Modern System

Modern System
#42 Masalah Baru Dengan Keluarga Bangsawan


__ADS_3

"Baiklah, ayo!" Ucap Cakra sambil berdiri.


"Ehm... Ya." Masih dengan perasaan malu, Iska berdiri dari duduknya dan segera berjalan pulang ke rumah.


*****


Kali ini Cakra berjalan bersebelahan dengan Iska. Cakra tidak mau jika dirinya dibuat mabuk kepayang lagi melihat anu gemas Iska saat berjalan.


Karena tidak tau apa yang ada di kepala Cakra, Iska malah tambah gugup saat Cakra berjalan bersebelahan dengan dirinya.


".... Cakra." Ucap Iska yang tiba-tiba raut wajahnya nampak murung.


"Apa?" Ucap Cakra tanpa memandang lawan bicaranya.


"Sebelumnya aku sangat-sangat berterimakasih kepadamu karena mau membantu Evans melawan Xhaka, tapi-." Ucap Iska terpotong.


"Hah? Tidak masalah, santai saja!" Ucap Cakra menyela kalimat Iska dengan sangat santai seakan tak pernah memiliki dosa sama sekali.


"Bukan itu maksudku, Cakra! .... Xhaka adalah anggota keluarga bangsawan paling berpengaruh di kerajaan ini, kau akan mendapatkan masalah besar jika terus bersama ka-." Ucap Iska kembali terpotong.


"Hah~ orang Indonesia tidak akan pernah kabur dari masalah, salah satu orang berpengaruh dari negaraku pernah berkata."


".... 'Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu KEBERANIAN. Kalau kita tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini. (Pramoedya Ananta Toer)' lagi pula aku ini lahir dan tumbuh dari bangsa yang kuat, aku tidak akan kabur dari masalah sepele seperti ini." Ucap Cakra yang sama sekali tidak memandang lawan bicaranya.


.....


*****


Cakra dan Iska berhenti di tengah perjalanan ketika melihat.


"Meskipun manusia kucing itu adalah budaknya, tapi tidak pantas juga dia memukulinya, apalagi di muka umum!" Ucap Iska dalam hati geram, melihat seorang pria memukuli pria yang berasal dari ras campuran.


Tidak seperti Iska yang geram melihat kelakuan pria itu. Orang-orang yang juga berkerumun di lokasi itu, malah terlihat menikmati apa yang dilakukan oleh pria itu terhadap manusia kucing budaknya.


Tidak hanya masyarakat biasa, para bangsawan dan juga banyak petualangan malah bersorak seakan memberi semangat kepada pria yang memukuli manusia kucing itu.


"Lalu kau mau apa?" Ucap Cakra yang juga merasakan apa yang dirasakan Iska.


Iska menolehkan kepalanya kearah kiri tepat dimana Cakra berada. "Apa kau tidak kasihan pada manusia kucing itu?" Ucap Iska sambil menggertak-kan gigi dan mengepalkan kedua tangannya.


"Tidak sama sekali." ucap Cakra dengan santainya seakan tidak pernah memiliki dosa sama sekali. "Lagi pula kita tidak mengenal manusia kucing itu, kenapa kita harus kasihan? Kecuali jika dia adalah Sachi." Lanjutnya.


"Mau itu manusia kucing, mau itu manusia kerbau atau apapun itu! Mereka tetaplah makhluk hidup! Mereka juga memiliki perasaan seperti kita! Mereka juga memiliki rasa sakit seperti kita! Mereka juga berhak untuk bahagia! Mereka tidak berhak untuk dijadikan budak!" Ucap Iska dengan nada tinggi, karena Ia tidak percaya jika Cakra tidak seperti apa yang ada di benaknya.


Tidak hanya Cakra yang terkejut mendengar ucapan Iska, semua orang yang ada lokasi juga ikut terkejut mendengar ucapan Iska. Bahkan pria yang memukuli manusia kucing itu, langsung menghentikan aksinya, dan langsung mengalihkan pandangannya kepada Iska.

__ADS_1


"Siapa kau?! Berani sekali kau sok-sokan menceramahi ku?!" Ucap pria itu sambil menunjuk dan menatap Iska dengan sangat tajam.


"Kau bisa memanggilku Iska!" Ucap Iska yang langsung melangkahkan kakinya untuk maju menghadapi pria itu.


Tapi baru saja Iska melangkahkan kakinya. Tangan kiri Iska langsung ditahan oleh Cakra.


"Iska, apa yang kamu lakukan?" Ucap Cakra yang sudah memiliki rencana tersendiri, dan sekarang ia hanya tinggal memainkan dramanya.


"Lepaskan!" Ucap Iska yang langsung menghempaskan tangan Cakra, dan langsung berjalan maju menuju pria itu.


"Heh... Iska, sepertinya kau dulu juga keluarga bangsawan ya?" Ucap pria itu sambil menatap tajam Iska. "Tapi sayang keluarga bangsawan itu sudah lenyap dari kerajaan ini, cuh." Diakhir kalimatnya, pria itu meludah sembarang arah.


"Aku peringatkan ya! Jika kau berani semena-mena terhadap manusia kucing itu lagi, aku tidak akan pernah melepaskan Mu." Karena sudah benar-benar geram Iska menunjuk wajah pria itu.


*PLAAAK*


Pria itu menampar tangan Iska. "Memangnya orang lemah sepertimu bisa apa?" Ucap pria itu merendahkan. "Sok-sokan mengancam ku." Lanjutnya.


"Kau!!!"


*PLAAAK*


Iska menggunakan tangan kanannya untuk menampar pipi kiri pria itu.


"Aaaaach."


Pria itu giliran menampar pipi Iska. Hingga membuat Iska tersungkur ke tanah.


Pria itu mengangkat kaki kanannya dan langsung mengarahkan telapak kakinya ke tubuh Iska.


*DOR*


Suara yang terdengar sangat keras, menghentikan niat pria itu untuk mendaratkan tendangan ke tubuh Iska.


Semuanya orang yang ada di lokasi itu langsung menoleh kearah sumber suara itu berasal.


Sambil menutup telinganya masing-masing, mereka semua melihat Cakra mengangkat tangan kanannya dan di telapak tangan kanannya terdapat benda aneh yang sama sekali belum pernah mereka lihat.


"Woi! Siapa kau?! Cepat pergi dari sini jika tidak ingin mendapatkan masalah!!!" Ucap pria itu dengan nada tinggi.


Cakra menurunkan tangannya, dan Cakra langsung memasang senyum sinis ketika mendengar teriakkan yang ditujukan kepadanya.


"Alah-alah, memangnya salah?" Ucap Cakra sambil membentangkan kedua tangannya sebagai bentuk provokasi.


"Jangan banyak bicara! Maju kau kalau berani!!!"

__ADS_1


"Hah~." Cakra melangkah maju sesuai permintaan pria itu.


"Pengawal!!!" Ucap pria itu dengan nada tinggi ketika Cakra mendekatinya.


Tepat setelah pria itu mengucapkan kalimatnya, datang tiga petualang yang langsung berdiri di belakang pria itu, sambil menggenggam pedang di masing-masing tangan mereka.


Cakra tersenyum sejenak melihat betapa pengecutnya calon lawannya. Setelah itu Cakra langsung mengalihkan pandangannya. "Iska, kau tidak apa-apa 'kan?" Ucap Cakra sambil membantu Iska untuk berdiri kembali.


Iska menatap tajam pria itu, dan dengan lantangnya Iska berkata. "Hei, jika berani jangan panggil pengawal!"


Salah satu pengawal pria itu langsung berjalan ke depan.


*SRIINK*


Pengawal itu langsung mengarahkan bilah pedangnya di leher Iska.


"Heh." Cakra dengan santainya mengarahkan moncong pistol GN-2 Premium ke kepala pengawal yang menempatkan pedangnya di leher Iska.


"Turunkan pedangmu!" Ucap Cakra dengan tatapan tajam.


"Kau mengancam ku dengan benda aneh a-"


*DOR*


Cakra langsung menekan pelatuk pistol GN-2 Premium sebelum pengawal itu bisa menyelesaikan kalimatnya.


Semua orang terheran-heran ketika melihat pengawal itu tiba-tiba tumbang dengan darah mengucur keluar dari kepalanya.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.

__ADS_1


__ADS_2