Modern System

Modern System
#06 Guild Petualang


__ADS_3

Kota Herla adalah satu dari dua kota besar Kerajaan Aila, Kota Herla berjarak sekitar 10 kilometer di selatan ibukota Kerajaan Aila, Kota Aly.


Kerajaan Aila sendiri adalah satu dari tiga kerajaan di Benua Arias. Kerajaan Aila berlokasi di barat laut Benua Arias dan memiliki perbatasan dengan salah satu kerajaan besar lainnya, yakni, Kerajaan Berlyan yang hampir menguasai seluruh wilayah di selatan.


Sedangkan Kerajaan Zuto berada di tenggara Benua Arias, Kerajaan Zuto tentu saja berbatasan dengan Kerajaan Berlyan di barat.


Untuk wilayah Utara, Timur laut hingga perbatasan Kerajaan Berlyan dan Zuto di selatan tidak terdapat satupun kerajaan. Hanya ada kota besar maupun kecil yang menduduki wilayah tersebut. Alasannya beragam. Ada yang bilang wilayah tersebut sering dilanda penyakit aneh, air tidak bisa digunakan dan ada juga yang berkata jika wilayah tersebut dihuni oleh hantu bajak laut.


"Anjing. Hantu bajak laut apanya? Bahasa yang digunakan di dunia ini sepertinya hanya ada satu, sepertinya itu adalah hal yang bagus. .... Tapi, aku memiliki satu masalah, yakni baca tulis, aku sama sekali tidak mengerti dengan tulisan yang ada di dunia ini."


*****


Masuk ke cerita.


Kesibukan pagi hari benar-benar nampak di salah satu kota besar Kerajaan Aila, Kota Herla. Semua masyarakat mulai menjalankan aktivitasnya masing-masing.


Di salah satu penginapan, terlihat sosok Cakra dan Carissa sedang berjalan keluar dari penginapan.


"Cakra, apa rencana mu hari ini?" Ucap Carissa sambil memandang Cakra.


"Ah~ apa ya?" Ucap Cakra kebingungan sendiri.


"Bagaimana kalau makan dulu?" Ucap Carissa mengusulkan.


"Ya, boleh." Cakra.


"Ayo." Carissa langsung menarik tangan kiri Cakra agar mengikutinya.


*****


"Cakra, kok kamu aneh ya? Apa kamu benar-benar tidak bisa baca?" Ucap Carissa setelah selesai makan, dan saat ini mereka berdua berada di depan rumah makan yang baru saja di masuki.


"Kan aku sudah bilang, Cakra yang kamu kenal sudah mati! Lagi pula jika mau pisah-" ucap Cakra terpotong.


"Tidak, aku tidak mau!" Ucap Carissa menyela kalimat Cakra.


"Sekarang mau apa?" Cakra.


"Uhm.... Aku juga tidak tau. .... Sebentar." Carissa.


[Ding~ misi acak ditemukan]


[Temukan misi di guild petualang. Tingkat misi D]


[Hadiah: 100 poin]


[Terima/Tidak]


"Ah~ baga-" ucap Carissa terpotong.


"Aku sudah tau, dimana lokasi guild petualang?" Ucap Cakra menyela kalimat Carissa.

__ADS_1


"Guild petualang? Cakra, jang-" ucap Carissa kembali terpotong.


"Sudahlah, jangan banyak bicara! Cepat tunjukkan lokasi guild petualang atau aku cari sendiri?" Cakra.


"Uhm... Iya, iya, ayo ikuti aku!" Ucap Carissa sambil cemberut.


*****


Cakra dan Carissa berjalan memasuki bangunan tempat guild petualang Kota Herla.


"Dari luar megah, di dalam mengerikan." Ucap Cakra dalam hati sambil mengamati setiap sudut bangunan guild petualang.


"Hei, hei, lihat, ada anak baik-baik masuk kesini."


"Heh, benar, dan apa-apaan pria itu? Coba lihat pakaiannya, aneh banget kan?"


"Pasti mereka berdua mau minta sumbangan."


"Hei, coba lihat wanita di sebelahnya, boleh juga kan?"


"Bukan boleh lagi! Tapi memang cantik."


Meskipun Cakra dan Carissa mendengar bisik-bisik setan, tapi mereka berdua tidak memperdulikan sedikitpun hal itu. Cakra dan Carissa terus berjalan menuju papan misi.


"Bentar, Cakra!" Ucap Carissa kepada Cakra saat sudah di depan papan misi.


"Apa lagi?" Cakra.


"Dua hari sebelum kita menikah, 'kan, kau menyuruhku untuk berhenti jadi petualang, tapi kenapa sekarang kau malah mau menjadi petualang?" Ucap Carissa sambil memandang Cakra dengan ekspresi berharap pertanyaan dijawab.


"Uhm.... Kalau boleh ya mau." Carissa.


"Ya sudah kenapa harus dijawab?" Cakra.


"Heh!" Carissa langsung memalingkan wajahnya dari Cakra.


"Hei, nona, boleh berkenalan?"


Tiba-tiba datang seorang satu pria yang langsung mencoba berkenalan dengan Carissa sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.


"Maaf, anda siapa ya? Dan ada urusan apa kalian dengan saya?" Ucap Carissa tanpa menerima jabat tangan dari mereka.


"Perkenalkan, nama saya Hans Randa, saya pemimpin party kami, mereka adalah anggota party sekaligus teman-teman saya." Ucap Hans sambil menunjuk salah satu meja yang terdapat tiga pria dan dua wanita.


".... Saya berniat mengajak nona untuk ikut party kami." Hans.


"Tapi kan, anda belum tau level saya, alasan apa yang membuat anda mengajak saya?" Ucap Carissa terus berusaha menolak secara halus.


"Tidak ada alasan yang pasti, tapi saya yakin jika nona bergabung dengan kami, kekuatan party dan bahkan nona sendiri akan meningkat." Hans.


"Maaf, saya tidak bisa bergabung dengan anda, saya sudah bersama dengan suami." Ucap Carissa sambil sedikit membungkuk.

__ADS_1


"Tidak perlu membungkuk nona, nona hanya perlu meminta izin untuk ikut bersama kami, apakah perlu saya yang meminta izin." Hans masih belum mau menyerah.


"Tidak pe-" ucap Carissa terpotong.


"Ada apa ini?" Ucap Cakra menyela kalimat Carissa dengan raut wajah lesu.


"Sayang, ada apa denganmu? Kenapa rambutmu berantakan dan wajahmu lesu begitu?" Ucap Carissa terkejut melihat tampang Cakra.


"Tidak ada apa-apa kok, bacakan ini?" Ucap Cakra sambil menyodorkan kertas misi yang dibawanya.


Carissa menerima kertas misi itu dan. "Memburu 10 kelinci pencuri wortel petani." Carissa membacakan isi dari misi itu.


"Tuan, apa anda tidak bisa membaca? Dan kenapa mengambil misi rendahan seperti itu?" Ucap Hans kepada Cakra.


"Kau bicara kepadaku? Kau ini siapa?" Ucap Cakra kepada Hans.


"Ehem." Hans mencoba menahan amarahnya. "Saya ingin mengajak nona ini untuk ikut bersama party kami, apakah tuan tidak kasihan jika kemampuan nona ini tidak berkem-" ucap Hans terpotong.


"Oh... Apa kau mau?" Ucap Cakra sambil menatap Carissa.


"Aku su-" ucap Carissa terpotong.


"Nona ini tidak berani meminta izin kepada tuan, makanya saya yang memintakan izin." Ucap Hans menyela kalimat Carissa.


"Ya sudah sana." Cakra.


"Sayang, aku tidak mau ikut mereka, aku hanya mau mengikutimu, apapun misi yang kau ambil aku akan tetap mengikutimu." Carissa.


"Sudahlah, kau pasti ingin jadi kuat, dan sejak kapan kau memanggilku 'sayang'?" Cakra.


"Ayo, nona, party kita sudah mengambil misi, ayo jalankan misi dan membuatmu menjadi kuat." Ucap Hans di akhir kalimatnya ia langsung meraih tangan Carissa.


"Lepaskan tanganku! Jika ingin tetap memaksa tunggu sebentar!" Ucap Carissa tegas kepada Hans.


"Sa-" Carissa.


"Tujuh hari lagi kita bertemu di sini!" Cakra.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2