ucap seorang pria yang keluar dari lingkaran aneh yang muncul di belakang muda-mudi itu. Ya, pria itu ada MC kita, Cakra Aditya.


Pasangan muda-mudi itu tentu saja terkejut dengan kemunculan Cakra. Si pria langsung mencabut ayam jagonya dari anu si wanita.


"Aku nggak ganggu kan?" Ucap Cakra dengan sangat santai seakan tidak pernah memiliki dosa sama sekali.

__ADS_1


Dengan sangat santainya pula, Cakra berjalan menuju jalan keluar dari celah dua bangunan melewati pasangan muda-mudi itu.


"Oi, ada yang ngent0t disini!!!" Tepat setelah Cakra berteriak lantang, ia langsung mengambil skill langkah seribu alias lari begitu saja.


*****


"Hahahaha."


Setelah Cakra merasa dirinya sudah cukup jauh, Cakra tertawa lepas dengan apa yang baru saja dialaminya. Cakra benar-benar tidak bisa menyangka jika ia akan langsung dipertontonkan aksi seperti itu ketika baru saja keluar dari Menara Iblis.


Massa yang ada di sekitar Cakra, tentu saja menatap heran Cakra.


Cakra berhenti tertawa. "Maaf, maaf." Cakra kembali berjalan tak tentu arah dan tujuan.


*****


Siang hari berlalu begitu saja. Di malam hari, Cakra terlihat baru saja keluar dari pemandian umum.


Entah yang ke berapa penampilan Cakra menarik perhatian massa, entah itu pria ataupun wanita. Padahal Cakra hanya menggunakan setelan seperti biasa, yakni Hoodie, celana jeans pendek.


Cakra mengeluarkan sebungkus rokok beserta korek api dari kantong hoodie-nya.


"Huh." Cakra menghembuskan asap rokok. Setelah menghidupkan rokok, Cakra langsung berjalan tanpa arah apalagi tujuan yang pasti. Cakra lagi-lagi lupa jika dirinya ada yang menunggu dan ada tempat untuk pulang.


Cakra terus melangkahkan kaki ditengah keramaian malam hari Kota Herla. Cakra sesekali berhenti untuk melihat-lihat barang yang dijual.


"Tuan Cakra!!!"


Cakra segera mencari sumber suara yang memanggilnya.


"Sachi."


Sachi berlari menuju Cakra. Sachi langsung memeluk erat Cakra.


"Tuan, tuan, dari mana saja?"


"Aku nggak kemana-mana,.... Oh iya, yang lain dimana?" Ucap Cakra sambil mengelus kepala Sachi.


"Ayo, tuan." Ucap Sachi sambil menggandeng tangan kanan Cakra.


Sachi kemudian langsung menarik Cakra agar mengikutinya.


*****


Carissa, Vanya dan Silvi secara bersamaan menoleh kearah sumber suara yang memanggil nama mereka bertiga.


"Ca...kra?"


"Tuan Cakra?!"


"Tuan!!!"


Carissa, Vanya dan Silvi langsung berdiri dan langsung berlari menuju Cakra.


*KEP*


Mereka bertiga ditambah Sachi langsung memeluk erat tubuh Cakra.


"Sa-sayang, kau ke-kemana sa...ja?" Ucap Carissa terbata-bata.


"Sudahlah, malah nangis semua,.... Memangnya aku pergi berapa lama sih? Cuma tiga bulan, 'kan?" Ucap Cakra berusaha menenangkan semua orang yang memeluknya sambil menangis.


Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi melepaskan pelukan mereka dari Cakra.


"I-iya, ta-." Ucap Carissa terpotong.


"Kalau masih tidak berhenti, aku pergi lagi nih!" Cakra.


"Jangan, tuan!!!" Ucap Vanya sambil mengusap air matanya dengan kedua tangannya.


"Iya, jangan pergi lagi." Carissa.


Mereka berempat akhirnya berhenti menangis.


"Sip, bagus kan kalau begitu. .... Sekarang, kita mau apa disini?" Ucap Cakra sambil menolehkan kepalanya ke sana kemari untuk mencari suatu hal yang sekiranya bisa dikerjakan.


*****


Keesokan harinya.


Terlihat Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi berada di gerbang Kota Herla. Entah mengapa, Cakra meminta mereka berempat untuk bersiap dan menunggunya di gerbang Kota Herla. Sedangkan Cakra sendiri malah kembali masuk ke dalam kota.

__ADS_1


Bersiap?


Ya, bersiap! Buktinya mereka berempat membawa senjatanya masing-masing, dan tas yang berisi perbekalan seakan hendak melakukan perjalanan jauh.


"Apa semuanya sudah siap?" Ucap Cakra yang tiba-tiba datang.


"Sudah kok, memangnya kita mau kemana?" Ucap Carissa sambil memandang Cakra.


"Kita akan pergi dari kota ini." Cakra.


"Hah? Memangnya kenapa? Apa jangan-jangan kau mau mengejar Putri Dilla yang baru saja meninggalkan kota?" Carissa.


"Mengejar? Buat apa!... Sudahlah, ayo!" Tepat setelah mengucapkan kalimatnya, Cakra langsung melangkahkan kakinya keluar dari Kota Herla.


"Sayang, tunggu!" Ucap Carissa sambil berjalan menyusul Cakra, diikuti Vanya Silvi dan Sachi.


*****


"Wah, kalau jalan kaki nggak mungkin nih." Ucap Cakra dalam hati setelah berjalan cukup jauh dari gerbang kota.


"Motor, nggak mungkin!... Mobil? Sepertinya harus lebih hati-hati lagi!" Ucap Cakra dalam hati memikirkan cara untuk membawa semua orang yang ikut bersamanya.


Setelah beberapa saat berfikir, tiba-tiba saja Cakra tersenyum lebar. "System."


[APS-3 "Anoa 6x6" (kependekan dari Angkut Personel Sedang-3 atau Medium Personnel Carrier [APC]) adalah sebuah kendaraan militer lapis baja buatan salah satu perusahaan militer Indonesia. Kendaraan ini dipergunakan untuk mengangkut personel, dikenal dengan nama panser atau pengangkut personel lapis baja]


[Anoa 6x6 APC memiliki keunggulan dalam mobilitas, proteksi serta daya angkut. Anoa 6x6 APC memiliki rasio daya berat 25 HP/ton, serta dilengkapi dengan sistem komunikasi dan transmisi otomatis. Anoa tipe APC memiliki kapasitas 12 orang personel termasuk pengemudi. Memiliki top speed 80 km/h pada jalan raya dengan daya jelajah 600 kilometer]


[Spesifikasi]


[Berat : 12,5 ton, 14,5 ton (combat)


Panjang : 6 m


Lebar : 2.5 m


Tinggi : 2.17 m atas lambung/ 2.9 m atas menara (varian FSV)


Awak : 2 + 10 penumpang]


[Perisai : Lapis baja Monocoque, STANAG 4569 level 3


Senjata utama : Senapan mesin 12.7 mm,


Senapan Mesin 7.62mm,granat CIS 40 AGL


Senjata pelengkap : 2x3 66 mm peluncur


granat asap


Jenis Mesin : Renault MIDR 062045 diesel turbo-charged 6 silinder inline , paket pendingin Behr, 320Hp, 2500 Rpm


Daya kuda/ton : 22,85 HP/ton


Transmisi : Otomatis, ZF S6HP502, 6 maju, 1 mundur


Suspensi : Suspensi Independen, batang torsi


Kelonggaran tanah : 40 cm


Kapasitas tangki : 200 liter


Daya jelajah : 600 km


Kecepatan : 80 km/jam (kecepatan yang direkomendasikan)]


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe

__ADS_1


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2