Modern System

Modern System
#50 Melawan Naga 2


__ADS_3

"Gimana, aku buatkan bumbu naga bakar?" Ucap Cakra sambil terus menatap tajam sang naga.


"Naga bodoh, aku turut berdukacita atas kematian mu hari ini." Ucap Bejo sambil tersenyum sinis.


*WHUUUK*


Kobaran api menyala tiba-tiba menyelimuti pedang besar yang berada di tangan kanan Bejo.


*SWUUUT*


Siluet merah menyala terlihat ketika Bejo melesat dengan kecepatan tinggi menuju sang naga.


*WHUUUK*


Semburan nafas api sang naga terus mengikuti Bejo dari arah belakang.


Bejo tiba-tiba merubah arah lesatannya, ia berbelok ke samping sambil mengarahkan telapak tangan kirinya kepada sang naga.


Lingkaran sihir dari telapak tangan Bejo.


*WHUUUK*


Dari lingkaran sihir itu menyemburkan kobaran api yang sangat panas, yang Bejo berikan khusus untuk sang naga.


Sang naga seakan tak mau kalah, ia menanggapi api Bejo dengan mengarahkan semburan nafas apinya ke arah Bejo.


Kedua semburan api saling menghantam satu sama lain. Percikan kembang api menyebar ke segala arah, dan langsung menghanguskan apa saja yang tersentuh.


Bejo maupun sang naga terus bertahan keduanya tidak ada yang mau mengalah, dan bahkan keduanya malah seakan menambah kekuatan semburan apinya masing-masing.


Disisi lain, Cakra yang melihat adanya kesempatan pastinya tidak mau membuang sia-sia kesempatan itu. Cakra langsung membidik sang naga menggunakan alat optik yang terpasang pada senjata PPG-7.


*JHUUUS*


Booster atau propelan proyektil PAG-7VS meledak di dalam tabung peluncur PPG-7, ketika Cakra menekan picu. Ledakan booster mendorong PAG-7VS meluncur ke depan dengan kecepatan sekitar 115 meter per detik.


Ketika PAG-7VS terlontar keluar sirip lipat yang sebelumnya berada di booster langsung terbuka.


Roket pada sustener motor PAG-7VS langsung menyala saat sudah berada sekitar 11 meter dari Cakra. Granat PAG-7VS terus meluncur menuju sang naga.


*DHUAAR*


Ledakan pertama terjadi ketika PAG-7VS menghantam leher naga itu.


*DHUAAR*


PAG-7VS kembali meledak dan langsung menusuk sang naga dengan aliran jet logam panas.


"Grrrr!!!"


Sang naga seakan mengamuk setelah menerima serangan dari Cakra. Sang naga menyemburkan nafas apinya ke segala arah secara brutal.


Hingga membuat Bejo mau tak mau harus menghentikan skillnya dan menghindar dari semburan nafa api sang naga.


"Ayang!!!"


Disaat Cakra sedang fokus kepada sang naga yang mengamuk, tiba-tiba ia mendengar suara yang tak asing baginya.


Cakra langsung mencari sumber suara tersebut. "Kenapa kau malah kesini?!!!" Teriak Cakra ketika melihat Carissa sedang berlari menuju arahnya.


"Jangan mendekat bodoh!!!" Teriak Cakra sambil berlari menuju Carissa untuk menghentikannya, agar Carissa tak masuk ke medan pertarungan.


*CTAK*


"Hah?"


*BRUAAK*

__ADS_1


Tiba-tiba saja Cakra jatuh tersungkur tanpa sebab yang jelas.


"Kenapa ada acara kesandung pula?!!!" Ucap Cakra dengan nada tinggi sambil berusaha bangkit.


"Ayang, awas?!!!" Teriak Carissa ketika melihat sang naga mendekat kearah Cakra.


"Heh." Cakra malah tersenyum sinis sambil menatap tajam sang naga.


*SWUUUT*


Dari arah belakang sang naga, terlihat siluet merah menyala yang mendekat dengan kecepatan tinggi.


Ya, siluet merah itu ialah Bejo yang melesat mengejar sang naga. Bejo melompat sangat-sangat tinggi hingga mampu menyamai tinggi sang naga.


*SLAAAS*


Pedang Bejo menebas salah satu tanduk sang naga. Hingga membuat tanduk itu terpotong sangat rapi.


"Berakhir sudah." Ucap Cakra yang ternyata sudah membidik sang naga.


*JHUUUS*


Sang naga yang keseimbangannya sedikit terganggu akibat tanduknya putus, tidak menyadari jika terdapat bahaya yang menuju kepadanya.


*DHUAAR*


*DHUAAR*


Proyektil PAG-7VS meledak dan menusuk kepala sang naga dengan aliran jet logam panas.


*JHUUUS*


*DHUAAR*


*DHUAAR*


Bejo mendarat tepat di samping Cakra.


Tubuh sang naga mulai terlihat tidak imbang, setelah mendapatkan ledakan dan tusukan aliran jet logam panas untuk yang kesekian kalinya.


*BRUAAK*


[Ding~ selamat tuan rumah berhasil membunuh naga. Tuan rumah mendapatkan 100.000 poin Exp]


"Kau masih tidak ada apa-apanya dibandingkan Aidan." Ucap Cakra sambil menatap tajam sang naga yang sudah dinonaktifkan.


"Ayang!!!"


Tiba-tiba Cakra mendapatkan pelukan erat dari Carissa yang melompat kearahnya.


"Hah~." Cakra menghela nafas sambil mengelus kepala Carissa dengan tangan kirinya.


Cakra mengamati keadaan sekitar yang sudah 90% hangus terbakar, sambil terus mengelus kepala Carissa.


Cakra menoleh kearah Bejo berada, dan berkata. "Masih belum berakhir."


Ya, kedua mata Cakra mendapatkan kobaran api hitam menyala dalam diri beberapa orang yang berada cukup jauh darinya.


"Selesaikan sekarang?" Ucap Bejo menunggu perintah.


Cakra berusaha melepaskan pelukan Carissa, dan berkata. "Carissa, kau kembali ke perlindungan katakan jika naga sudah berhasil dikalahkan, dan.... Kenapa dengan keningmu?" Cakra baru sadar jika kening Carissa mengeluarkan darah.


"Ini bukan apa-apa." Ucap Cakra sambil menutup keningnya dengan kedua tangan agar Cakra tidak khawatir.


"Memangnya kau bisa menipuku?" Ucap Cakra sambil tersenyum sinis.


"System."

__ADS_1


[Ding~ pembelian berhasil. Poin system dikurangi 1]


Cakra langsung menyerahkan pil yabg dulu pernah dibelinya (Bab-21) kepada Carissa.


"Makan pil ini! Dan cepat ke persembunyian!" Cakra.


"Baik." Carissa segera berlari menuju perlindungan setelah menerima pil dari Cakra.


"Galang." Ucap Cakra setelah memastikan Carissa sudah jauh.


*SWUUUT*


*SWUUUT*


Galang dan salah satu anggota divisi pengejar Pasukan Kebangkitan keluar dari bayangan Cakra.


"Ayo." Cakra langsung menunggangi Galang, dan Bejo menunggu anggota divisi pengejar yang ikut keluar.


"Galang, ke sana!" Ucap Cakra sambil menunjuk.


*****


Di dalam hutan yang tak jauh dari desa. Terlihat lima pria bertopeng sedang merencanakan sesuatu.


"Meskipun naga itu sudah lepas dari kendali kita, tapi tetap saja naga itu pasti sudah membuat kekacauan di desa." Ucap si A sambil menunjuk desa yang sudah tak karuan bentuknya.


"Benar juga, target kita hari ini adalah anak-anak muda, jangan sampai kalian malah membawa kakek-kakek tua." Ucap si B.


"Kapan kita akan menculik warga desa?" Ucap si C.


"Besok, nunggu tahun baru dulu!" Saut si A.


"Hahahaha, ayo!" Ucap si D sambil berdiri dari duduknya. Begitupun dengan rekan-rekannya, mereka semua langsung berdiri.


"Permisi, apakah kalian tau penjual cilok disekitar sini?" Ucap Cakra yang tiba-tiba sudah berada di belakang kelima pria bertopeng.


Secara kompak, kelima pria itu langsung membalikkan tubuh mereka.


"Siapa kau?!" Ucap si E dengan nada tinggi.


"Ah~ aku cuma nolep yang numpang lewat." Ucap Cakra dengan sangat santai seakan tak pernah memiliki dosa sama sekali.


"Jangan bercanda!!! Kau sudah mengetahui kami, kau harus mati." Ucap si B sambil mendekati Cakra untuk menyerang.


*SWUUUT*


*BHAAAM*


"Jangan sampai membunuh mereka ya, Bejo!"


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

__ADS_1


__ADS_2