
...Permisi, nolep numpang lewat....
...Update dua Bab sehari itu susah lho, kalau masih tidak meninggalkan like dan komentar, kejam kali ah~....
...*****...
"Apa sekarang kau membelanya?" Cakra.
".... Apa yang kau katakan? Aku akan tetap disisi mu! Aku tidak ingin kau membuat kegaduhan disini!" Carissa.
"Sial!" Ucap Cakra sambil membalikkan tubuhnya kembali untuk mengambil uangnya dan langsung berjalan keluar.
"Jika aku melihatmu lagi, kau akan bertemu malaikat maut!" Ucap Cakra saat berdiri di dekat Hans.
"Cakra, tunggu!!!" Carissa berlari mengejar Cakra.
*****
Diluar guild petualang, Cakra menghidupkan rokok untuk menenangkan dirinya setelah kejadian yang baru saja dialaminya.
[Ding~ misi acak ditemukan]
[Selamatkan anjing. Tingkat misi B]
[Hadiah: 500 poin system dan 1 kotak hadiah kelas 3]
[Terima/Tidak]
"Huh~" Cakra menghembuskan asap rokok sambil memperhatikan layar system yang muncul di hadapannya. "Anjing? .... Terimalah." Ucap Cakra dalam hati.
"System, maps!"
Layar system berubah tampilan.
Cakra menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, Cakra melihat Carissa sudah berada di sampingnya. Cakra tak memperdulikan hal itu, Cakra langsung melangkahkan kaki untuk menuju ke lokasi yang ditandai merah pada maps system.
Cakra terus berjalan tanpa memperdulikan apapun atau memikirkan apapun. Cakra melihat di layar maps jika dirinya harus masuk ke celah bangunan untuk sampai ke lokasi.
Cakra melihat ada celah dua bangunan di sebelah kanannya. Tanpa pikir panjang Cakra langsung berjalan memasuki celah dua bangunan itu.
Carissa yang ada dibelakang Cakra, tentu saja kebingungan. "Kenapa Cakra masuk kesini?" Ucap Carissa dalam hati sambil terus mengikuti Cakra.
Cakra dan Carissa berhenti saat melihat gadis muda kira-kira berusia 14 tahun sedang mendapatkan kekerasan fisik, yang dilakukan oleh tiga pria sekaligus.
"System, dimana anjing yang dimaksud?" Ucap Cakra dalam hati berusaha untuk tidak berurusan dengan orang-orang yang menganiaya gadis didepannya.
[Coba tuan perhatikan gadis itu dengan seksama]
Cakra tercengang melihat gadis itu memiliki telinga seperti hewan dan juga ekor.
"Maksudmu dia itu anjing, system?" Ucap Cakra tidak bisa percaya.
[Bisa tuan lihat sendiri kan]
Sesaat Cakra diam termenung.
"System."
Cakra mengambil pistol GN-2 Premium yang melayang di hadapannya.
__ADS_1
Tanpa mengucapkan sepatah katapun Cakra langsung berjalan maju.
*BHUAAK*
Cakra menendang salah satu dari ketiga pria itu hingga jatuh.
*DOR*
Satu peluru ditembakkan Cakra ke pria itu.
"Woi, siapa kau?!" Ucap si A sambil melancarkan pukulannya ke Cakra.
*DOR*
Satu peluru ditembakkan Cakra, peluru itu berhasil menembus kaki kanan si A. Hingga membuat si B jatuh dan meringis kesakitan.
Melihat si A lumpuh saja sudah cukup bagi Cakra. Cakra langsung mengarahkan moncong pistol GN-2 Premium ke si B.
"Tuan, aku tidak mengerti salahku apa, yang pasti tolong ampuni aku."
Si B tidak melawan, tapi si B tiba-tiba berlutut memohon ampun.
Cakra masih saja terus mengarahkan moncong pistol GN-2 Premium ke kepala si B.
"Selamat ti-" ucap Cakra terpotong.
"Cakra! Apa yang kau lakukan?!!" Teriak Carissa sambil berlari mendekati Cakra.
"Cakra, ada apa denganmu? Kenapa kau mau membunuh orang-orang tak bersalah?" Ucap Carissa yang tiba-tiba melindungi orang-orang itu dengan berdiri di hadapan Cakra sambil membentangkan kedua tangannya.
"Heh, kau dengar kan, system?! Cakra yang kau banggakan juga salah dalam memilih wanita!" Ucap Cakra dalam hati menyindir Cakra yang di banggakan system (ada di bab-14).
"Alah-alah, katanya kau akan terus disisi ku, hahahaha, aku dikhianati ya." Ucap Cakra menertawakan dirinya sendiri.
"Lalu sekarang apa?" Ucap Cakra sambil tersenyum sinis.
"Aku, aku hanya tidak ingin kau menyakiti orang tak bersalah! Aku tidak ada maksud mengkhianati mu!" Ucap Carissa sambil terus membentangkan kedua tangannya.
"Tak bersalah? Tak bersalah apanya?!! Jelas-jelas mereka menganiaya gadis ini! Kau bilang tak bersalah?!!" Ucap Cakra dengan nada tinggi sambil menunjuk gadis yang tadi mendapatkan kekerasan fisik.
"Cakra, kau ini kenapa?! Buka matamu lebar-lebar! Lihat siapa gadis yang kau maksud!" Carissa.
Gadis itu langsung memalingkan wajahnya saat Cakra memandangnya, gadis itu terlihat begitu ketakutan dan kesakitan. Gadis itu hanya bisa berlutut dengan kedua tangan melindungi kepalanya jika terjadi hal buruk.
Cakra semakin kesal setelah melihat keadaan memperihatinkan gadis itu. Suasana hati Cakra yang berubah drastis memancing pengaktifan mata spesial. Mata Matahari Cakra, aktif.
"Dia itu bud4k, Cakra"
Tanpa pikir panjang, Cakra langsung mengarahkan moncong pistol GN-2 Premium ke wajah Carissa, setelah mendengar apa yang dikatakan Carissa barusan.
"...."
"...."
Keadaan benar-benar buruk kali ini. Carissa tidak pernah menyangka jika Cakra akan mengarahkan senjata aneh tapi sangat mematikan kepadanya.
"Hehehehe." Cakra tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan tangan kiri. "Bud4k kata mu? Hehehe, hahahaha."
Air mata Carissa menetes untuk kesekian kalinya karena Cakra.
__ADS_1
"Ca-Cakra, apa kau mau membunuh istrimu sendiri ha-"
"Ya, jika perlu akan aku lakukan." Ucap Cakra dengan dinginnya.
"...."
"Selamat tinggal."
"Tuan, jangan!!!"
*DOR*
Satu peluru yang ditembakkan Cakra melewati telinga kanan Carissa dan peluru itu terus melesat maju tanpa mengenai apapun.
Carissa secara perlahan membuka kedua matanya. Carissa melihat gadis itu memeluk tubuh Cakra bagian kiri.
Kemungkinan besar, tembakan Cakra bisa meleset karena gangguan dari gadis itu.
"Tuan, jangan! Jangan membunuh istri tuan hanya untukku, aku sudah biasa ditendang, dipukul, dibuang, dilempari, aku sudah biasa, aku tidak apa-apa." Ucap gadis itu memohon.
Cakra menggerakkan tangan kirinya untuk menyentuh kepala gadis itu.
"Sekarang kau berhutang nyawa kepada gadis ini, cepat kau menyingkir!" Ucap Cakra sambil menatap tajam Carissa.
[Ding~ selamat, tuan rumah berhasil menyelesaikan misi dari system]
[Hadiah: 500 poin system dan 1 kotak hadiah kelas 3]
"..?.." Cakra tentu saja bingung dengan notifikasi system yang didapatnya. Sesaat Cakra berfikir dan kemudian, Cakra menyadari jika orang-orang yang melakukan kekerasan fisik telah kabur.
"Tuan, aku dipanggil sama kakakku, aku tinggal dulu ya, terima kasih atas bantuannya." Ucap gadis itu sambil memandang Cakra.
Cakra menolehkan kepalanya kebelakang. Cakra lagi-lagi dibuat tidak bisa percaya dengan apa yang dilihatnya.
Cakra melihat gadis lain juga memiliki telinga hampir mirip dengan yang memeluk dirinya tapi memiliki ekor seperti kucing, dan satu lagi gadis yang kira-kira lebih tua tiga tahun memiliki ekor seperti kadal.
"I-iya."
Gadis itupun langsung berlari menuju yang lainnya.
Mereka semua sesaat menundukkan kepala mereka dan setelah itu langsung pergi.
Kini hanya tersisa Cakra dan Carissa di tempat itu. Yah, sebenarnya masih ada satu pria, tapi karena dia sudah tewas, anggap saja tidak ada.
"Kita tidak bisa menyatukan pikiran, mungkin kau akan terus tersakiti jika berada di sisiku. .... Semua pilihan ada padamu, jika masih mau denganku aku ada di penginapan waktu itu (bab-5)."
Bersambung......
My Project sebagai penulis "Modern System" mengakui jika terdapat banyak sekali kesalahan dalam penulisan. My Project mohon kepada para senior bisa sedikit membagikan ilmunya kepada penulis ceroboh ini.
Oh iya... My Project harap kepada para pembaca berkenan untuk memberikan
Like
Comment
Vote
Rating 5🌟
__ADS_1
Subscribe
Eh... Tapi subscribe gak ada ya? Ya udah Favorit aja.