
Beberapa saat kemudian.
Semua orang sudah menunggang monster serigala ataupun monster laba-laba.
*WHOOOOM*
Cakra langsung melaju dengan kecepatan tinggi setelah seorang wanita yang duduk di belakangnya memeluk dirinya.
Semua monster serigala dan monster laba-laba langsung berlari mengikuti Cakra.
Tikungan demi tikungan yang ada di dalam labirin berhasil dilewati oleh kelompok Cakra dengan sangat mudah. Mereka semua berlari dengan kecepatan tinggi di jalanan sempit.
*WHOOOOM*
Raungan mesin terdengar saat Cakra menekan kopling motor untuk berbelok.
Cara berkendara Cakra di tempat sempit seperti ini, tentunya sangat menakutkan bagi Carissa yang membonceng di belakang Cakra.
Teriakan ketakutan dari Carissa sudah terdengar banyak sekali terdengar, saat menikung atau akselerasi.
*CIIT*
Cakra berhenti di depan sebuah lingkaran aneh. Menurut maps system, lingkaran itu ialah pintu keluar dari labirin itu.
Cakra dan Carissa turun dari motor.
Semua orang yang menunggangi monster serigala dan monster laba-laba juga ikut turun.
Vanya, Silvi dan Sachi berjalan mendekati Cakra.
"Tuan, apa kau bermaksud masuk ke dalam dungeon?" Ucap Vanya dengan ekspresi berharap pertanyaan di jawab tidak.
"Dungeon?" Ucap Cakra tidak mengerti. "Oh... Itu bukan dungeon, lingkaran itu adalah pintu keluar." Ucap Cakra sambil menunjuk lingkaran aneh tersebut.
"Pintu keluar?" Ucap Sachi sambil memandang Cakra.
"Ya." Tepat setelah itu, Cakra langsung memandang semua Pasukan Kebangkitan.
*SWUUUT*
Pasukan Kebangkitan tiba-tiba lenyap bak ditelan bumi. Ya, mereka masuk ke dalam bayangan Cakra.
"Ayo!" Ucap Cakra yang langsung berjalan menuju lingkaran itu.
"...."
Cakra berhenti tepat di depan lingkaran itu. Cakra membalikkan tubuhnya dan berkata. "Kalau kalian tidak mau keluar, ya sudah." Tepat setelah itu, Cakra langsung membalikkan tubuhnya kembali dan berjalan masuk ke lingkaran itu.
*TAP.... TAP....*
Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi memberanikan diri untuk berjalan menuju lingkaran itu. Tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun, mereka berempat langsung masuk ke lingkaran itu.
Semua orang yang ada di tempat itu tidak memiliki pilihan lain. Secara serentak mereka mulai melangkahkan kaki untuk mengikuti jejak Cakra, Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi.
*****
__ADS_1
*****
*****
Malam hari di tengah Kota Herla. Terlihat banyak sekali masyarakat yang berkumpul di tempat itu. Mereka semua penasaran apa yang sebenarnya terjadi hingga melenyapkan banyak orang sekaligus.
Ya, tempat itu adalah tempat dimana Cakra dan yang lainnya menghilang tiba-tiba.
*SWUUUS*
Sebuah lingkaran aneh tiba-tiba muncul dan mengejutkan semua orang. Mereka semua menjauh dari lingkaran itu karena takut.
Semua petualang dan penjaga kota langsung bersiap, jika lingkaran itu adalah pintu dungeon.
13 orang tiba-tiba berjalan keluar dari lingkaran itu. Hal itu tentu saja membuat masyarakat kota kembali dibuat terkejut.
"Sayang!"
"Anakku!"
"Emak ku!"
Hampir semua orang yang keluar dari lingkaran itu, langsung berlari menuju keluarga atau kenalan mereka.
Ya, hampir! Karena yang tersisa di depan lingkaran hanya Cakra, Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi.
Cakra hanya membiarkan semua mata yang menuju kepadanya. Cakra mengeluarkan sebungkus rokok beserta korek api.
"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok.
Tiba-tiba saja, Vanya, Silvi dan Sachi bersembunyi di belakang tubuh Cakra. Hal itu tentu saja membuat Cakra dan Carissa kebingungan dengan apa yang terjadi.
"Ada apa?" Ucap Cakra sambil menoleh kebelakang.
"Tuan, tolong ja-." Ucap Vanya terpotong.
"Permisi, tuan, apakah tuan mau membeli mereka?" Ucap seorang pria yang tiba-tiba mendekati Cakra.
"Hah? Apa?" Ucap Cakra yang tentu saja tidak mengerti.
"Apakah tuan, ingin membeli bud4k-bud4k itu?" Ucap pria itu sambil menunjuk Vanya, Silvi dan Sachi.
"Maaf, kami tidak mau membeli bud4k." Saut Carissa sambil mendekati Cakra.
"Kalau begitu, saya akan membawa mereka." Tepat setelah pria itu mengucapkan kalimatnya, ia langsung berjalan melewati Cakra.
*KEP*
Cakra langsung menahan pria itu dengan menarik tangannya. "Tunggu sebentar!" Ucap Cakra setelah pria itu kembali ke hadapannya.
"Ada apa lagi, tuan? Mereka bukan bud4k-bud4k, tuan. .... Sesuai hukum yang berlaku, jika pemilik dari bud4k telah tewas, maka hak memiliki seluruh bud4k yang dimilikinya akan kembali ke penjual yang menjual." Ucap pria itu dengan nada mengeluh.
"Mereka memang bukan bud4k-bud4k ku, tapi mereka adalah teman-teman ku! Kalau kau mau membawa mereka, hadapi dulu aku!" Ucap Cakra dengan tangan kanan yang tiba-tiba sudah menggenggam pistol.
"Apa maksud, tuan? Saya memiliki surat-surat resmi tentang mereka." Ucap pria itu dengan ekspresi serius.
__ADS_1
"Heh, jika tidak ada keperluan lain, silahkan kau pergi dari hadapanku!" Ucap Cakra sambil menatap tajam pria itu.
"Apakah tuan mau melawan hukum?" Ucap pria itu sambil menatap mata Cakra.
"Ya, jika perlu kami akan melawan hukum!" Saut Carissa dengan tegas.
"Cih, apa-apaan ini? Apa kalian be-" ucap pria itu terpotong.
"Oi, gini saja! Jika kau bisa memandang ini selama dua menit, aku akan membeli mereka 10 kali lipat dari harga aslinya." Ucap Cakra sambil mengarahkan moncong pistolnya ke wajah pria itu. "Apa kau mau?" Lanjutnya.
Oi, jangan lupa jika Cakra dan yang lainnya sudah menjadi pusat perhatian massa sejak tadi. Jadi tak perlu heran jika tiba-tiba banyak sekali kalimat pertanyaan yang muncul, saat Cakra mengarahkan moncong pistolnya ke pria penjual bud4k.
Bisa dibilang sangat sedikit orang yang sudah tau benda apa yang digenggam Cakra.
Bahkan Carissa, Vanya, Silvi dan Sachi juga tidak tau nama dari benda yang sebenarnya digunakan Cakra sebagai senjata. Mereka berempat hanya tau bagaimana cara senjata itu membunuh lawannya.
"Heh, siapa takut." Dengan sangat yakin, pria penjual bud4k mendekatkan wajahnya ke moncong pistol GN-2 Premium.
"Alah-alah, bodoh!" Ucap Cakra sambil menyeringai.
*DOR*
Suara yang sangat nyaring terdengar dibarengi dengan tubuh pria penjual bud4k jatuh ke tanah.
"Berhenti!!! Ada apa di sana?!"
Semua orang yang di lokasi kejadian, langsung menoleh kearah sumber teriakan yang didengar berasal.
Semua orang langsung berlutut ketika melihat seorang wanita duduk di atas kuda, dan dibawah wanita itu terdapat sepuluh prajurit kerajaan.
"Ada apa ini?" Ucap Cakra dalam hati saat melihat semua orang bahkan orang-orang terdekatnya berlutut.
Tiba-tiba lima dari sepuluh prajurit kerajaan berjalan menuju Cakra, atau lebih tepatnya jasad penjual bud4k yang ada di depan Cakra.
"Dia sudah tewas, putri." Ucap salah satu prajurit setelah memastikan keadaan pria penjual bud4k.
"Bawa pembunuhnya kesini!" Titah wanita itu dengan nada tinggi.
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
Subscribe
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.
__ADS_1