
Pagi hari di Kota Herla, terlihat sosok Cakra berjalan seorang diri di tengah kerumunan massa yang sibuk dengan urusannya masing-masing.
Cakra berhenti di depan sebuah rumah makan.
"Makan dulu nggak apa kan? Lagian juga masih terlalu pagi!" Ucap Cakra sambil berjalan masuk ke rumah makan itu.
*****
Setelah selesai makan, Cakra tetap duduk di tempatnya sambil menghidupkan rokok.
"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok sambil menyandarkan tubuhnya.
"System, aku punya pertanyaan penting, tolong dijawab!" Ucap Cakra dalam hati sambil menatap langit-langit ruangan.
[System akan berusaha keras menjawab pertanyaan tuan]
"Aku kan, sebenarnya dipindahkan ke tubuh ini oleh,... Siapa? Oh iya, pemilik seluruh alam semesta, tapi kenapa aku tidak memiliki ingatan pemilik tubuh ini sebelumnya?"
[Memang benar jika tuan dipindahkan ke tubuh ini, tapi ingatan pemilik tubuh tuan sebelumnya harus disegel]
"Berarti aku tidak akan pernah tau latar belakang diriku disini?"
[100 poin untuk kunci membuka segel ingatan]
"Ehm.... Baiklah."
[Ding~ pembelian berhasil. Poin system dikurangi 100]
*****
*****
*****
Cakra Aditya adalah anak dari pasangan suami istri yang bekerja sebagai peternak sapi perah.
Keluarga Cakra diharuskan tinggal cukup jauh dari pemukiman utama Kota Herla dikarenakan pekerjaan mereka. Yakni peternak sapi.
Sejak kecil Cakra selalu belajar bagaimana cara beternak dan memerah susu sapi karena Cakra ingin meneruskan profesi kedua orang tuanya.
Cakra bukanlah anak tunggal, karena Cakra memiliki kakak perempuan 2 tahun lebih tua, bernama Hanna Aditya.
Berbeda dengan Cakra, Hanna lebih memilih untuk menjadi ahli seni beladiri, bukan-bukan! Kalau di dunia ini disebut sebagai petualang.
Sebenarnya keluarganya tidak menyetujui keinginan Hanna, tapi, Hanna tetap bersikeras untuk menjadi petualang hebat dengan terus berlatih secara diam-diam.
Hanna berlatih bertarung menggunakan Pedang dan berbagai Skill.
Hanya Cakra yang tau jika Hanna berlatih diam-diam. Cakra tidak ingin impian kakaknya harus pupus karena tak disetujui.
Cakra secara diam-diam juga membantu latihan Hanna.
Mengesampingkan impian Hanna yang tak disetujui. Keluarga kecil itu tetap bisa hidup bahagia.
Tiga tahun lalu, Cakra berusia 16 tahun dan Hanna berusia 18 tahun, meminta izin untuk hidup mandiri di pemukiman utama Kota Herla meninggalkan kedua orang tua mereka.
__ADS_1
Dan.... Permintaan Cakra dan Hanna disetujui.
Keesokan harinya, Cakra dan Hanna berangkat menuju pemukiman utama Kota Herla. Kedua orang tua mereka memberikan perbekalan cukup banyak pada Cakra dan Hanna.
Karena rumah mereka dan pemukiman utama Kota Herla berjarak cukup jauh. Mereka berdua harus beristirahat di hutan pada malam hari.
Saat Cakra dan Hanna membuat makanan, tiba-tiba saja mereka berdua didatangi oleh gerombolan perampok berjumlah 10 orang.
Hanna berusaha melawan para perampok karena hanya ia yang bisa bertarung.
Tapi, melawan sepuluh orang bukanlah hal yang mudah bagi Hanna. Berulang kali Hanna harus menerima pukulan, tendangan dan bahkan bantingan.
Hanna yang jatuh dengan posisi tengkurap masih sempat-sempatnya memperhatikan keselamatan Cakra.
"Jangan sentuh adikku!!!" Ucap Hanna dengan nada tinggi saat melihat dua orang perampok mendekat Cakra yang ketakutan.
*BHUAAK*
Seorang perampok menginjak punggung Hanna saat Hanna mencoba berdiri.
"Tidak! Kakak!!! Kakak, tolong!!!" Teriak Cakra saat mempertahankan tasnya yang berisi uang.
*SLAAAS*
Tiba-tiba datang seorang wanita muda yang langsung mengeksekusi kepala perampok yang berusaha merebut tas Cakra dengan pedangnya. Ya, wanita itu adalah Carissa Berly saat masih menjadi petualang di usia 16 tahun.
*TRAANK*
*SLAAAS*
*BHUAAK*
Carissa itu langsung mengambil alih pertarungan. Semua perampok berhasil dilumpuhkan atau bahkan ditumbangkan oleh dirinya sendiri.
"Terima kasih." Ucap Cakra dan Hanna secara bersamaan sambil membungkuk di belakang Carissa.
"Kenapa kalian ada disini?" Ucap wanita itu sambil membalikkan tubuhnya.
"Kami ingin pergi ke Kota Herla, tapi karena hari sudah malam, kami beristirahat disini." Ucap Hanna se-sopan mungkin.
"Oh..." Wanita itu. "Kalau begitu aku tinggal dulu!" Carissa langsung melompat ke dahan salah satu pohon.
"Maaf, kalau boleh tau nama anda siapa?!!" Teriak Cakra sambil memperhatikan Carissa.
"Carissa!" Tepat setelah itu, Carissa langsung pergi meninggalkan Cakra dan Hanna.
*****
*****
*****
"Oh, jadi seperti itu awal pertemuan dengan Carissa, dan bentuk tubuh serta nama juga sama ya. .... Kebetulan atau apa ini?" Ucap Cakra dalam hati yang masih duduk di rumah makan.
[Bentuk tubuh dan nama memang sama, tapi nasib jauh berbeda]
__ADS_1
"Tentu sajalah, aku pasti lebih terkenal dan juga lebih hebat!" Ucap Cakra sambil berdiri dari tempatnya dan langsung berjalan keluar.
[Memang, tuan lebih terkenal dan hebat, tapi sayang, dalam urusan asmara tuan kalah]
".... Oi, apa maksudnya?" Ucap Cakra antara tidak terima atau tidak tau, sambil dirinya berjalan menuju guild petualang.
[System turut prihatin dengan kehidupan tuan di bumi, tuan sama sekali tidak bisa, bukan-bukan! Tapi payah dalam memilih wanita]
[Jujur saja, pasti tuan belum pernah pacaran, untung pemilik seluruh alam semesta berbaik hati, memindahkan tuan ke tubuh orang yang sudah menikah, jadi tuan tidak perlu lagi susah-susah cari wanita]
"...." Cakra tidak bisa menjawab pertanyaan system. Cakra menundukkan kepalanya sambil terus berjalan menuju guild petualang.
Cakra menghidupkan rokok di depan guild petualang. Setelah itu Cakra berjalan masuk ke dalam guild petualang.
"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok saat berdiri di belakang Carissa dan Hans.
Cakra melihat dengan mata kepalanya sendiri, Hans merangkul pundak Carissa. Dan Carissa sendiri malah menyandarkan kepalanya kepada Hans.
"Ke-kenapa kalian... Mengizinkan pe-petualang pemula mengambil misi itu?" Ucap Carissa terbata-bata.
"Maaf, petualang itu sendiri yang setuju mengambil misi ini, kami hanya menjalankan tugas." Ucap resepsionis itu sambil menundukkan kepalanya.
"Pada ngomongin apa sih?" Ucap Cakra dalam hati sambil menghisap rokoknya. "Entahlah, bukan urusanku!" Lanjutnya masih dalam hati.
"Permisi." Ucap Cakra tak memperdulikan apa yang dilihatnya.
"Sebentar, apa kau tidak melihat kami sedang apa?" Ucap Hans tanpa menoleh kebelakang.
"Itu bukan urusanku." Ucap Cakra dengan nada dan ekspresi datar.
"Sudahlah, Hans." Ucap Carissa tidak ingin mengganggu aktivitas di dalam guild petualang.
Carissa membalikkan tubuhnya ke kanan untuk memberikan jalan bagi Cakra.
Cakra menghisap rokoknya kembali saat melihat Carissa malah menghadap ke tubuh Hans.
"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok. "Pantas aku disebut My Project, Ampas." Ucap Cakra sambil berjalan maju ke meja resepsionis.
"Cakra? Apakah anda petualang bernama Cakra?"
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
Subscribe
__ADS_1
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.