Modern System

Modern System
#18 "Jika Aku Melihatmu Lagi, Kau Akan Bertemu Dengan Malaikat Maut"


__ADS_3

"Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, perbud4kan ternyata masih legal di dunia ini. Dan yang lebih mengejutkan, ternyata anak-anak dibawah umur juga banyak yang dijadikan sebagai bud4k."


".... Aku bersumpah akan menghapus perbud4kan dan memerdekakan para bud4k!"


"Menyinggung tentang makhluk hidup yang aku temui tadi (tadi : bab-16), aku terlalu naif, aku sama sekali tidak tau tentang ras campuran, padahal jelas-jelas dan aku pernah bertarung melawan monster."


*****


Masuk ke cerita.


Kota Herla kini sudah mulai memasuki waktu malam hari. Semua masyarakat mulai mengakhiri aktivitasnya masing-masing untuk segera pulang dan menghabiskan hari bersama keluarga. Entah itu beristirahat di rumah atau hanya sekedar jalan-jalan bersama keluarga di Kota.


Cakra dan Carissa juga terlihat di antara banyak sekali massa yang ada. Setelah mereka selesai makan, mereka berdua memutuskan untuk jalan-jalan berkeliling kota.


"Sayang, ayo ke sana!" Ucap Carissa sambil menunjuk toko permainan.


"Mau apa ke sana?" Ucap Cakra yang tentu saja tidak mengerti dengan pola pikir Carissa.


"Sudahlah, ayo!" Carissa langsung menarik tangan Cakra untuk mengikutinya masuk ke toko itu.


*****


"Kau ini sudah besar, masih saja beli boneka?" Ucap Cakra setelah keluar dari toko itu.


"Memangnya kenapa? Lagian ini, kan, barang pertama yang kau belikan untukku setelah kita menikah." Ucap Carissa sambil memeluk boneka beruang.


"Hah~ terserahlah, sekarang mau kemana?" Cakra.


"Tidak tau, tapi jangan kembali dulu!" Carissa.


"Jalan-jalan lagi?"


"Ayo!"


Mereka berdua kembali berkeliling kota bersama. Cakra dan Carissa terus melangkahkan kaki menyusuri setiap jalan yang mereka pijak.


"Oi, bagaimana kalau besok kita berpetualang bersama?" Ucap Cakra mengutarakan keinginannya.


Dengan sangat serius, Carissa langsung berdiri di hadapan Cakra. "Serius?!" Ucap Carissa dengan penuh berharap.


"Ya serius, kalau kau tidak keberatan sih."


"Ya, aku mau." Ucap Carissa sangat gembira.


"Awas!" Ucap Cakra yang dengan cepat langsung menarik Carissa saat melihat seorang pria membawa beberapa balok kayu dipundaknya jatuh, dan salah satu dari kayu itu mengarah ke Carissa.


*BRUAAK*


*BRUAAK*


*BRUAAK*


Cakra menatap tajam pria pembawa kayu itu sambil memeluk Carissa.


"Dasar bud4k bodoh!"


"Dia pasti akan mati!"


"Dasar tidak berguna!"

__ADS_1


Cakra mendengar banyak sekali orang-orang di sekitarnya melontarkan kata-kata makian kepada pria pembawa kayu itu.


Pria itu berusaha bangun dari posisi sebelumnya, ia menyadari kesalahannya. Ia langsung berlutut di hadapan Cakra.


"Mohon ampuni saya, tuan, saya tidak sengaja melakukan kesalahan, mohon ampuni saya, tuan." Ucap pria itu sambil membenturkan kepalanya ke tanah.


Cakra melepaskan Carissa dari pelukannya. Carissa langsung menatap tajam pria yang hampir saja melukainya.


"Lihat saja, dia pasti mati!"


Cakra mendengar sekali lagi, banyak orang mendoakan pria pembawa kayu itu mati.


Carissa mengangkat kaki kanannya dan mengarahkan telapak kakinya ke pria itu.


"Dasar ti-" ucap Carissa terpotong karena tiba-tiba Cakra menutup mulut Carissa dan menarik ke pelukannya kembali.


"Berdirilah!"


"...."


Semua orang terdiam ketika mendengar apa yang dikatakan Cakra.


"Ba-baik, tuan." Dengan perasaan takut Pria pembawa kayu itu melakukan apa yang dikatakan Cakra.


"Sampai jumpa." Ucap Cakra sambil membawa Carissa pergi dari tempat itu.


"Ehm... Sayang, lepas! Aku harus memberi pelajaran pada bud4k itu." Ucap Carissa sambil memberontak.


"Sudahlah, ikuti aku!" Cakra tetap dan terus menyeret Carissa.


*****


Di suatu jalan yang sepi dan gelap. Cakra mendorong Carissa hingga membuat tubuh Carissa membentur dinding suatu bangunan.


"Apa yang kau lakukan tadi?" Ucap Cakra dengan sangat serius.


"A-apa yang kau maksud?" Carissa tidak bisa berfikir karena jantungnya berdetak lebih kencang ketika berada di posisi seperti saat ini.


"Katanya kau akan mendukungku untuk memerdekakan para bud4k? Tapi, apa yang kau lakukan barusan?" Cakra.


"A-aku minta maaf." Ucap Carissa sambil menunduk ketika menyadari kesalahannya.


"Aku sudah tidak tahan lagi, sepertinya kita memang tidak bisa bersama." Ucap Cakra sambil menegakkan tubuhnya.


"Tidak! Tolong beri aku satu kesempatan lagi, aku tidak akan mengulangi kesalahan ini." Ucap Carissa sambil meraih salah satu tangan Cakra dan langsung digenggam kuat-kuat.


".... Baiklah, satu kesempatan lagi. .... Tapi jika kau tidak berubah, jangan pernah menggangguku lagi!" Cakra.


"Ya, aku janji, aku akan berubah seperti apa yang kau inginkan." Carissa.


"Hah~" Cakra memalingkan wajahnya, dan.


"Heh." Cakra memasang senyum sinis saat kedua matanya menangkap kobaran api hitam di dalam tubuh beberapa orang. Sebenarnya Cakra tidak bisa melihat orang-orang itu, karena mereka berada cukup jauh di balik bangunan yang ada.


Tapi jangan lupa, Cakra memiliki Mata Matahari yang bisa berfungsi sebagai radar jarak jauh.


"Sayang, kenapa senyum-senyum sendiri?" Ucap Carissa kebingungan melihat Cakra.


"Sepertinya malam ini aku tidak akan kembali." Ucap Cakra tanpa memandang Carissa.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku mau cari istri baru." Tepat setelah Cakra mengucapkan kalimatnya, ia langsung berlari menuju tempat dimana orang-orang yang dilihatnya berada.


"...."


"...."


"Ca-cari-" Carissa tidak bisa melanjutkan kalimatnya.


*****


Meninggalkan Carissa.


*****


Di sebuah bangunan tua dan tak berpenghuni. Cakra melihat empat pria sedang berkumpul.


"Bahaya ini! Semuanya pria, jangan-jangan ini perkumpulan gay?" Ucap Cakra dalam hati sambil memperhatikan keempat pria itu dari balik dinding.


"Padahal sedikit lagi aku berhasil main dengan istrinya, eh, dia malah balik, b4jingan emangan!"


"Heh, apa yang kau maksud aku? Jika benar, kau yang b4jingan, Hans!" Ucap Cakra dalam hati saat melihat dan mendengar apa yang dikatakan salah satu dari mereka.


"Lalu kau mengumpulkan kami untuk apa?" Ucap si A sambil menatap Hans.


"B4jingan itu berani memukul ku di guild petualang, aku mau dia mati hari ini." Ucap Hans sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.


"Jadi kau ingin kami membantumu?" Si B


"Memangnya kau tau dia ada dimana?" Si A.


"Aku sudah menemukan dimana dia menginap, bahkan kamarnya aku juga sudah tau." Hans.


"Tidak bisa besok saja, apa? Aku lelah karena misi yang aku ambil tadi." Ucap si C sambil meregangkan otot-ototnya.


"Tidak, aku mau dia mati hari ini juga! Heh, setelah itu Carissa akan menjadi milikku." Ucap Hans sambil berdiri dari kursinya.


"Kapan kita ke sana?" Si A.


"Sekarang, ayo!!!" Hans.


"Permisi, nolep mau lewat." Ucap Cakra sambil menunjuk dirinya.


"Hahahaha, bagus, dia orangnya! Kita tidak perlu jauh-jauh lagi, kita bisa membunuhnya disini juga." Ucap Hans senang melihat Cakra.


Bersambung......


My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.


Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan


Like


Comment


Vote


Rating 5🌟

__ADS_1


Subscribe


Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.


__ADS_2