
"Dilla, kau tidak sopan sekali, ayo makan dulu." Ucap Nicole ketika melihat Dilla melintas.
"Aku sudah kenyang." Ucap Dilla acuh tak acuh sambil terus berjalan.
"Dilla, berhenti!!! Ayah tidak pernah mengajarkanmu bersikap seperti itu!!!" Ucap sang raja yang juga berada di tempat yang sama dengan nada tinggi.
Dilla berhenti dan langsung membalikkan tubuhnya untuk menghadap ayahnya, Lais Aly. "Memangnya kau pernah mendidik ku?!" Ucap Dilla sambil melipat kedua tangannya dan tersenyum sinis.
Lais membuka matanya lebar-lebar menatap tajam Dilla. "Kau memang anak kurang ajar." Tepat setelah Lais mengucapkan kalimatnya, ia segera berdiri dan berjalan menuju Dilla.
"Raja, tolong tenang, biar Nicole saja." Ucap Nicole sambil segera berdiri untuk menghentikan Lais.
Lais menuruti permintaan Nicole, ia berhenti berjalan tapi tetap mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat dengan tatapan tajam yang ditujukan kepada Dilla.
"Dilla, lebih baik kau segera meminta maaf." Ucap Nicole sambil tersenyum manis kepada Dilla.
"Heh, aku tidak akan sudi minta maaf kepada orang-orang seperti kalian! Lihat saja betapa buruknya diri kalian, demi harta dan kepuasan sesaat kalian sampai mengundang para penjual sesama makhluk hidup untuk makan bersama."
".... Aku sampai mau muntah melihat kalian!" Ucap Dilla sambil tersenyum sinis.
"...." Lais berjalan menuju Dilla tanpa mengucapkan sepatah kata apa pun.
"Ada apa, ayah?" Ucap Dilla sambil berusaha tetap tenang menyaksikan Lais mengangkat tangan kanannya.
*SWUUUT*
*KEP*
"Alah-alah." Ucap Cakra sambil menahan tangan Lais yang akan menuju pipi Dilla.
"Siapa kau?" Ucap Lais sambil menatap tajam Cakra.
Cakra sejenak tersenyum sinis, dan kemudian menjawab. "Namaku Cakra Aditya dari Nolep Tim MYP." Sambil melepaskan genggamannya dari tangan Lais.
"Maaf hamba lancang, Raja, orang itu adalah pria yang hamba ceritakan, dialah orang yang telah membunuh ayah hamba. .... Hamba mohon agar raja menjatuhkan hukuman sangat berat kepadanya." Saut salah satu penjual bud4k yang berada di lokasi (Bab-28).
Lais menatap tajam Cakra Cakra setelah mendengar aduan salah satu penjual bud4k.
"Oi, alah-alah, santai dulu, bang." Ucap Cakra sambil mengukir seringai di balik telapak tangan kiri yang menutupi mulutnya.
"Hei, bukannya kau yang waktu pertandingan masak itu? Ternyata kau orang yang kotor juga ya?" Ucap Nicole sambil berjalan menuju Cakra.
"Alah-alah, ceritanya dihina kotor oleh orang yang lebih kotor dariku." Ucap Cakra sambil mengangkat bahu.
"Apa maksudnya kotor? Atau jangan-jangan kau iri karena aku bisa bersenang-senang dengan banyak wanita, padahal banyak juga wanita yang membenciku."
".... Aku sudah tau dan paham dengan rencana mu, kau pasti memanfaatkan Dilla agar bisa masuk ke sini bukan? Aku sudah tau siapa dirimu, kau petualang yang menyelamatkan Desa Kemangi dari amukan naga, dan sialnya kau malah memiliki hubungan dengan keluarga Iska." Ucap Nicole sambil tersenyum licik.
"Oh... Kau pintar juga ya, ehm... Dan tadi kau mengakui sendiri banyak wanita yang membencimu, miris kali kau ini .... Aku ada saran untukmu agar banyak wanita mendekatimu." Ucap Cakra sambil berjalan menuju hadapan Nicole.
"Apa itu?" Nicole.
__ADS_1
"MAKANYA GANTENG KONT0L!!!" Ucap Cakra dengan nada tinggi tepat dihadapan Nicole.
*SWUUUT*
*SWUUUT*
Nicole langsung melancarkan pukulan Hook atas atau pukulan bulat melengkung kearah kepala Cakra. Tapi untungnya Cakra sudah terlebih dulu melompat mundur.
"Alah-alah~ ngamuk 'ni ya? santai aja kali!" Ucap Cakra sambil menjulurkan lidah. "Hahahaha." Cakra menggunakan tangan kanannya untuk menutupi mulutnya ketika tertawa.
Ketika itu juga suasana di ruang makan istana kerajaan menjadi dingin mencekam. Semua orang yang ada di lokasi kecuali Cakra dan Nicole seakan mendapatkan intimidasi yang sangat kuat.
"Berani sekali kau menghinaku!" Ucap Nicole sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat dan dengan tatapan tajam yang ditujukan kepada Cakra.
"Ehem, lho? Ada apa dengan semua orang? Kok ekspresi mereka seperti ketakutan?" Ucap Cakra dala hati.
[Mereka terkena tekanan aura intimidasi yang dilepaskan Nicole, tentu saja aura Nicole tidak sampai kepada tuan, karena level tuan sudah sangat jauh dibandingkan Nicole]
"Oh, begitu ya." Ucap Cakra dalam hati sambil mengangguk paham.
"Oi, kau ini lemah kali ah~." Ucap Cakra sambil membentangkan kedua tangannya sebagai bentuk provokasi.
"Aku akan membiarkanmu keluar hanya dengan satu lengan tertinggal jika kau berlutut meminta maaf." Ucap Nicole sambil berjalan menuju Cakra.
"Alah-alah, serem kali~ aku takut lho." Ucap Cakra dengan santainya seakan tak pernah memiliki dosa sama sekali.
"Nicole, berhenti!!! Tidak akan aku biarkan kau melukai Cakra!" Ucap Dilla yang ikut melepaskan auranya untuk melawan Nicole.
Sepuluh prajurit kerajaan datang dengan peralatan tempur lengkap. Disaat yang bersamaan pula, Nicole berhenti melepaskan aura intimidasi-nya.
"Tangkap orang itu!!!" Ucap Nicole dengan nada tinggi sambil menunjuk Cakra.
"Oi, apa ini yang disebut pria? Berani kok keroyokan, maju sini! Gua solo berani nih!!!" Teriak Cakra sambil membentangkan kedua tangannya.
Tanpa menunggu perintah kedua kalinya, para prajurit kerajaan langsung berlari menuju Cakra.
"Heh, system."
Cakra segera meraih pistol GN-2 Premium yang melayang dihadapannya.
*DOR*
Mata semua orang terbuka lebar-lebar menyaksikan salah satu prajurit tiba-tiba terkapar dengan kening kepala berlubang. Sesaat kemudian mereka kembali memandang kearah Cakra.
"Aduh, alah-alah, lemahnya. Hahahaha." Cakra tertawa lebar.
"Si-sialan kau!!!" Teriak Lais dengan amarah yang berkobar
"Tangkap dia hidup ataupun mati!!!" Teriak Nicole melanjutkan.
Dilla tiba-tiba mengarahkan telapak tangannya menuju para prajurit. "Kaisar Api, Serangan pertama : Bola Api." Sebuah lingkaran sihir muncul setelah Dilla merapalkan mantera sihirnya.
__ADS_1
*BHOOOM*
*BHOOOM*
*BHOOOM*
Lingkaran sihir itu menembakkan empat bola api sebesar bola sepak ke barisan para prajurit.
"Argh!!!"
"Panas!!!"
"Tolong!!!"
Beberapa prajurit terkena serangan tiba-tiba dari Dilla. Mereka terbakar hidup-hidup.
Para pelayan, pedagang bud4k, atau siapapun yang ada di lokasi langsung panik memadamkan api agar tidak menyebar dan membakar seluruh istana.
"Sudah aku bilang jangan berani menyentuh Cakra, atau akan aku bakar istana ini jika perlu." Ucap Dilla dengan tatapan mata tajam.
"Heh." Cakra hanya tersenyum menyaksikan apa yang dilakukan Dilla untuknya.
Disisi lain terlihat Nicole yang sudah sangat-sangat kehabisan kesabaran. Ia menatap tajam Cakra.
"Kejadian ini bisa terjadi karena kita berdua, jika kau benar-benar pria aku menantang mu berduel satu lawan satu melawanku besok."
".... Karena kau terlalu lemah untukku, kita bertarung tanpa senjata dan sihir, jika kau kalah kau harus pergi dari kerajaan ini untuk selamanya." Ucap Nicole serius.
"Dari mana kau tau aku terlalu lemah untukmu? Tidak usah dipikirkan lah, lalu jika kau kalah?" Ucap Cakra sambil tersenyum sinis.
"Tidak mungkin aku kalah dari rakyat jelata sepertimu,... Tapi kau boleh meminta apapun jika berhasil mengalahkan ku, meskipun itu mungkin." Nicole.
"Baik, aku terima, aku akan memintamu menghapus perbud4kan untuk selamanya di seluruh kerajaan ini dan tentu saja melepaskan Iska."
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
Subscribe
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.
__ADS_1