
*DHUAAR*
Ditengah guyuran hujan lebat yang belum kunjung juga reda, tiba-tiba di pusat Kota Aly terjadi ledakan besar yang mampu menghancurkan dua bangunan sekaligus.
*DHUAAR*
Ledakan kedua menyusul tak lama setelah ledakan pertama terjadi.
Masyarakat Kota Aly dilanda kepanikan saat ini. Mereka semua berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing dari bahaya yang belum diketahui sebabnya.
*DHUAAR*
*DHUAAR*
Ledakan ketiga terdengar lebih keras dikarenakan ledakan kali ini adalah dua ledakan yang disatukan.
Bangunan disekitar pusat ledakan banyak yang rubuh karena ledakan besar terjadi berulang kali. Tidak menutup kemungkinan adanya korban terjebak atau bahkan tertimpa bangunan rubuh.
"Hahahaha, kenapa kau terus lari seperti pengecut?"
Terlihat seorang pria tertawa keras sambil membentangkan kedua tangannya di area sekitar ledakan.
"Memangnya siapa juga yang mau mati, gobl0k!" Teriak Cakra yang berada cukup jauh dari lawannya. Ya, lawan utama Cakra saat ini adalah Nicole, Putra Mahkota Kerajaan Aila.
"Hah? Apa? Ternyata kau penakut juga ya? Hahahaha, sungguh tak terduga!!!" Ucap Nicole dengan nada tinggi.
"Hah~ b4jingan satu ini emang sialan!" Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berlari menuju Nicole.
"Heh, bagus." Ucap Nicole sambil memandang Cakra yang berlari menuju dirinya.
*BHOOOM*
Salah satu lingkaran sihir yang ada di atas kepala Nicole menembakan bola api menuju Cakra.
*TAP... TAP...*
*DHUAAR*
Cakra bergerak sedikit menyamping untuk menghindari bola api itu.
*BHOOOM*
Salah satu lingkaran sihir milik Nicole kembali menembakan bola api menuju Cakra.
Cakra menghindari bola api itu dengan menggunakan teknik yang sama ketika ia menghindar untuk pertama kalinya. Tapi kali ini Cakra tidak hanya menghindar, ia juga bersiap memberikan serangan balasan.
*DHUAAR*
*DOR*
*DOR*
Cakra menekan pelatuk pistol GN-2 Premium. Dua peluru melesat dengan kecepatan suara menuju Nicole.
Kedua peluru itu berhasil bersarang pada dada Nicole.
Cakra yang melihat Nicole agak sempoyongan akibat terkena tembakan, langsung menggunakan kesempatan itu untuk melompat mendekat sambil menyiapkan telapak kakinya.
*BHAAAM*
Jump Kick atau tendangan melompat dari Cakra berhasil mendarat tepat di wajah Nicole.
__ADS_1
Kedua lingkaran sihir Nicole menghilang dibarengi dengan tersungkurnya tubuh Nicole kebelakang.
Cakra langsung membalikkan tubuhnya ketika baru saja mendarat di atas tanah.
*DOR*
*DOR*
*DOR*
Tembakan dari Cakra terus menghujani tubuh Nicole yang tersungkur di atas tanah.
Cakra berhenti setelah dirinya yakin jika Nicole telah tewas. Cakra yakin tidak akan ada yang selamat setelah menerima puluhan tembakan pada tubuhnya, jika pun itu salah, pasti orang itu adalah mayat hidup.
"Apa?" Kedua mata Cakra terbuka lebar ketika melihat Nicole menggerakkan tangan kanannya.
*SWUUUT*
Dan yang lebih mengejutkannya lagi adalah, bagaimana bisa Nicole menyabetkan salah satu rantainya dengan posisi tubuh seperti itu?
Tapi karena Cakra tidak mau ambil pusing, ia langsung melompat mundur untuk menghindar.
"Sebenarnya dia itu apa?" Ucap Cakra dalam hati yang heran melihat Nicole.
"Hahahaha, sudah aku bilang, senjata mu tidak akan berguna untuk melawanku." Ucap Nicole sambil berusaha berdiri kembali, meskipun sekujur tubuhnya sudah dipenuhi darah.
"Oi, sebenarnya kau itu makhluk ap-." Ucap Cakra terpotong.
"Apa yang terjadi disini?!" Ucap Dilla yang baru saja sampai di lokasi pertarungan bersama Carissa dan yang lainnya.
Keempat wanita itu terlihat terkejut melihat tempat pertarungan Cakra melawan Nicole yang hancur lebur, terlihat juga banyak mayat mati mengenaskan di antara bangunan rubuh.
"A-apa yang terjadi padamu?" Ucap Carissa tambah terkejut melihat keadaan Nicole yang sudah tidak menyerupai manusia lagi.
Tanpa pikir panjang lagi Vanya langsung berlari menuju Nicole. Disusul Silvi dan Sachi.
"Heh." Nicole tersenyum sinis melihat tiga gadis muda akan ikut melawannya.
Tepat lima langkah dari Nicole, Vanya langsung mengangkat tinggi-tinggi tongkat, senjatanya.
*TRAAR*
Nicole hanya bergerak sedikit menyamping untuk menghindari sabetan tongkat secara vertikal dari Vanya.
Vanya, Silvi dan Sachi terus menyerang Nicole tanpa henti. Mereka bertiga berulang kali melancarkan serangan fatal, namun dari semua serangan tidak ada satupun yang berhasil mengenai Nicole.
Kekuatan Nicole masih sangat jauh jika dibandingkan dengan Vanya, Silvi dan Sachi, meskipun kekuatan mereka bertiga sudah digabungkan untuk melawan Nicole.
Dengan sangat lincah dan cepat Nicole menghindari semua serangan, Nicole malah terlihat bersenang-senang untuk saat ini. Nicole belum memiliki niat menyerang balik ketiga lawannya, jika Nicole menyerang kemungkinan untuk Vanya, Silvi dan Sachi selamat sangatlah kecil.
"Kalian berdua bantu mereka! Ulur waktu untukku!!!" Teriak Cakra untuk Carissa dan Dilla yang malah hanya diam menonton.
"Hah? Baik!"
Carissa dan Dilla segera masuk ke pertarungan. Tentunya mereka berdua berada di pihak Vanya, Silvi dan Sachi.
*TAP... TAP...*
Nicole melompat mundur cukup jauh untuk membuat jarak dengan lawan-lawannya.
"Lima melawan satu? Menarik." Tepat setelah Nicole mengucapkan kalimatnya, ia langsung menarik kedua rantainya dan langsung disabetkan ke kedua arah yang berlawanan.
__ADS_1
*CTAAR*
"...."
Untuk sesaat semua orang diam menatap heran Nicole. Sebenarnya untuk apa Nicole melakukan hal itu? Jika untuk Psywar teknik seperti itu tidak akan menghancurkan mental lawan.
Tapi sesaat kemudian, kedua mata Cakra mendapatkan gambaran api yang berkobar pada seluruh mayat yang tewas ditempat itu. Dan buruknya lagi, jumlah mereka menyentuh angka ratusan.
"Tuan, biarkan aku keluar, aku sudah tidak tahan."
Cakra tiba-tiba mendapatkan telepati dari salah satu Jendral Pasukan Kebangkitan. Jendral itu ialah Aidan, sang naga pemimpin divisi udara.
"Tidak, biarkan aku saja! Ini adalah tugasku."
Bejo sang pemimpin divisi garis depan giliran mengirimkan telepati kepada Cakra.
"Tidak akan ada yang keluar, aku yakin mereka berlima mampu mengatasi ini." Ucap Cakra dalam hati menanggapi permintaan Bejo dan Aidan.
[Ding~ peringatan! System telah berhasil mengetahui makhluk yang merasuki Nicole. Makhluk itu adalah Roh, dan level Roh itu hanya berada satu level dibawah tuan]
Jika level Cakra adalah Langit-5 maka level Roh itu adalah Langit-4, sedangkan Carissa dan yang lainnya masih berada di Tingkat Warna. Sudah jelas Carissa dan yang lainnya tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan Nicole.
Cakra memandang lurus maju ke depan menyaksikan Carissa dan yang lainnya berada dalam bahaya yang tidak mungkin mereka atasi.
*TAP... TAP... TAP...*
"Sachi, tunggu!!!" Teriak Cakra ketika menyaksikan Sachi tiba-tiba berlari menuju Nicole tanpa dampingan.
Sachi tidak mendengar teriakan Cakra. Sachi terus berlari maju sambil menyiapkan dua belati di kedua tangannya.
"Heh." Nicole tersenyum sinis menyaksikan Sachi berlari menuju dirinya.
*CTAAR*
*TAP*
Sachi melompat tinggi menghindari sabetan rantai secara horizontal dari Nicole.
Nicole menyabetkan rantainya yang lain ketika Sachi berada di udara.
"Aaaak!"
Rantai Nicole melilit leher Sachi. Dan dengan kejamnya Nicole menarik rantainya.
"!!!!"
Mata semua orang terbuka lebar menyaksikan kepala Sachi terpisah dari tubuhnya.
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
__ADS_1
Subscribe
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.