Modern System

Modern System
#51 Menyelamatkan Korban Penculikan


__ADS_3

"Siapa kau?!" Ucap si E dengan nada tinggi.


"Ah~ aku cuma nolep yang numpang lewat." Ucap Cakra dengan sangat santai seakan tak pernah memiliki dosa sama sekali.


"Jangan bercanda!!! Kau sudah mengetahui kami, kau harus mati." Ucap si B sambil mendekati Cakra untuk menyerang.


*SWUUUT*


*BHAAAM*


"Jangan sampai membunuh mereka ya, Bejo!"


Meskipun Bejo bertarung seorang diri melawan lima pria sekaligus, tapi tidak terlihat kesulitan sedikitpun. Perbedaan kuantitas dengan sangat mudah ditangani oleh Bejo seorang diri.


Satu persatu pria bertopeng bertumbangan ditangan Bejo. Sesuai dengan pesan Cakra dari awal, Bejo hanya melumpuhkan kelima pria bertopeng tanpa menonaktifkan nyawa salah satu dari mereka.


Dua iblis divisi garis depan Pasukan Kebangkitan keluar dari bayangan Cakra tepat setelah kelima pria bertopeng ditumbangkan Bejo.


"Hah~ masukkan mereka!"


Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, tiba-tiba muncul sebuah lingkaran aneh di samping Cakra. Ya, lingkaran itu ialah portal menuju Menara Iblis.


*****


Kelima pria bertopeng tersadar disaat yang hampir bersamaan. Mereka semua menoleh ke sana kemari untuk mencari tau dimana keberadaan mereka, tapi yang mereka lihat hanyalah ruangan putih tak berujung.


"Kita ada dimana?" Ucap si A sambil berusaha berdiri dari posisinya yang sebelumnya duduk.


Si A gagal bangkit, dan mereka semua sadar jika masing-masing dari mereka telah diikat ke batang besi yang ditancapkan ke tanah.


"Oi, kalian sudah sadar ya?"


Seorang pria berjalan mendekat sambil membawa pisau di tangan kanan dan rokok di tangan kiri. Ya, pria itu adalah orang yang membawa kelima pria bertopeng ke Menara Iblis. Cakra Aditya.


"Apa yang kau mau?!!!" Ucap si B dengan nada tinggi sambil menatap tajam Cakra.


"Yah, itu tergantung kalian juga sih, kalau kalian diajak kerjasama kalian bisa keluar hidup-hidup." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung menghisap rokoknya.


"Jadi apa yang kau mau?!!!" Ucap si E yang yang berada di ujung paling kanan.


"Dimana kalian menyembunyikan korban yang kalian culik?" Ucap Cakra sambil berjalan mendekat ke si E yang berada di ujung paling kanan. Dengan santainya Cakra menekuk lutut di samping si E.


"Korban apa maksudmu?! Kami semua tidak paham!!!" Ucap si E masih dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Sudahlah~ katakan saja, tadi kan aku sudah bilang, jika kalian bisa diajak kerjasama ini akan cepat selesai. .... Asal kau tau saja, pisau ini tajam lho." Ucap Cakra sambil menempelkan ujung pisau ke paha kiri si E.


"Apa yang mau kau lakukan? Aku sudah jujur, aku tidak tau!!!" Si E.


"Alah-alah, aku kira akan selesai dengan mudah." Cakra.


Raut wajah si E tiba-tiba berubah seakan menahan semb3lit. Bukan-bukan, si E menahan rasa sakit yang diakibatkan paha kirinya ditusuk pisau secara perlahan.


"Ayolah~ katakan dimana kalian menyembunyikan para korban?" Ucap Cakra yang memasang seringai di wajahnya ketika menyaksikan ekspresi si E, dan tak lupa Cakra juga terus menusuk paha kiri si E secara sangat lambat.


"!!!!"


Si E tetap memilih tutup mulut sambil menahan rasa sakit yang diterima.


Cakra berhenti menusuk paha si E setelah sampai di titik tertentu. Tapi Cakra tak memiliki niat mencabut pisau itu.


"Ayolah, katakan saja!" Ucap Cakra sambil secara perlahan memutar pisau yang menancap di paha si E searah jarum jam.


"Argh!!!!!"


Si E mengerang kesakitan ketika daging paha kirinya dibuka secara paksa dan perlahan. Jika Cakra terus memutar pisau yang menancap pada paha si E, tidak menutup kemungkinan daging paha si E akan robek.


"Argh!!!! Baiklah akan aku katakan! Sekarang lepaskan dulu!!!" Teriak si E yang sudah tidak tahan.


Cakra mencabut pisaunya, dan berkata. "Dimana?"


Cakra segera berdiri setelah mendapatkan informasi, tapi Cakra tidak beranjak pergi karena masih membutuhkan banyak informasi.


"Kenapa kalian menculik warga desa?" Ucap Cakra giliran bertanya kepada si D yang berada di sebelah si E.


"Jika aku mengatakan semua informasi yang kau mau, apakah kau akan melepaskan kami?!" Ucap si D sambil menatap tajam Cakra.


"Ya, aku akan melepaskan kalian, tapi ingat, kalian tidak memiliki kesempatan untuk menipuku!" Ucap Cakra sambil giliran menatap tajam si D.


"Kami mendapatkan misi dari penjual bud4k, korban-korban yang kami culik akan dijadikan bud4k oleh orang yang memberikan misi ini kepada kami." Ucap si D setau dirinya.


"Kapan penjual bud4k itu datang mengambil korban yang kalian culik?"


"Beberapa hari lagi akan ada festival bud4k di Kota Aly yang diselenggarakan putra mahkota Nicole, kami akan mengirimkan para korban ke penjual bud4k saat festival dimulai." Saut si C secara tiba-tiba.


"Oi, festival apa ini? Festival tu seperti festival kembang api, festival kuliner, festival film, lha ini festival bud4k? Sesat emangan!" Ucap Cakra dalam hati yang cukup terkejut mendengar festival terkutuk.


"Oke, terima kasih semua informasinya. .... Bejo."

__ADS_1


Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, Bejo dan dua iblis divisi garis depan Pasukan Kebangkitan keluar dari bayangan Cakra.


"Bawa mereka!"


*****


Cakra berhasil menemukan para korban penculikan, dengan memaksa kelima pria bertopeng menunjukkan jalannya. Setelah membawa para korban ke tempat yang lebih aman, Cakra langsung.


*DOR*


*DOR*


*DOR*


Si E merangkak mundur ketakutan menyaksikan rekan-rekannya tewas dengan begitu mudah didepan matanya.


"Ka-kau akan berurusan dengan organisasi Darah Hitam!!!" Ucap si E sambil menunjuk Cakra.


"Hah~ apalagi itu? Ehm.... Bagaimana jika kau kembali ke apa tadi? Darah Hitam? Yah, pokoknya itulah, dan kau mengatakan semua apa yang aku lakukan kepada kelompok mu tadi." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung membalikkan tubuhnya dan beranjak pergi meninggalkan si E.


"B4jingan!!! Darah Hitam akan segera membunuhmu!!!"


Cakra sama sekali tak menggubris perkataan si E. Cakra terus berjalan menuju para korban penculikan diamankan.


Setelah Cakra memastikan para korban selamat, Cakra segera membawa para korban kembali ke desa mereka.


Pada awalnya para korban penculikan terlihat syok, terkejut, sedih dan marah ketika menyaksikan desa tempat tinggal mereka sudah luluh lantah. Tapi mereka juga bersyukur mereka dapat kembali dengan selamat.


Para korban penculikan sangat bahagia dapat bertemu dengan keluarganya kembali. Namun ada juga yang bersedih setelah mengetahui anggota keluarga atau teman mereka menjadi korban amukan sang naga.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2